BorneoTribun

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 14-20

YOUTUBE

Berita 21-24

Berita 25-34

Berita 40-43

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Minggu, 17 Mei 2026

“Kang Dedi Tolongin Kami,” Jeritan Warga Kalbar soal Jalan Rusak Ini Viral

Warga Sintang, Kalimantan Barat, viral setelah meminta bantuan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda terkait kondisi jalan rusak yang dipenuhi lumpur dan tanah tebal. (Foto ilustrasi AI)
Warga Sintang, Kalimantan Barat, viral setelah meminta bantuan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda terkait kondisi jalan rusak yang dipenuhi lumpur dan tanah tebal. (Foto ilustrasi AI)

Ketika Warga Kalbar Memanggil Gubernur dari Luar Daerah

PONTIANAK - Viralnya video seorang warga Sintang, Kalimantan Barat, yang memanggil nama Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda untuk membantu persoalan jalan rusak bukan sekadar keluhan biasa di media sosial. 

Di balik video singkat itu, ada gambaran tentang rasa lelah masyarakat yang merasa suaranya belum benar-benar didengar.

Kalimat sederhana seperti “Kang Dedi, kadieu, tulungin” mendadak menyebar luas di berbagai platform media sosial. 

Bukan karena dibuat dramatis, tetapi karena banyak orang merasa situasi itu sangat dekat dengan kenyataan di banyak daerah: ketika warga lebih percaya suara viral bisa lebih cepat sampai dibanding laporan resmi.

Fenomena ini menarik karena warga Sintang justru memanggil dua kepala daerah dari luar provinsi. 

Nama Dedi Mulyadi muncul karena citranya yang selama ini dikenal aktif turun ke lapangan dan cepat merespons persoalan masyarakat. 

Sementara Sherly Tjoanda mulai dikenal publik lewat aktivitas sosial dan pemerintahan yang cukup menonjol di Maluku Utara.

Di titik ini, media sosial bukan lagi hanya tempat hiburan atau ruang berbagi aktivitas sehari-hari. Platform digital berubah menjadi saluran pengaduan publik yang dianggap lebih efektif. 

Ketika video viral, perhatian datang lebih cepat. Tekanan publik terbentuk. Pemerintah pun akhirnya ikut bergerak.

Hal itu terlihat dari pengakuan warga yang menyebut perbaikan jalan mulai dilakukan setelah videonya ramai diperbincangkan. 

Meski belum sepenuhnya selesai, respons tersebut menunjukkan satu hal penting: viralitas kini punya pengaruh nyata terhadap kebijakan dan perhatian pemerintah.

Namun, di balik ramainya dukungan netizen, ada persoalan yang lebih besar dari sekadar jalan berlumpur di Sintang. 

Infrastruktur jalan di banyak wilayah Indonesia masih menjadi masalah lama yang belum sepenuhnya tuntas. 

Jalan rusak bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga berkaitan langsung dengan ekonomi warga, distribusi barang, akses sekolah, hingga pelayanan kesehatan.

Ketika jalan sulit dilalui, aktivitas masyarakat ikut melambat. Biaya distribusi meningkat. Mobilitas warga terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini bisa memperlemah pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, video warga Sintang sebenarnya berbicara lebih luas tentang harapan masyarakat terhadap kehadiran pemerintah. 

Publik ingin melihat pemimpin yang tidak hanya muncul di balik meja birokrasi, tetapi hadir langsung melihat kondisi lapangan.

Popularitas figur seperti Dedi Mulyadi di media sosial muncul karena gaya komunikasi yang dianggap dekat dengan rakyat. 

Banyak warga merasa lebih mudah didengar lewat konten viral dibanding prosedur administrasi yang panjang. Ini menjadi tantangan sekaligus peringatan bagi pemerintah daerah di berbagai wilayah.

Di era digital, respons pemerintah kini tidak hanya diukur dari program kerja di atas kertas, tetapi juga dari kecepatan mendengar dan hadir saat masyarakat membutuhkan solusi.

