Berita Borneotribun.com: Serie A Hari ini
Tampilkan postingan dengan label Serie A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serie A. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2025

Serie A Memanas! Inter Milan Tantang Atalanta dalam Duel Penentuan Scudetto

Serie A Memanas! Inter Milan Tantang Atalanta dalam Duel Penentuan Scudetto
Serie A Memanas! Inter Milan Tantang Atalanta dalam Duel Penentuan Scudetto.

JAKARTA - Serie A semakin seru! Inter Milan, pemuncak klasemen sementara, akan bertandang ke markas Atalanta dalam laga krusial pada Minggu (10/3). Dengan hanya 10 pertandingan tersisa, persaingan meraih gelar Scudetto semakin panas.

Inter Wajib Menang untuk Jaga Posisi Puncak

Inter saat ini memimpin klasemen dengan 61 poin, unggul satu angka dari Napoli yang akan menghadapi Venezia, tim peringkat kedua dari bawah. 

Kemenangan menjadi harga mati bagi Inter untuk memastikan posisi mereka tetap di puncak.

Meski tampil luar biasa di Liga Champions dan berhasil melaju ke perempat final untuk menghadapi Bayern Munich, performa Inter di Serie A belakangan ini kurang meyakinkan. 

Dalam tujuh laga terakhir, mereka hanya menang tiga kali dan kalah dua kali. 

Padahal sebelumnya, mereka hanya sekali kalah sepanjang musim ini, yakni saat melawan AC Milan pada akhir September.

Rekor tandang Inter juga sedang kurang baik. Tim asuhan Simone Inzaghi gagal menang dalam empat laga tandang terakhir di Serie A (dua kali imbang, dua kali kalah). 

Ini merupakan hasil terburuk mereka sejak 2016. 

Jika mereka gagal menang di markas Atalanta, ini akan menjadi pertama kalinya mereka gagal menang dalam lima laga tandang secara beruntun.

Namun, ada secercah harapan bagi Inter setelah mereka berhasil mengalahkan Monza 2-1 di pertandingan terakhir. 

Meski sempat tertinggal oleh tim juru kunci itu, La Beneamata akhirnya mampu bangkit berkat kerja sama apik para pemainnya.

Atalanta Siap Berikan Kejutan

Sementara itu, Atalanta juga punya motivasi tinggi di pertandingan ini. Tim asuhan Gian Piero Gasperini tengah berada di jalur perebutan gelar juara dengan menempati posisi keempat di klasemen dan mengoleksi poin yang sama dengan Juventus. 

Performa mereka memang naik turun, hanya mencatatkan empat kemenangan dalam 11 laga terakhir di Serie A, namun mereka tetap menjadi salah satu tim dengan lini serang paling tajam.

Atalanta saat ini menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak di Serie A bersama Inter, yakni 63 gol. 

Keduanya sama-sama memiliki lini serang yang tajam, sehingga duel ini diprediksi akan berlangsung menarik dengan potensi banjir gol. 

Apalagi, Atalanta baru saja membantai Juventus 4-0 di kandangnya sendiri pada akhir pekan lalu, yang tentu saja menambah motivasi tim asuhan Gian Piero Gasperini ini.

Inter Punya Modal Percaya Diri

Kendati performa mereka tengah naik turun di liga domestik, Inter Milan datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi usai menaklukkan Monza dalam duel menegangkan. 

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Inter yang ingin terus menjaga posisi di puncak klasemen.

Apalagi, Inter baru saja merayakan kemenangan ke-200 Simone Inzaghi sebagai pelatih mereka usai menyingkirkan Monza di Coppa Italia dengan skor tipis. 

Sang allenatore mengakui bahwa performa di Serie A tidak semulus yang diharapkan, tetapi menegaskan bahwa timnya tetap dalam jalur yang benar.

Persaingan di Papan Atas Memanas

Di sisi lain, Napoli asuhan Francesco Calzona berpotensi menyalip Inter dan merebut posisi puncak jika mereka mampu mengalahkan Venezia, yang kini terancam degradasi. 

Partenopei sendiri baru saja meraih kemenangan telak atas Sassuolo dan kembali ke jalur kemenangan setelah hasil yang kurang memuaskan sebelumnya.

Sementara itu, Atalanta juga dalam posisi yang tak kalah baik. 

Dalam 11 laga terakhir Serie A, mereka hanya kalah satu kali dan telah mencatatkan 15 kemenangan. 

Di pekan sebelumnya, mereka bahkan sukses menghajar Atalanta dengan skor mencolok 4-0.

Laga Sengit di Papan Tengah

Tak hanya di papan atas, persaingan di papan tengah Serie A juga berlangsung menarik. 

Juventus yang baru saja menelan kekalahan telak dari Atalanta dengan skor 4-0 akan berusaha bangkit saat menghadapi laga tandang berikutnya. 

Si Nyonya Tua saat ini duduk di posisi ketiga, tetapi hanya unggul satu poin dari Lazio di peringkat keempat. 