Kasus Sintang memperlihatkan bagaimana media sosial telah mengubah pola hubungan antara warga dan pemimpin. 

Satu video sederhana dari jalan berlumpur bisa memicu perhatian nasional, membangun tekanan publik, bahkan mendorong percepatan respons pemerintah.

Pada akhirnya, yang paling diharapkan warga sebenarnya sederhana: jalan yang layak dilalui dan pemerintah yang mau mendengar tanpa harus menunggu viral terlebih dahulu.

Wagub Kalbar Apresiasi Dedikasi Relawan Damkar Bakti 28 di HUT ke-5

Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menghadiri HUT ke-5 Damkar Bakti 28 di Posko Damkar Bakti 28, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (17/5/2026)

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengapresiasi dedikasi relawan Pemadam Kebakaran Bakti 28 yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran dan berbagai kegiatan kemanusiaan di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Apresiasi tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 Damkar Bakti 28 di Posko Damkar Bakti 28, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BPBD Kota Pontianak mewakili Wali Kota Pontianak, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Pembina Damkar Bakti 28 Yo Nguan Cua, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim, Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Swasta Kota Pontianak, perwakilan pemadam kebakaran dari Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, dan Kota Singkawang, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta 10 donatur tetap Yayasan Damkar Bakti 28.

Krisantus mengatakan keberadaan relawan pemadam kebakaran swasta sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam menangani musibah kebakaran yang kerap terjadi di kawasan perkotaan.

“Sampai bulan April ini sudah terjadi sekitar 20 kasus kebakaran di Kota Pontianak. Kebakaran tidak pernah memberi tahu kapan akan terjadi, sehingga keberadaan pemadam kebakaran sangat penting membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang selama ini mendukung operasional Damkar Bakti 28. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur tetap yang telah membantu operasional Damkar Bakti 28 selama lima tahun ini. Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi kegiatan penyelamatan masyarakat,” katanya.

Krisantus menilai tugas anggota pemadam kebakaran memiliki risiko tinggi karena tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu berbagai situasi darurat lainnya di tengah masyarakat.

“Tugas mereka sangat mulia. Kadang membantu evakuasi, penyelamatan warga, hingga berbagai kondisi darurat lainnya,” tuturnya.

Ketua Damkar Bakti 28, Tjhin Djie Sen, mengatakan pihaknya bersyukur organisasi tersebut masih dapat terus hadir melayani masyarakat sejak berdiri pada 2021 lalu. Menurutnya, keberlangsungan operasional Damkar Bakti 28 tidak terlepas dari dukungan para donatur dan relawan.

“Selama ini operasional kami didukung para donatur. Kami bersyukur Damkar Bakti 28 masih bisa terus membantu masyarakat Kota Pontianak maupun daerah sekitarnya,” ujarnya.

Ia berharap adanya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, terutama armada dan perlengkapan keselamatan kerja bagi anggota.

“Sebagian besar unit kendaraan kami merupakan mobil lama. Selain itu, anggota juga membutuhkan perlengkapan keselamatan karena pekerjaan ini memiliki risiko tinggi,” katanya.

Tjhin Djie Sen juga mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Barat dalam peringatan HUT ke-5 Damkar Bakti 28 sebagai bentuk dukungan terhadap relawan pemadam kebakaran swasta di daerah.

Peringatan HUT ke-5 Damkar Bakti 28 berlangsung meriah dengan penampilan tarian Tidayu dan hiburan artis yang menghibur para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. (Jm)


Dari Cari Kerja ke Penyiksaan, Kisah Kelam Mahasiswi di Makassar

Polrestabes Makassar jerat pelaku penyekapan dan pemerkosaan mahasiswi asal Nunukan dengan tiga pasal KUHP dalam kasus di Tamalate Makassar.
Polrestabes Makassar jerat pelaku penyekapan dan pemerkosaan mahasiswi asal Nunukan dengan tiga pasal KUHP dalam kasus di Tamalate Makassar.