Tim asuhan Thiago Motta, yang sedang dalam tren positif setelah menang dalam dua laga tandang terakhirnya, akan berhadapan dengan Como pada hari Sabtu (9/3).

Sementara itu, AC Milan akan berupaya memperbaiki performanya setelah tersandung dalam beberapa pertandingan terakhir. 

Mereka akan menjamu Cesc Fabregas dan kawan-kawan dari klub promosi, Como, dalam misi meraih tiga poin penuh.

Modal Kepercayaan Diri Inter

Inter akan bertamu ke markas Atalanta dengan motivasi tinggi setelah kemenangan dramatis mereka atas Monza, meski harus berjuang keras untuk mendapatkannya. 

Kemenangan di laga ini bisa semakin memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Serie A dan memberi tekanan kepada Napoli.

Simone Inzaghi pun tetap optimis meski hasil pertandingan terakhir timnya kurang maksimal. 

“Kami harus terus percaya diri dan bekerja keras untuk mempertahankan posisi ini. Kompetisi masih panjang, dan setiap poin sangat berharga," ujar Inzaghi setelah laga melawan Monza.

Dengan situasi papan atas yang sangat ketat, kemenangan di laga ini bisa menjadi kunci bagi Inter untuk terus bertahan di puncak klasemen dan memperbesar peluang mereka merebut Scudetto musim ini.

Napoli Ingin Mencuri Kesempatan

Sementara itu, juara bertahan Napoli juga bersiap untuk bertandang ke markas Venezia yang sedang berjuang menghindari degradasi. 

Jika tim asuhan Antonio Conte berhasil mengamankan kemenangan dan Inter tergelincir di markas Atalanta, maka Napoli bisa merebut puncak klasemen. 

Kemenangan ini sangat dibutuhkan oleh Napoli setelah kekalahan telak mereka dari Juventus dengan skor 4-0 pada laga sebelumnya.

Persaingan Ketat di Papan Atas

Selain persaingan Inter dan Napoli, persaingan untuk memperebutkan empat besar juga tidak kalah panas. 

Juventus yang pekan lalu mengalami kekalahan telak dari Atalanta 4-0, akan berusaha bangkit saat berhadapan dengan Bologna di laga berikutnya. 

Juve harus menang jika tak ingin posisinya di zona Liga Champions direbut oleh Lazio yang hanya terpaut satu poin di bawahnya.

Sementara itu, AC Milan akan menghadapi Como pada hari Sabtu (9/3). Tim asuhan Stefano Pioli tersebut masih berusaha menemukan konsistensinya setelah performa yang naik turun. 

Laga melawan Como bisa menjadi kesempatan emas bagi Milan untuk kembali ke jalur kemenangan.

Persaingan Semakin Panas

Dengan kompetisi yang semakin mendekati akhir musim, setiap pertandingan menjadi krusial bagi tim yang bersaing di papan atas maupun papan bawah klasemen Serie A. 

Inter yang kini memimpin klasemen tentu tidak ingin kehilangan peluang emas untuk meraih Scudetto setelah terakhir kali mereka menjuarainya pada musim 2020/2021. 

Namun, mereka harus waspada terhadap Atalanta yang punya potensi besar untuk menjegal langkah mereka.

Pertanyaannya sekarang, mampukah Inter mengatasi tekanan dan meraih kemenangan di kandang Atalanta? Atau justru sang tuan rumah yang akan kembali membuat kejutan? Patut kita nantikan keseruannya di akhir pekan ini!

Selasa, 04 Maret 2025

Juventus Menang 2-0 atas Hellas Verona: Thuram dan Koopmeiners Jadi Penentu Kemenangan

Juventus Menang 2-0 atas Hellas Verona Thuram dan Koopmeiners Jadi Penentu Kemenangan
Juventus Menang 2-0 atas Hellas Verona: Thuram dan Koopmeiners Jadi Penentu Kemenangan.

JAKARTA - Juventus kembali ke posisi empat besar Serie A setelah meraih kemenangan 2-0 atas Hellas Verona pada laga yang digelar Senin (4/3) waktu setempat. Dua gol di babak kedua menjadi penentu kemenangan bagi tim asuhan Thiago Motta ini.

Jalannya Pertandingan

Verona sebenarnya sempat mengejutkan Juventus ketika Tomas Suslov mencetak gol di akhir babak pertama. 

Namun, gol tersebut dianulir wasit karena offside. Hal ini membuat Juventus yang mendominasi pertandingan dengan 12 tembakan di babak pertama harus tetap bersabar mencari celah di pertahanan tim tamu.

Barulah pada menit ke-72, Khephren Thuram akhirnya memecah kebuntuan. Ia mencetak gol dengan tendangan first-time setelah menerima umpan dari Andrea Cambiaso. 

Kiper Verona, Lorenzo Montipo, yang tampil impresif sepanjang laga, akhirnya tak mampu membendung serangan Juventus.

Di menit akhir waktu normal, Teun Koopmeiners memastikan kemenangan Juventus dengan gol dari sudut sempit. 

Tendangannya yang akurat membuat kiper Verona tak berkutik, mengunci skor 2-0 untuk tim tuan rumah.

Juventus Semakin Dekat ke Puncak Klasemen

Kemenangan ini membuat Juventus kini berada di posisi keempat klasemen sementara Serie A dengan 59 poin, hanya terpaut enam poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan. 

Selain itu, Juve unggul dua poin dari Lazio yang berada di peringkat kelima dalam persaingan merebut tiket Liga Champions musim depan.

Sementara itu, Verona masih harus berjuang menjauh dari zona degradasi. Dengan hanya berjarak empat poin dari zona merah, tim asuhan Marco Baroni harus segera bangkit untuk mengamankan posisi mereka di Serie A.

Data Statistik: Pertahanan Kokoh Juventus

Juventus kembali menunjukkan soliditas pertahanannya dengan mencatatkan clean sheet ke-14 mereka musim ini, terbanyak dibandingkan tim lain di lima liga top Eropa. 

Selain itu, mereka berhasil memenangkan tiga pertandingan Serie A secara beruntun tanpa kebobolan untuk pertama kalinya dalam satu musim sejak Oktober-November 2023.

Secara statistik, Verona hanya mampu menciptakan peluang dengan nilai expected goals (xG) sebesar 0,28, sedangkan Juventus mencatatkan 1,85 xG. 

Ini menunjukkan bagaimana Juve tampil dominan sepanjang pertandingan dan mampu memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan.

Dengan kemenangan ini, Juventus semakin percaya diri dalam perburuan gelar dan tiket Liga Champions. 

Jika mereka mampu menjaga konsistensi performa seperti ini, bukan tidak mungkin Juve bisa terus menekan Inter di puncak klasemen. 

Sementara itu, Verona harus segera mencari solusi agar bisa keluar dari ancaman degradasi.

Senin, 03 Maret 2025

AC Milan 1-2 Lazio: Penalti Telat Pedro Perpanjang Tren Buruk Milan

AC Milan 1-2 Lazio: Penalti Telat Pedro Perpanjang Tren Buruk Milan
AC Milan 1-2 Lazio: Penalti Telat Pedro Perpanjang Tren Buruk Milan.

JAKARTA - AC Milan kembali mengalami kekalahan di Serie A setelah Lazio menang 2-1 di San Siro pada Minggu (3/3/2025). 

Gol penalti Pedro di menit akhir memastikan kemenangan tim tamu dan semakin menekan pelatih Milan, Sergio Conceicao.

Laga Berat di San Siro

Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Milan di liga, membuat mereka terdampar di peringkat kesembilan klasemen dengan selisih enam poin dari zona Eropa. 

Sebelum pertandingan, ultras Milan bahkan melakukan protes dengan meninggalkan tribun hingga menit ke-15 sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa tim.

Jalannya Pertandingan

Lazio unggul lebih dulu melalui gol Mattia Zaccagni di menit ke-28. Berawal dari tendangan Adam Marusic yang ditepis kiper Milan, Mike Maignan, Zaccagni langsung menyambar bola rebound untuk membawa tim tamu memimpin.

Milan mendapat pukulan berat di menit ke-67 setelah Strahinja Pavlovic diganjar kartu merah langsung akibat tekel keras terhadap Gustav Isaksen. 

Namun, tuan rumah tidak menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-83 melalui sundulan Samuel Chukwueze yang membentur mistar sebelum masuk ke gawang.

Saat laga tampak akan berakhir imbang, petaka datang bagi Milan. Di menit tambahan, wasit memberikan penalti untuk Lazio setelah Isaksen dijatuhkan oleh Maignan di kotak terlarang. 

VAR mengonfirmasi keputusan tersebut, dan Pedro dengan tenang mengeksekusi penalti untuk memastikan kemenangan Lazio di menit ke-97.

Tren Buruk Milan Berlanjut

Kekalahan ini semakin menegaskan krisis yang dialami Milan di bawah asuhan Conceicao. Meski sempat membawa tim meraih Supercoppa Italiana pada Januari lalu, Milan kini dalam tren negatif dengan tiga kekalahan beruntun di Serie A, sesuatu yang terakhir kali mereka alami pada awal 2023.

Musim ini, Milan juga menjadi salah satu tim dengan jumlah kartu merah terbanyak di Serie A, hanya kalah dari Hellas Verona yang sudah mengoleksi tujuh kartu merah.

Sementara itu, Lazio mencatat kemenangan langka di San Siro, menjadi kemenangan kedua mereka di markas Milan sejak musim 1994-95. 

Dengan tambahan tiga poin ini, Lazio kini naik ke peringkat keempat klasemen, tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Napoli.

Minggu, 02 Maret 2025

Napoli vs Inter Berakhir Imbang 1-1, Gol Telat Philip Billing Selamatkan Partenopei

Napoli vs Inter Berakhir Imbang 1-1, Gol Telat Philip Billing Selamatkan Partenopei
Napoli vs Inter Berakhir Imbang 1-1, Gol Telat Philip Billing Selamatkan Partenopei.