MAKASSAR - Kasus kekerasan yang menimpa seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, di Makassar kembali membuka sorotan terhadap modus kejahatan berbasis lowongan kerja palsu yang kian marak digunakan pelaku kriminal.

Peristiwa ini bermula ketika korban yang berstatus mahasiswi di salah satu kampus di Makassar mencari pekerjaan sampingan melalui media sosial. Ia kemudian tertarik pada tawaran kerja yang diposting pelaku FR (30), yang mengaku membuka lowongan babysitter.

Tanpa curiga, korban datang ke rumah kontrakan pelaku di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Di lokasi tersebut, pelaku mengubah skema pekerjaan menjadi asisten rumah tangga sementara, sambil menunggu pekerjaan yang dijanjikan tersedia.

Namun, situasi berubah drastis setelah dua hari korban berada di rumah tersebut. Pada hari ketiga, pelaku masuk ke kamar korban, mengancam menggunakan senjata tajam, lalu menyekap korban dengan lakban sebelum melakukan pemerkosaan. Dalam kondisi tak berdaya, korban juga mengalami kekerasan fisik.

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian mengambil barang berharga milik korban berupa ponsel, uang, dan sepeda motor. Semua barang itu dibawa kabur, bahkan sebagian dijual untuk memperlancar pelarian pelaku yang kemudian meninggalkan Makassar menuju Surabaya melalui jalur laut.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyebut kasus ini tidak berdiri sebagai satu tindakan tunggal, melainkan rangkaian tindak pidana yang saling berkaitan, mulai dari kekerasan seksual, penganiayaan, hingga pencurian.

“Jadi bukan hanya diperkosa tapi uang, handphone dan motornya juga diambil dan dijual,” ujarnya.

Atas perbuatannya, FR dijerat tiga pasal berlapis sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara untuk pasal pemerkosaan, serta tambahan hukuman dari tindak penganiayaan dan pencurian.

Penyelidikan juga mengungkap bahwa pelaku bukan orang baru dalam dunia kriminal. Ia disebut pernah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor di Sulawesi Selatan dan diduga kembali mencoba menjalankan modus serupa dengan membuka lowongan kerja palsu di Surabaya melalui media sosial.

Meski sempat melarikan diri, pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar. Saat ini, FR telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, korban masih mendapatkan pendampingan dari pihak terkait karena mengalami trauma berat akibat peristiwa yang dialaminya. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat keras tentang risiko penipuan lowongan kerja di media sosial yang dapat berujung pada kejahatan serius.

Dari P20 ke P8, Veda Ega Tunjukkan Mental Baja di Moto3 Catalunya

Veda Ega Pratama finis P8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari P20. Balapan sengit hingga lap terakhir dengan duel ketat di grup depan.
Veda Ega Pratama finis P8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari P20. Balapan sengit hingga lap terakhir dengan duel ketat di grup depan. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Balapan Moto3 Catalunya 2026 menghadirkan drama penuh tensi yang tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga ketahanan mental hingga lap terakhir. 

Dalam balapan yang digelar di Sirkuit Catalunya, Minggu (17/5), pembalap Indonesia Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian lewat performa agresif dan kemampuan bertahan di grup tengah yang sangat rapat.

Start dari posisi ke-20 bukan situasi ideal, namun Veda langsung menunjukkan respons cepat sejak lampu start padam. 

Dalam beberapa lap awal, ia mampu merangsek ke posisi ke-11, menandakan ritme balap yang cukup kompetitif di tengah padatnya persaingan.

Di sisi lain, Hakim Danish juga tampil menonjol dengan start yang agresif. 

Pembalap Malaysia itu bahkan sempat menembus lima besar pada fase awal lomba, sebelum dinamika balapan membuat posisi terus berubah dengan cepat di setiap lap.

Pertarungan di barisan depan berlangsung sangat ketat antara nama-nama seperti David Muñoz, David Almansa, Adrián Fernández, hingga Maximo Quiles dan Brian Uriarte. 

Saling salip terjadi hampir di setiap sektor, membuat ritme balapan sulit diprediksi sejak pertengahan lomba.

Di tengah persaingan tersebut, Veda sempat mengalami penurunan posisi hingga ke urutan ke-11. 

Ia kesulitan memangkas jarak dengan kelompok di depannya yang mulai memecah dari rombongan utama, membuat gap waktu semakin terasa di fase tengah balapan.

Namun cerita berubah di lap-lap akhir. Saat banyak pembalap mulai kehilangan konsistensi akibat tekanan grup depan, Veda justru mampu memanfaatkan celah yang muncul. 

Ia perlahan kembali naik dan mengamankan posisi kedelapan tepat menjelang finis.

Hasil akhir menempatkan Maximo Quiles sebagai pemenang balapan, diikuti Alvaro Carpe dan David Muñoz di podium. 

Hakim Danish finis ketujuh, sementara Veda Ega Pratama mengunci posisi kedelapan, sebuah hasil yang mencerminkan ketatnya persaingan di kelas Moto3 musim ini.

Bagi Veda, finis di delapan besar ini menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing di level yang sangat kompetitif meski memulai dari posisi belakang. 

Sementara bagi penggemar, balapan ini kembali menegaskan satu hal: Moto3 selalu menghadirkan kejutan sampai garis finis.

Hidup di Tengah Genangan, Warga Kotim Menunggu Air Kapan Akan Pergi

Banjir di Kotawaringin Timur merendam enam desa dan 219 warga terdampak. BPBD lakukan kaji cepat serta pantau luapan Sungai Mentaya di wilayah hulu.
Banjir di Kotawaringin Timur merendam enam desa dan 219 warga terdampak. BPBD lakukan kaji cepat serta pantau luapan Sungai Mentaya di wilayah hulu.

SAMPIT - Banjir yang merendam enam desa di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali menegaskan betapa wilayah hulu Sungai Mentaya menjadi salah satu titik paling rentan saat curah hujan meningkat. 

Dalam beberapa hari terakhir, luapan air tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga mulai mengganggu akses jalan dan fasilitas publik.

Sebanyak 99 kepala keluarga atau 219 jiwa tercatat terdampak dalam peristiwa banjir yang mulai terjadi sejak Kamis (14/5) dan masih berlangsung hingga Sabtu (16/5) malam di wilayah utara kabupaten tersebut. 

Air yang berasal dari hulu sungai perlahan menyebar ke sejumlah desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Mentaya.

Enam desa yang terdampak masing-masing Desa Sungai Hanya, Tumbang Mujan, Tumbang Sangai, Bawan, Tanjung Jariangau, dan Kawan Baru. 

Di sejumlah titik, air bahkan telah merendam rumah warga, tempat ibadah, fasilitas pendidikan, hingga gedung pemerintahan desa.

Tidak hanya itu, sekitar 1.500 meter jalan desa dan kabupaten ikut tergenang, membuat mobilitas warga terganggu. 

Tercatat 154 rumah terendam, sementara di wilayah Kelurahan Kuala Kuayan, genangan juga mulai meluas hingga ketinggian 25–75 sentimeter di atas badan jalan.

BPBD Kotawaringin Timur melalui Tim Reaksi Cepat terus melakukan pemantauan debit air dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, dinas terkait, serta relawan desa. 

Pola banjir yang bergerak bertahap dari hulu ke hilir membuat potensi dampak masih bisa meluas dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menyebutkan bahwa Desa Hanjalipan di Kecamatan Kota Besi kini menjadi salah satu wilayah yang disiapkan untuk status siaga darurat. 

Wilayah ini diprediksi menjadi titik akumulasi terakhir dari luapan Sungai Mentaya.

Selain banjir, BPBD juga mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk asesmen area longsor di Desa Tumbang Mujam setelah kondisi air surut. 

Kajian kerusakan akan dilakukan bersama perangkat daerah teknis untuk menentukan penanganan lanjutan.

Di sisi lain, berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, curah hujan di Kotawaringin Timur diperkirakan mulai menurun pada Dasarian III Mei 2026. 

Kondisi ini diharapkan dapat membantu mempercepat surutnya genangan di sejumlah wilayah terdampak.