JAKARTA - Napoli berhasil mengamankan satu poin penting dalam perburuan gelar Serie A setelah bermain imbang 1-1 melawan Inter Milan di Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (2/3/2025) dini hari WIB. 

Gol telat dari Philip Billing memastikan Napoli tetap bersaing ketat di puncak klasemen bersama Inter.

Babak Pertama: Gol Indah Dimarco Bawa Inter Unggul

Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Napoli yang tampil di depan pendukungnya sendiri langsung mengambil inisiatif menyerang, namun justru Inter yang berhasil mencetak gol terlebih dahulu.

Federico Dimarco membuka keunggulan untuk Nerazzurri lewat tendangan bebas indah pada menit ke-22. 

Dari jarak sekitar 20 meter, ia sukses mengarahkan bola melewati pagar betis dan mengecoh kiper Napoli, Alex Meret. 

Gol ini membuat Inter sementara unggul 1-0 dan membungkam stadion yang penuh sesak oleh pendukung Partenopei.

Napoli mencoba merespons dengan beberapa peluang emas. Romelu Lukaku nyaris menyamakan kedudukan, namun tembakannya masih melebar. 

Giacomo Raspadori juga memiliki peluang, tetapi gagal menembus pertahanan kokoh Inter. 

Sementara itu, Josep Martinez, kiper pengganti Inter, tampil impresif dengan menggagalkan peluang Scott McTominay menjelang turun minum.

Babak Kedua: Napoli Terus Menekan, Billing Jadi Pahlawan

Memasuki babak kedua, Napoli meningkatkan intensitas serangan mereka. 

Beberapa peluang tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka kesulitan mencetak gol.

Inter yang unggul mencoba bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat. 

Meski demikian, tekanan dari Napoli terus berlanjut hingga menit-menit akhir pertandingan.

Upaya Napoli akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. 

Philip Billing yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti dan dengan tenang menyarangkan bola ke gawang Inter. 

Gol ini disambut sorak sorai ribuan suporter Napoli yang memenuhi stadion.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1, membuat persaingan di papan atas klasemen Serie A semakin ketat.

Persaingan Ketat di Puncak Klasemen

Hasil imbang ini membuat Inter tetap berada di puncak klasemen dengan 58 poin, hanya unggul satu poin dari Napoli yang mengoleksi 57 poin. 

Sementara itu, Atalanta yang sebelumnya ditahan imbang 0-0 oleh Venezia berada di posisi ketiga dengan 55 poin.

Menariknya, hasil imbang ini memperpanjang tren pertemuan berimbang antara kedua tim. 

Napoli dan Inter telah bermain imbang dalam dua pertemuan liga mereka musim ini, yang terakhir kali terjadi pada musim 2017-18. 

Selain itu, ini juga menjadi pertama kalinya dalam hampir satu dekade kedua tim mencatat tiga hasil imbang beruntun di Serie A.

Namun, bagi Napoli, hasil ini masih menyisakan kekhawatiran. Tim asuhan Antonio Conte kini telah melewati lima pertandingan Serie A tanpa kemenangan, dengan catatan empat hasil imbang dan satu kekalahan.

Meski demikian, persaingan menuju Scudetto masih sangat terbuka. Dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak, baik Napoli maupun Inter harus terus menjaga konsistensi jika ingin mengamankan gelar juara musim ini.

Atalanta Gagal Menang Lawan Venezia, Gasperini: Jangan Patah Semangat!

Atalanta Gagal Menang Lawan Venezia, Gasperini Jangan Patah Semangat!
Atalanta Gagal Menang Lawan Venezia, Gasperini: Jangan Patah Semangat!.

JAKARTA - Atalanta harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Venezia dalam lanjutan Serie A di Gewiss Stadium. 

Hasil ini membuat La Dea gagal menyamai perolehan poin Inter Milan yang berada di puncak klasemen sementara.

Meski mendominasi pertandingan, Atalanta tidak mampu menembus pertahanan solid Venezia. Beberapa peluang emas pun terbuang sia-sia. 

Davide Zappacosta dan Juan Cuadrado sempat mengenai mistar gawang di babak pertama, sementara Mateo Retegui melepaskan tembakan yang melambung di awal babak kedua.

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, mengakui bahwa hasil ini adalah kesempatan yang terlewatkan. Namun, ia menegaskan bahwa timnya tidak boleh patah semangat.

"Ini adalah sepak bola, tidak banyak yang bisa disalahkan," ujar Gasperini dalam konferensi pers usai pertandingan. 

"Para pemain sudah melakukan segalanya. Venezia adalah tim yang sulit, mereka tidak membiarkan kami bermain dengan ritme yang kami inginkan."

Menurutnya, jika sebuah tim tidak mampu mencetak gol lebih dulu, maka risiko kebobolan semakin besar. 

Meskipun Atalanta memiliki banyak peluang, ketajaman mereka di depan gawang masih kurang maksimal.

"Kami menciptakan banyak peluang, tetapi saat ini kami kurang akurat dalam penyelesaian akhir. 