Meski demikian, masyarakat di bantaran Sungai Mentaya masih diminta tetap waspada. Sebab, pola banjir estafet dari hulu ke hilir masih berpotensi membuat beberapa wilayah lain ikut terdampak dalam waktu dekat.

Festival Ini Bukan Sekadar Acara, FBIM 2026 Bawa Rasa Pulang ke Budaya

Festival Budaya Isen Mulang 2026 resmi dibuka di Palangka Raya, Kalteng, menampilkan karnaval budaya, lomba tradisional, dan penguatan ekonomi kreatif.
Festival Budaya Isen Mulang 2026 resmi dibuka di Palangka Raya, Kalteng, menampilkan karnaval budaya, lomba tradisional, dan penguatan ekonomi kreatif.

PALANGKA RAYA - Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ruang budaya terbesar di Kalimantan Tengah. 

Digelar di Kota Palangka Raya, pembukaan festival ini berlangsung meriah pada Minggu (17/5) pagi dengan karnaval budaya yang menjadi pusat perhatian masyarakat.

Sejak awal dibuka, FBIM tidak hanya tampil sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai etalase besar kebudayaan daerah. 

Ribuan masyarakat memadati kawasan Bundaran Besar untuk menyaksikan langsung ragam atraksi budaya yang ditampilkan para peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa FBIM kini semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional. 

Festival ini bahkan masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara 2026, yang menandai meningkatnya daya tarik budaya Kalimantan Tengah dalam peta pariwisata nasional.

Di balik kemeriahan panggung budaya, FBIM 2026 juga membawa pesan yang lebih luas: pelestarian tradisi sekaligus penguatan ekonomi daerah. 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong agar festival ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memberi dampak langsung bagi pelaku usaha lokal.

Beragam kegiatan budaya menjadi daya tarik utama, mulai dari karnaval budaya, pemilihan Jagau Nyai Kalteng, hingga olahraga tradisional seperti manyipet, habayang, manjawet uwei, dan sepak sawut. 

Setiap atraksi menghadirkan kembali identitas budaya yang selama ini hidup di tengah masyarakat Dayak dan komunitas lainnya di Kalteng.

Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden menambahkan, FBIM 2026 juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah. 

Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat promosi pariwisata dan membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif.

Lebih dari sekadar festival, FBIM juga menjadi cerminan nilai kebersamaan dalam falsafah Huma Betang, yang menekankan hidup dalam keberagaman dengan semangat persatuan. 

Nilai ini terasa kuat dalam setiap rangkaian acara yang mempertemukan berbagai suku, seni, dan tradisi dalam satu panggung yang sama.

Rangkaian FBIM 2026 sendiri akan berlangsung hingga 23 Mei 2026 di sejumlah lokasi strategis di Palangka Raya, termasuk GOR Indoor Serbaguna, Bundaran Besar, kawasan bawah Jembatan Kahayan, Stadion Tuah Pahoe, hingga halaman kantor Disbudpar Kalteng. 

Festival ini diperkirakan terus menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi lokal selama penyelenggaraannya.

“Dulu Susah, Sekarang Lancar” Perubahan di SPBU Banjarbaru Bikin Tenang

Satgas BBM Polres Banjarbaru sidak SPBU pastikan distribusi Biosolar lancar tanpa pungli, setelah keluhan sopir terkait antrean dan praktik di lapangan.
Satgas BBM Polres Banjarbaru sidak SPBU pastikan distribusi Biosolar lancar tanpa pungli, setelah keluhan sopir terkait antrean dan praktik di lapangan.

BANJARBARU - Satgas Bahan Bakar Minyak (BBM) Polres Banjarbaru, jajaran Polda Kalimantan Selatan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU dan gerai AKR di Banjarbaru, Sabtu, untuk memastikan distribusi Biosolar berjalan normal tanpa pungutan liar (pungli).

Pemeriksaan dilakukan di lima titik, terdiri dari dua gerai AKR di Jalan Trikora, SPBU LIK Liang Anggang, serta dua SPBU di Jalan Ahmad Yani Banjarbaru. Petugas memantau antrean kendaraan hingga mekanisme distribusi BBM kepada sopir angkutan.

Selain pemantauan, petugas juga berdialog langsung dengan sopir serta pengawas SPBU untuk memastikan tidak ada biaya tambahan saat pengisian BBM subsidi.

Di salah satu gerai AKR di Jalan Trikora, kondisi terlihat sepi karena ditutup portal sehingga tidak ada antrean kendaraan. Sementara di SPBU lainnya, distribusi Biosolar berjalan normal dan lancar.

Kabag Ops Polres Banjarbaru Kompol Agus Sugianto mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan sopir terkait dugaan pungli parkir maupun prioritas antrean.

“Berdasarkan pengecekan langsung dan pengakuan sopir, tidak ditemukan lagi adanya pungutan parkir maupun pungutan lain,” ujarnya.

Salah seorang sopir angkutan serbuk kayu ulin asal Liang Anggang, Roni, juga mengaku kondisi kini lebih tertib dan mudah mendapatkan Biosolar.

“Sekarang aman saja, masuk tidak diminta uang parkir. Sebelum demo memang agak susah karena distribusi lambat dan BBM sering habis,” kata Roni.

Sidak ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Kalimantan Selatan menyusul aksi unjuk rasa sopir angkutan yang menyoroti distribusi Biosolar dan dugaan praktik premanisme di SPBU.

Polres Banjarbaru menyatakan pengawasan rutin akan terus dilakukan dan membuka layanan pengaduan bagi masyarakat jika masih ditemukan pungli atau intimidasi di SPBU.

“Bayar Dulu Baru Isi BBM” di SPBU Basirih, Polisi Akhirnya Bongkar Praktik Ini

Polresta Banjarmasin ungkap pungli di SPBU Basirih lewat operasi penyamaran. Empat orang diamankan, kasus pemerasan sopir truk masih didalami.
Polresta Banjarmasin ungkap pungli di SPBU Basirih lewat operasi penyamaran. Empat orang diamankan, kasus pemerasan sopir truk masih didalami. (Foto ilustrasi)

BANJARMASIN - Praktik pungutan liar di area distribusi bahan bakar kembali mencuat setelah Satreskrim Polresta Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan, membongkar dugaan pemerasan di SPBU Basirih, Banjarmasin Selatan. 

Kasus ini terungkap lewat operasi penyamaran yang dilakukan aparat, menyusul laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas pungli terhadap sopir truk pengangkut BBM.

Modus yang digunakan terbilang sederhana namun merugikan. Pelaku diduga meminta sejumlah uang kepada sopir yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU 64.701.06 Basirih. 

Praktik ini bukan hanya membebani pengemudi, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi logistik di wilayah kota.

Pengungkapan kasus ini dilakukan dengan metode undercover buy. Petugas yang menyamar sebagai sopir truk ikut mengantre dan mengalami langsung permintaan uang dari pelaku. 

Dari situ, polisi bergerak cepat mengamankan empat pria di lokasi kejadian, dengan barang bukti uang sebesar Rp375 ribu yang diduga hasil pungutan.

Meski awalnya empat orang diamankan, hasil pemeriksaan lebih lanjut mengerucut pada satu orang berinisial R yang diduga paling aktif melakukan pemaksaan terhadap sopir. 

Ia disebut meminta pembayaran agar kendaraan bisa mendapatkan akses pengisian BBM, sebuah praktik yang masuk kategori pemerasan.

Di sisi lain, temuan tambahan membuat kasus ini semakin kompleks. Hasil tes urine terhadap keempat pria yang diamankan menunjukkan semuanya positif mengandung metamfetamin dan amfetamin. 

Fakta ini membuka ruang pendalaman baru bagi penyidik terkait kemungkinan keterkaitan perilaku pelaku dengan penyalahgunaan narkotika.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Banjarmasin, Ipda Tri Pebriana Putra, menegaskan bahwa praktik seperti ini tidak hanya merugikan sopir, tetapi juga menciptakan gangguan pada sistem distribusi BBM. 