Namun, para pemain tidak boleh kehilangan semangat. Serie A selalu menuntut perjuangan maksimal di setiap pertandingan," tambahnya.

Hasil ini tentu menjadi pukulan bagi Atalanta dalam persaingan menuju gelar juara, tetapi Gasperini yakin timnya bisa segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. 

Mereka harus tetap fokus dan bekerja keras menghadapi laga-laga berikutnya.

Atalanta kini harus segera melupakan hasil ini dan bersiap menghadapi tantangan selanjutnya. 

Apakah mereka bisa kembali ke jalur kemenangan? Kita tunggu aksi mereka di pertandingan mendatang!

Atalanta Gagal Menang, Ditahan Imbang 0-0 oleh Venezia

Atalanta Gagal Menang, Ditahan Imbang 0-0 oleh Venezia
Atalanta Gagal Menang, Ditahan Imbang 0-0 oleh Venezia.

PONTIANAK - Atalanta kehilangan kesempatan untuk mendekati puncak klasemen Serie A setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan tim papan bawah Venezia pada Sabtu (2/3). 

Hasil ini membuat Atalanta gagal menyamai perolehan poin pemuncak klasemen sementara, Inter Milan.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Gewiss Stadium, Atalanta tampil dominan sejak menit awal. 

Dua pemain sayap mereka, Davide Zappacosta dan Juan Cuadrado, nyaris mencetak gol, namun tembakan keduanya hanya mengenai mistar gawang. 

La Dea tampil agresif di babak pertama, tetapi tidak mampu menembus pertahanan rapat Venezia.

Mateo Retegui, yang menjadi pencetak gol terbanyak Serie A musim ini, juga menyia-nyiakan dua peluang emas sebelum jeda. 

Di babak kedua, striker andalan Atalanta itu kembali gagal memanfaatkan peluang emas pada menit ke-50, ketika tendangannya melambung di atas mistar dari jarak dekat.

Hasil imbang ini membuat tim asuhan Gian Piero Gasperini tetap berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 55 poin. 

Mereka tertinggal satu angka dari Napoli di posisi kedua dan dua poin dari Inter Milan, yang akan bertanding melawan Napoli di Stadio Diego Armando Maradona pada malam harinya. 

Sementara itu, Venezia tetap berada di peringkat ke-19 dengan 18 poin, terpaut lima angka dari Parma yang berada di zona aman.

Fakta Menarik: Atalanta Kembali Digagalkan Mistar Gawang

Atalanta kembali mengalami nasib kurang beruntung di depan gawang. 

Tembakan Zappacosta dan Cuadrado yang membentur mistar membuat mereka mencatatkan total 16 kali mengenai tiang gawang sepanjang musim ini, lebih banyak dari tim mana pun di Serie A.

Selain itu, ini adalah kali pertama sejak 2004 Atalanta bermain imbang tanpa gol dalam dua pertandingan kandang berturut-turut di Serie A. 

Sebelumnya, mereka juga ditahan 0-0 oleh Cagliari di Gewiss Stadium dua pekan lalu.

Sabtu, 01 Maret 2025

Inzaghi Tuntut Kesempurnaan dari Inter dalam Laga Penentu Lawan Napoli

Inzaghi Tuntut Kesempurnaan dari Inter dalam Laga Penentu Lawan Napoli
Inzaghi Tuntut Kesempurnaan dari Inter dalam Laga Penentu Lawan Napoli.

JAKARTA - Inter Milan akan menghadapi Napoli dalam laga yang bisa menjadi penentu perburuan gelar Serie A musim ini. 

Pelatih Inter, Simone Inzaghi, menegaskan bahwa timnya harus tampil sempurna untuk meraih kemenangan di pertandingan krusial ini.

Inter baru saja memastikan tempat di semifinal Coppa Italia setelah mengalahkan Lazio 2-0 di tengah pekan. 

Namun, kini fokus mereka beralih ke duel sengit di Stadio Diego Armando Maradona, di mana hanya satu poin yang memisahkan kedua tim di puncak klasemen Serie A.

Laga ini memiliki makna besar bagi Inter. Mereka akan memulai pertandingan sebagai pemuncak klasemen untuk kedua kalinya musim ini, setelah sebelumnya berada di posisi yang sama pada pertengahan September lalu saat bermain imbang 1-1 melawan Monza.

Laga yang Bisa Mengubah Peta Persaingan

Pertemuan antara Napoli dan Inter dalam posisi dua besar klasemen bukanlah hal baru. Sejak musim 2015-16, ini adalah kelima kalinya kedua tim berduel dalam situasi seperti ini. 

Dari empat pertemuan sebelumnya, tiga di antaranya berakhir imbang, termasuk hasil 1-1 di pertemuan pertama musim ini.

Menjelang pertandingan, Inzaghi tidak menutup-nutupi betapa pentingnya duel ini.

"Pertandingan ini bisa mengubah banyak hal. Kami harus melewati laga sulit ini dengan cara terbaik," kata Inzaghi.

"Di pertandingan-pertandingan besar, kami belum tampil sebaik musim-musim sebelumnya. Kami harus tampil sempurna."

Napoli dalam Tren Kurang Baik, tapi Tetap Berbahaya

Meskipun Napoli gagal menang dalam empat pertandingan terakhir di liga (3 imbang, 1 kalah), Inzaghi tetap memberikan pujian kepada tim asuhan Antonio Conte tersebut.

"Napoli telah mengubah formasi mereka dan memiliki pemain-pemain hebat serta pelatih luar biasa. Mereka sangat terorganisir dan tahu persis apa yang harus dilakukan di lapangan, baik dalam sistem yang satu maupun yang lainnya. Mereka layak mendapat pujian. Perjalanan mereka musim ini sangat baik, dan ini akan menjadi tantangan yang luar biasa," ujar Inzaghi.

Inter Tanpa Beberapa Pemain Kunci

Inter dipastikan tidak akan diperkuat oleh Yann Sommer, Carlos Augusto, Matteo Darmian, dan Nicola Zalewski dalam laga ini. Inzaghi pun harus melakukan beberapa penyesuaian taktik.

"Marcus Thuram telah berlatih dengan baik dan mungkin akan bermain, tetapi belum bisa dipastikan apakah dia akan menjadi starter," tambahnya.

Fokus di Semua Kompetisi

Selain bersaing di Serie A, Inter juga masih bertahan di Coppa Italia dan Liga Champions. Inzaghi pun mengapresiasi kerja keras timnya yang masih bersaing di semua kompetisi.

"Setiap pertandingan membutuhkan energi besar, tetapi kami adalah salah satu dari sedikit tim yang masih berjuang untuk semua target kami. Kami akan terus berusaha mencapai puncak, satu pertandingan dalam satu waktu," tegasnya.

Laga antara Napoli dan Inter diprediksi akan berlangsung sengit dan bisa menjadi titik balik dalam perburuan gelar Serie A musim ini. 

Akankah Inter mampu tampil sempurna dan membawa pulang tiga poin dari markas Napoli? Kita tunggu hasilnya!

Conte Ajak Napoli Nikmati Momen Perebutan Gelar Serie A

Conte Ajak Napoli Nikmati Momen Perebutan Gelar Serie A
Conte Ajak Napoli Nikmati Momen Perebutan Gelar Serie A.

JAKARTA - Napoli akan berusaha merebut kembali posisi puncak klasemen Serie A saat menjamu pemuncak klasemen, Inter Milan, di Stadio Diego Armando Maradona pada Sabtu ini.

Pelatih Napoli, Antonio Conte, mengajak para pemainnya untuk menikmati persaingan ketat dalam perebutan gelar juara Serie A menjelang laga besar melawan Inter. 

Saat ini, Napoli berada di posisi kedua dengan selisih hanya satu poin dari tim asuhan Simone Inzaghi dalam usaha mereka mempertahankan gelar Scudetto yang diraih pada musim 2022/23.

Namun, performa Napoli belakangan ini kurang meyakinkan. Mereka gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir di Serie A (3 imbang, 1 kalah). 

Conte tentu ingin mengembalikan timnya ke jalur kemenangan secepat mungkin. 

Sepanjang kariernya di Serie A, tim asuhan Conte belum pernah mengalami lima pertandingan tanpa kemenangan. 

Kekalahan mengejutkan dari Como di laga sebelumnya juga berpotensi membuat Napoli mengalami dua kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak Desember 2023.

Menurut data Opta, peluang Napoli meraih gelar juara hanya sebesar 24,2%, sementara Inter memiliki peluang 68%. Atalanta berada di posisi ketiga dalam perhitungan ini dengan peluang 7,1%.

Meski Napoli diragukan, Conte tetap percaya dengan kemampuan timnya. "Di luar posisi di klasemen, saya selalu berharap Napoli mulai menunjukkan bentuk terbaiknya setelah tujuh bulan saya menangani tim ini. Posisi kami saat ini seharusnya menjadi kebanggaan, bukan beban," ujar Conte dalam konferensi pers.

"Saya terus mengingatkan para pemain untuk menikmati momen ini. Kami bisa berada di posisi ini berkat kerja keras. Terkadang tekanan bisa bersifat positif, tapi di lain waktu bisa juga menjadi negatif. Yang penting adalah bagaimana kami menghadapinya."

Duel melawan Inter diprediksi akan berlangsung seru. Dalam 11 pertemuan terakhir di Serie A, Napoli hanya menang sekali atas Inter (4 imbang, 6 kalah). Sejak awal 2020, tidak ada tim lain yang lebih sering mengalahkan mereka dibandingkan Inter.

Selain itu, kedua tim juga mencatatkan jumlah gol terbanyak dari situasi high turnover di Serie A musim ini, masing-masing dengan enam gol. 

Namun, Napoli harus bermain tanpa gelandang andalan mereka, Andre-Frank Zambo Anguissa, yang absen karena cedera.