Ia juga memastikan pihaknya akan memperluas pengawasan ke sejumlah SPBU lain yang berpotensi memiliki pola serupa.

Dari sisi hukum, pelaku dijerat Pasal 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana hingga sembilan tahun penjara. 

Polisi menilai penindakan tegas diperlukan untuk memberikan efek jera terhadap praktik premanisme di ruang pelayanan publik.

Kasus ini sekaligus menyoroti persoalan yang lebih luas: celah praktik pungli di titik-titik vital distribusi barang. 

SPBU, sebagai simpul penting rantai pasok energi, menjadi lokasi yang rentan disalahgunakan oleh oknum untuk keuntungan pribadi.

Ke depan, aparat memastikan penertiban akan terus dilakukan, terutama di titik-titik yang dianggap rawan. 

Polisi juga mengimbau masyarakat dan sopir angkutan untuk tidak ragu melapor jika menemukan praktik serupa di lapangan.

Kasus SPBU Basirih menjadi pengingat bahwa pengawasan di lapangan masih menjadi kunci penting dalam menjaga kelancaran distribusi BBM, sekaligus memastikan pelayanan publik bebas dari tekanan dan pungutan ilegal.

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Warga Disorot di Tengah Pernyataan Prabowo soal “Tak Pakai Dolar”

Presiden Prabowo Subianto menilai kondisi ekonomi Indonesia tetap aman meski rupiah melemah hingga Rp17.600 per dolar AS dan menyebut fundamental nasional masih kuat.
Presiden Prabowo Subianto menilai kondisi ekonomi Indonesia tetap aman meski rupiah melemah hingga Rp17.600 per dolar AS dan menyebut fundamental nasional masih kuat.

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.600 per dolar AS bukan sekadar angka di layar pasar keuangan. Angka itu mencerminkan tekanan serius terhadap persepsi pasar, daya tahan ekonomi nasional, hingga kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah. 

Karena itu, ketika Presiden Prabowo Subianto merespons situasi tersebut dengan pernyataan bahwa “orang desa tidak pakai dolar”, publik tentu menangkap dua sisi sekaligus: optimisme dan kontroversi.

Redaksi BorneoTribun memandang pernyataan itu memang berupaya menenangkan masyarakat agar tidak terjebak kepanikan berlebihan. 

Di tengah tekanan global, pemerintah tampaknya ingin menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional masih terjaga, terutama pada sektor pangan dan energi. Pesan seperti ini penting untuk menjaga stabilitas psikologis pasar dan masyarakat bawah.

Namun di sisi lain, narasi tersebut juga menimbulkan kritik karena berpotensi menyederhanakan dampak pelemahan rupiah terhadap kehidupan nyata masyarakat.

Memang benar sebagian besar warga desa tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar AS. Akan tetapi, ekonomi modern tidak berjalan sesederhana itu. 

Ketika rupiah melemah tajam, dampaknya bisa merembet ke harga barang impor, bahan baku industri, BBM, alat pertanian, hingga biaya logistik. Pada akhirnya, tekanan itu tetap dapat dirasakan masyarakat, termasuk di daerah.

Kenaikan harga kebutuhan pokok sering kali tidak terjadi secara instan, tetapi muncul bertahap melalui rantai distribusi dan biaya produksi. 

Dalam konteks ini, pelemahan rupiah tetap menjadi persoalan serius yang tidak bisa dipandang ringan hanya karena transaksi masyarakat dilakukan dengan rupiah.

Pernyataan Presiden juga memperlihatkan pendekatan komunikasi yang sangat populis. Kalimat seperti “selama Menteri Keuangan bisa senyum, tenang saja” memang mudah diterima publik dan terdengar menenangkan. 

Namun bagi pelaku pasar, investor, dan dunia usaha, yang dibutuhkan bukan hanya optimisme verbal, melainkan kepastian arah kebijakan ekonomi dan langkah konkret menjaga stabilitas mata uang.