Saat ditanya siapa yang akan menggantikan Anguissa, Conte menjawab, "Pertanyaan yang bagus! Saya masih mempertimbangkannya. Ada beberapa opsi seperti Billy Gilmour atau Philip Billing. Keputusan akan dibuat berdasarkan evaluasi kondisi para pemain. Kami selalu mencari solusi terbaik untuk menghadapi situasi seperti ini."

Kabar baiknya, dua bek kiri Napoli, Mathias Olivera dan Leonardo Spinazzola, telah pulih dan siap bermain melawan Inter. 

"Spinazzola bermain penuh melawan Como dan kami mengatur latihannya sepanjang pekan ini. Sedangkan Olivera mengalami cedera betis yang cukup serius, tapi sekarang sudah membaik dan keduanya siap tampil," jelas Conte.

Laga Napoli vs Inter ini dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di Serie A musim ini. 

Mampukah Napoli kembali ke puncak klasemen, atau justru Inter yang semakin memperlebar jarak? Kita tunggu hasilnya pada Sabtu malam!

Jumat, 28 Februari 2025

Inter dan Napoli Bertemu di Laga Krusial Serie A, Atalanta Siap Mengintai

Inter dan Napoli Bertemu di Laga Krusial Serie A, Atalanta Siap Mengintai
Inter dan Napoli Bertemu di Laga Krusial Serie A, Atalanta Siap Mengintai.

JAKARTA - Inter Milan dan Napoli akan bertemu dalam duel penting yang bisa menjadi penentu musim ini pada Sabtu (waktu setempat). 

Namun, di tengah persaingan ketat ini, Atalanta siap memanfaatkan situasi untuk semakin mendekat dalam perburuan gelar Serie A.

Inter dan Napoli Tak dalam Performa Terbaik

Inter saat ini memimpin klasemen setelah menang tipis 1-0 atas Genoa dan memanfaatkan kekalahan Napoli 1-2 dari Como. 

Dengan selisih hanya satu poin, kedua tim masih memiliki 12 pertandingan tersisa untuk memperjuangkan gelar juara.

Namun, baik Inter maupun Napoli tengah mengalami penurunan performa. Inter hanya memenangkan dua dari lima laga terakhir mereka di Serie A, sementara Napoli belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir mereka. 

Sejak kehilangan Khvicha Kvaratskhelia yang pindah ke Paris Saint-Germain pada Januari lalu, Napoli terlihat kesulitan mempertahankan konsistensi permainan mereka.

Absennya Andre-Frank Zambo Anguissa karena cedera betis dan David Neres yang masih dalam pemulihan cedera hamstring semakin memperburuk kondisi Napoli. 

Di sisi lain, Inter juga kehilangan beberapa pemain kunci, termasuk Carlos Augusto, Matteo Darmian, Nicola Zalewski, dan kiper utama Yann Sommer yang masih dalam masa pemulihan pascaoperasi.

Statistik dan Rekor Pertemuan

Duel di Stadion Diego Armando Maradona ini menjadi pertemuan kelima dalam 10 musim terakhir di mana Inter dan Napoli bertarung sebagai dua tim teratas di klasemen Serie A. 

Dalam tiga dari empat pertemuan sebelumnya, laga berakhir imbang, termasuk pertandingan putaran pertama musim ini yang berakhir 1-1.

Napoli hanya mampu memenangkan satu dari 11 pertemuan terakhir melawan Inter di Serie A (seri 4, kalah 6). 

Sementara itu, Inter hanya kalah sekali dalam lima laga tandang terakhir mereka ke markas Napoli (menang 2, seri 2). 

Berdasarkan analisis Opta, Inter sedikit lebih diunggulkan dengan peluang kemenangan 40,2%, dibandingkan Napoli yang memiliki peluang 31,2%.

Atalanta Siap Memanfaatkan Situasi

Jika Atalanta berhasil mengalahkan Venezia yang berada di posisi kedua dari bawah sebelum laga Inter vs Napoli berlangsung, mereka akan menyamai perolehan poin Inter dan semakin membuka peluang dalam perebutan gelar Serie A.

Meski sempat mengalami masa sulit, termasuk tersingkir dari Liga Champions dan pengumuman bahwa pelatih Gian Piero Gasperini tidak akan memperpanjang kontraknya, Atalanta justru mampu memanfaatkan ketidakstabilan Inter dan Napoli untuk memangkas jarak poin.

Atalanta juga tidak memiliki masalah cedera baru dan bisa mengandalkan Mateo Retegui, pencetak gol terbanyak Serie A musim ini dengan 21 gol. 

Retegui bahkan sudah mencetak sembilan gol di tahun 2025, sejajar dengan Ousmane Dembélé dari Barcelona sebagai pencetak gol terbanyak di lima liga top Eropa tahun ini.

Persaingan di Papan Atas Semakin Ketat

Persaingan di papan atas Serie A semakin memanas, tidak hanya bagi Inter, Napoli, dan Atalanta, tetapi juga bagi AC Milan dan Juventus.

Milan mengalami penurunan performa sejak memenangkan Supercoppa Italiana di laga kedua pelatih Sergio Conceicao. 

Kekalahan beruntun dari Torino dan Bologna membuat posisinya sebagai pelatih mulai dipertanyakan. 