Di tengah kondisi global yang belum stabil, pasar justru sangat sensitif terhadap komunikasi pemerintah. 

Karena itu, setiap pernyataan pejabat tinggi negara memiliki dampak psikologis besar terhadap kepercayaan publik maupun investor.

Redaksi BorneoTribun melihat pemerintah saat ini menghadapi tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara optimisme dan transparansi. 

Publik memang tidak perlu dipaksa panik, tetapi masyarakat juga berhak mendapat gambaran realistis mengenai kondisi ekonomi yang sedang dihadapi.

Sebab sejarah menunjukkan, pelemahan mata uang dalam jangka panjang dapat memengaruhi banyak sektor sekaligus. 

Mulai dari cicilan utang luar negeri, biaya impor pangan dan energi, hingga tekanan terhadap industri dalam negeri yang bergantung pada bahan baku impor.

Di sisi lain, pernyataan Prabowo mengenai ketahanan pangan dan energi juga patut dicatat sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin menonjolkan sektor-sektor strategis yang dianggap masih aman. 

Ini menjadi penting karena stabilitas pangan dan energi memang sering menjadi penentu utama ketahanan ekonomi nasional saat terjadi gejolak global.

Namun tantangan sesungguhnya bukan hanya menjaga ketersediaan pangan dan energi, melainkan menjaga daya beli masyarakat agar tidak terus tergerus.

Saat rupiah melemah tajam, kelompok paling rentan biasanya adalah kelas menengah ke bawah yang penghasilannya tetap, sementara harga barang perlahan naik. 

Dalam kondisi seperti ini, rasa aman ekonomi tidak cukup dibangun lewat pidato optimistis, tetapi juga melalui kebijakan yang mampu menahan inflasi dan menjaga lapangan kerja.

Karena itu, kritik terhadap pernyataan Presiden seharusnya tidak dipandang sebagai upaya menjatuhkan pemerintah. 

Kritik justru menjadi pengingat bahwa situasi ekonomi membutuhkan komunikasi yang lebih hati-hati, akurat, dan empatik terhadap keresahan masyarakat.

Redaksi BorneoTribun menilai publik saat ini tidak hanya membutuhkan keyakinan bahwa Indonesia “masih oke”, tetapi juga membutuhkan penjelasan yang lebih konkret mengenai langkah pemerintah menghadapi tekanan rupiah, strategi menjaga stabilitas harga, dan upaya melindungi daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Optimisme tetap penting. Tetapi di tengah pelemahan rupiah yang menyentuh rekor terendah, publik juga berharap pemerintah menunjukkan keseriusan yang sebanding dengan besarnya tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.

Di Nganjuk, Prabowo Cerita Kepala BPKP Gugup Periksa Orang Dekat Presiden

Prabowo Subianto meminta BPKP tetap memeriksa pejabat dekat Presiden jika ditemukan indikasi pelanggaran saat menghadiri kegiatan di Nganjuk.
Prabowo Subianto meminta BPKP tetap memeriksa pejabat dekat Presiden jika ditemukan indikasi pelanggaran saat menghadiri kegiatan di Nganjuk.

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengaku pernah menerima laporan dari Kepala BPKP yang merasa gugup saat hendak memeriksa sejumlah pejabat yang diduga melakukan penyelewengan karena dikenal dekat dengannya. 

Cerita itu disampaikan Prabowo di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Prabowo, Kepala BPKP sempat meminta petunjuk apakah pemeriksaan tetap diteruskan.

Namun, ia menegaskan proses pemeriksaan harus tetap berjalan jika ditemukan indikasi pelanggaran, tanpa memandang kedekatan pribadi.

“Kalau ada indikasi, terus periksa,” kata Prabowo.

Ia juga menilai pejabat publik seharusnya lebih berhati-hati dalam menjalankan amanah jabatan dan tidak menyalahgunakan kewenangan negara.

Prabowo mengaku heran masih ada praktik korupsi di era digital yang menurutnya membuat penyimpangan semakin mudah terlacak.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.