Jika kalah dari Lazio pada hari Minggu, Milan bisa mencatat tiga kekalahan beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak awal 2023.

Sementara itu, Juventus harus segera bangkit setelah tersingkir secara mengejutkan dari Coppa Italia oleh Empoli. 

Dengan empat kemenangan beruntun di Serie A, mereka kini menduduki posisi keempat target minimal yang harus dicapai oleh Thiago Motta untuk mempertahankan posisinya sebagai pelatih musim depan. 

Meski masih dihantui daftar cedera yang panjang, termasuk absennya Douglas Luiz, Juventus diprediksi masih cukup kuat untuk mengalahkan Hellas Verona pada hari Senin.

Laga antara Inter dan Napoli akhir pekan ini akan menjadi salah satu pertandingan paling krusial dalam perburuan gelar Serie A musim ini. 

Sementara kedua tim sedang mengalami inkonsistensi, Atalanta bisa menjadi kuda hitam yang siap menyalip mereka di puncak klasemen. 

Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap poin menjadi sangat berharga, dan hasil laga ini bisa berdampak besar pada jalannya perburuan Scudetto musim ini.

Bologna 2-1 AC Milan: Kekalahan di Menit Akhir Memperburuk Peluang Milan ke Empat Besar

Bologna 2-1 AC Milan: Kekalahan di Menit Akhir Memperburuk Peluang Milan ke Empat Besar
Bologna 2-1 AC Milan: Kekalahan di Menit Akhir Memperburuk Peluang Milan ke Empat Besar.

JAKARTA - AC Milan harus menelan kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Bologna dalam laga Serie A yang digelar pada Kamis (29/2). 

Sempat unggul lewat gol Rafael Leao di babak pertama, Rossoneri justru takluk 1-2 setelah Bologna bangkit dan mencetak dua gol di babak kedua. 

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Milan dalam perburuan posisi empat besar.

Jalannya Pertandingan

Laga yang awalnya dijadwalkan pada Oktober lalu namun tertunda karena banjir ini berlangsung sengit. Milan berhasil membuka keunggulan melalui aksi Rafael Leao dua menit sebelum turun minum. 

Pemain asal Portugal itu memanfaatkan peluang dengan baik dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Namun, Bologna langsung merespons cepat di babak kedua. Baru tiga menit setelah jeda, tuan rumah menyamakan kedudukan. 

Berawal dari tendangan bebas yang mengarah ke kotak penalti, Giovanni Fabbian menyundul bola yang kemudian disambar oleh Santiago Castro untuk mengoyak gawang Milan. 

Para pemain Milan sempat memprotes dugaan handball, tetapi VAR mengesahkan gol tersebut.

Milan berusaha kembali unggul, tetapi peluang Yunus Musah di menit ke-60 berhasil digagalkan oleh kiper Bologna, Lukasz Skorupski. 

Sial bagi Rossoneri, Bologna justru mencetak gol kemenangan di menit ke-82. 

Nicolo Cambiaghi mengirim umpan silang mendatar yang disambut oleh Dan Ndoye dengan sontekan tajam, memastikan kemenangan 2-1 untuk tuan rumah.

Hasil ini menjadi kemenangan pertama Bologna atas Milan di Serie A sejak 2016, sekaligus kemenangan kandang pertama mereka melawan Rossoneri sejak 2002.

Dampak Kekalahan bagi Milan

Dengan hasil ini, Milan kini tertahan di peringkat kedelapan klasemen Serie A dengan 41 poin. Mereka tertinggal delapan poin dari Juventus yang berada di posisi keempat, dengan hanya 12 laga tersisa. 

Jika tidak segera bangkit, peluang Milan untuk finis di zona Liga Champions musim depan bisa semakin sulit.

Performa Cemerlang Santiago Castro

Santiago Castro kembali menjadi bintang bagi Bologna. Pemain muda asal Argentina ini mencetak gol ketujuhnya di Serie A musim ini sebelum genap berusia 21 tahun. 

Ia menjadi pemain non-Italia kedua yang mencapai catatan ini dalam sejarah Bologna, setelah Harald Nielsen pada 1962-63.

Di antara pemain di lima liga top Eropa yang terlibat dalam setidaknya 10 gol musim ini, hanya Lamine Yamal dari Barcelona yang lebih muda dari Castro. Selain tujuh gol, Castro juga sudah mencatatkan empat assist.

Statistik Menarik

  • Milan hanya mampu menciptakan peluang dengan total expected goals (xG) sebesar 0.62, jauh di bawah Bologna yang mencapai 1.98 xG.
  • Rafael Leao mencetak gol keenamnya musim ini di Serie A, dengan semua golnya terjadi di laga tandang.

Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Milan jika mereka ingin tetap bersaing di papan atas. 

Dengan performa yang kurang konsisten, Rossoneri harus segera menemukan solusi untuk kembali ke jalur kemenangan. 

Sementara itu, Bologna terus menunjukkan peningkatan dan kini semakin dekat dengan peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan.