Berita Borneotribun.com: Robot Hari ini
Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Maret 2025

Google Gemini Just Got Physical: AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!

Google Gemini Just Got Physical AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!
Google Gemini Just Got Physical: AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!

JAKARTA - Google Gemini selama ini dikenal sebagai salah satu platform AI paling canggih di dunia. Tapi, sebelumnya, AI ini lebih fokus pada teks, gambar, dan pemrosesan informasi digital tanpa koneksi langsung ke dunia nyata. 

Nah, sekarang semua itu berubah! Google resmi menghadirkan Gemini Robotics dan Gemini Robotics-ER (Embodied Reasoning), yang bakal bikin AI ini makin greget karena bisa berinteraksi dengan dunia fisik.

AI + Robot = Masa Depan yang Makin Dekat!

Bisa dibilang, Google lagi bikin gebrakan besar di dunia AI dan robotika. Tujuan jangka panjangnya? Humanoid robot yang bisa berpikir dan bertindak layaknya manusia dengan dukungan model AI Gemini. 

Bayangkan kalau nanti ada robot-robot yang bisa bantu pekerjaan rumah, jadi asisten pribadi, bahkan menangani tugas-tugas kompleks di industri!

Beberapa perusahaan robot besar seperti Boston Dynamics udah siap buat ngegas bareng Google di proyek ini. 

Kalau dulu kita cuma bisa lihat robot bergerak dengan perintah terbatas, sekarang mereka bisa "belajar" sendiri dalam menghadapi situasi yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Robot Belajar Sendiri? Ini Bukti Nyatanya!

Salah satu demonstrasi keren dari Gemini Robotics adalah sepasang lengan robot yang berhasil melakukan slam dunk bola basket mainan tanpa pelatihan khusus. 

Iya, serius! Mereka cuma dikasih tantangan, lalu dengan cepat menganalisis cara terbaik buat nyelesein tugas itu. 

Ini nunjukin kalau AI Gemini bisa bikin robot belajar secara mandiri, kayak manusia yang belajar dari pengalaman.

Balapan Menuju Revolusi Robotik Makin Kencang!

Dengan hadirnya teknologi ini, jelas banget kalau kita udah masuk ke era baru di dunia AI dan robotika. 

Gak cuma sekadar chatbot atau AI yang jago bikin gambar, sekarang Gemini bisa menghubungkan kecerdasan digital dengan dunia nyata. Ini bisa jadi awal dari robot-robot yang benar-benar bisa membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Gimana menurut kamu? Udah siap belum kalau suatu hari nanti punya asisten robot yang bisa bantu kerjaan rumah atau bahkan nemenin ngobrol? Satu yang pasti, masa depan udah di depan mata, dan Google Gemini lagi bikin semuanya jadi nyata!

Rabu, 26 Februari 2025

Keren! Insinyur China Ciptakan Robot Pertama di Dunia yang Bisa Salto Depan

Keren! Insinyur China Ciptakan Robot Pertama di Dunia yang Bisa Salto Depan
Keren! Insinyur China Ciptakan Robot Pertama di Dunia yang Bisa Salto Depan. (Gambar: EngineAI)

JAKARTA - Dunia robotika kembali mencetak sejarah! Sebuah perusahaan asal China, Zhongqing Robotics atau dikenal sebagai EngineAI, baru saja memperkenalkan robot humanoid canggih bernama PM01. 

Robot ini diklaim sebagai yang pertama di dunia yang mampu melakukan salto ke depan dengan sukses.

Mengapa Salto Depan Begitu Sulit?

Mungkin Anda pernah melihat robot melakukan salto ke belakang. Atlas dari Boston Dynamics, misalnya, sudah mampu melakukannya sejak 2017. 

Namun, salto ke depan jauh lebih sulit. Saat manusia melakukan gerakan ini, keseimbangan tubuh lebih rentan terganggu karena kehilangan kontrol visual terhadap tanah. 

Selain itu, salto ke depan lebih banyak membebani otot perut dan fleksor pinggul, yang secara alami lebih lemah dibandingkan otot punggung dan kaki yang digunakan dalam salto ke belakang.

Namun, bagi robot seperti PM01, kendala ini bukan masalah besar. Robot tidak merasakan takut, tidak ragu sebelum melompat, dan tidak khawatir tentang pendaratan yang gagal. 

Dengan motor listrik yang kuat, sendi yang presisi, dan algoritma yang tepat, salto depan bisa dilakukan dengan sempurna.

Spesifikasi Canggih Robot PM01

Selain keahliannya dalam akrobatik, PM01 juga memiliki mobilitas yang luar biasa. Berikut beberapa spesifikasinya:

  • Memiliki 23 derajat kebebasan dalam gerakan anggota tubuhnya.
  • Torsi atau gaya puntir yang dihasilkan mencapai 300 N·m, memungkinkan pergerakan yang kuat dan stabil.
  • Beratnya hanya 40 kg, dengan tinggi 138 cm.
  • Harga robot ini sekitar USD 13.700 atau setara dengan Rp220 jutaan (kurs Rp16.000 per USD).

Dengan perkembangan ini, bukan tidak mungkin robot-robot seperti PM01 akan segera menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Mungkin di masa depan kita akan melihat robot yang tidak hanya jago salto, tetapi juga membantu berbagai pekerjaan manusia!

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik memiliki robot seperti ini di rumah?

Minggu, 02 Oktober 2022

Elon Musk Pamerkan Robot Humanoid Bernama Optimus Milik Tesla

Elon Musk Pamerkan Robot Humanoid Bernama Optimus Milik Tesla
Robot humanoid yang dikembangkan oleh Tesla, yang dikenal sebagai Tesla Bot atau Optimus, ditampilkan dalam tangkapan bingkai dari video Tesla AI Day (via REUTERS/TESLA)
borneoJakarta - Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk, Tesla, baru saja memamerkan robot "humanoid" bernama Optimus dalam ajang Tesla AI Day 2022 di Palo Alto, California.

Adapun robot dengan perawakan manusia itu disiapkan dengan biaya produksi kurang dari 20.000 dolar AS atau setara Rp306 juta.

"Masih banyak yang harus ditingkatkan untuk menyempurnakan Optimus," kata Elon saat memamerkan Optimus seperti dilansir dari Reuters, Sabtu.

Saat ini Optimus dinilai belum mampu memecahkan masalah sendiri dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk "otak"-nya.

Elon meyakini Optimus mampu masuk ke dalam proses pembuatan massal dan di pasarkan di industri.

Pada saat memamerkan robot Optimus, Tesla telah mampu meminta Optimus untuk bisa melakukan tugas-tugas sederhana seperti menyiram tanaman, membawa boks barang, hingga mengangkat potongan logam di stasiun produksi Pabrik Tesla di California.

Meski demikian Tesla menyakini masih dibutuhkan banyak langkah pemolesan untuk Optimus bisa menjadi solusi untuk industri.

Tak terkecuali untuk memenuhi keinginan Tesla menggunakan teknologi tersebut menggantikan posisi manusia di tempat kerja seperti pabrik.

Selain Tesla, perusahaan otomotif lainnya yang memiliki visi serupa saat ini ialah Toyota dan Honda.

Mereka telah mengembangkan prototipe robot humanoid yang mampu melakukan hal-hal lebih sulit dibanding Optimus.

Adapun langkah Tesla memamerkan Optimus sebenarnya bertujuan merekrut lebih banyak peneliti untuk mengembangkan kemampuan robot tersrbut.

Dalam kesempatan yang sama, Elon Musk juga memamerkan pengembangan teknologi "self-driving" yang telah berkembang pesat bahkan bisa mengambil keputusan lebih cepat dalam skema-skema tertentu ketika kemudi diserahkan pada software itu.

Terkait dengan itu, Elon Musk menyampaikan keinginannya agar Tesla bisa mencapai target mobil "self-driving" serta memproduksi massal taksi robot tanpa pengemudi di 2024.

Oleh : Livia Kristianti
Editor: Yakop

Jumat, 18 Juni 2021

Kekurangan Pekerja, Restoran Sewa Robot untuk Layani Pelanggan

Kekurangan Pekerja, Restoran Sewa Robot untuk Layani Pelanggan
ILUSTRASI. Gambar iStock

BORNEOTRIBUN JAKARTA - Seorang pemilik restoran di kota Ocean City, New Jersey, mengatakan, kekurangan tenaga kerja yang parah di kota resor pantai Jersey menyebabkan mereka harus menyewa sebuah robot untuk membantu membawa baki-baki berisi pesanan makanan ke meja-meja pelanggan.

Peanut adalah robot pekerja di restoran Island Grill Seafood & Steak House, New Jersey.

Robot yang mengantarkan pesanan makanan ke meja-meja pengunjung itu, disewa dari perusahaan Richtech Robotics seharga $ 2.000 setiap bulan, kata Andrew Yoa, koki yang bersama istrinya, Allison, memiliki restoran tersebut. ​

Robot yang membantu mengantar pesanan makanan kepada pelanggan di restoran (foto: ilustrasi).

"Jadi tahun ini, kami memiliki sebuah tantangan besar yaitu mendapatkan staf lagi. Pada tahun 2019, kami memiliki sekitar 87 pegawai. Tahun lalu, dengan adanya pandemi COVID, kami hanya menerima pesanan untuk makan di dalam restoran dan memiliki sekitar 21 pegawai. Jadi tahun ini, agar restoran dapat dibuka untuk makan pagi, makan siang dan makan malam, kami membutuhkan sekitar 80 pegawai. Saat ini, kami hanya memiliki pegawai antara 25 hingga mendekati 30. Karena itu kami tidak bisa buka untuk makan pagi dan makan siang. Jadi kami membutuhkan tenaga tambahan dan inilah salah satu jalan keluarnya, yaitu robot Peanut, yang dapat mengantarkan makanan pesanan dan membersihkan meja," jelas Andrew.

Ia menambahkan, robot itu menggantikan tenaga empat pekerja dan tidak membutuhkan waktu istirahat atau uang tips.

Pandemi virus corona yang berlangsung lebih dari setahun menyebabkan perekonomian menurun tajam dan jumlah orang kehilangan pekerjaan memecahkan rekor. Namun pemulihan yang terjadi dengan cepat, yang tidak diperkirakan sebelumnya, membuat kebanyakan perusahaan tidak dapat segera mengisi lowongan pekerjaan atau mendapatkan cukup pasokan untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Chef Yoa melihat sebuah diskusi online tentang robot dan mengatakan, ia menyewa robot Peanut karena merasa putus asa ingin menghasilkan pendapatan pada musim panas ini. Bisnisnya tidak menghasilkan pendapatan selama pandemi tahun lalu.

Robot barista ini membantu mengantar pesanan kopi kepada pelanggan (foto: ilustrasi).

Robot itu terhubung ke wi-fi restoran dan bernavigasi menggunakan sensor yang dipasang di langit-langit restoran.

Yoa mengatakan, robot Peanut menyediakan “tangan tambahan” untuk membawa baki-baki berisi makanan sehingga pramusaji tidak perlu masuk ke dapur untuk mengambil pesanan makanan dan tetap dapat berinteraksi dengan pelanggan.

Pramusaji restoran juga tidak perlu membawa baki makanan yang berat, itu artinya, akan mengurangi rasa lelah mereka.

Kristin Hahn, seorang pelanggan dari Hanover, Pennsylvania, yang sedang mengunjungi restoran itu mengatakan,​ "Robot itu menolong pramusaji untuk membawa makanan ke meja, dan itu lebih mudah dibandingkan jika si pramusaji harus membawanya sendiri."

Pelanggan lainnya, Michelle Simone, sambil tertawa mengatakan, "Saya ingin meninju robot itu. Suara robot itu menyeramkan. No, thank you."

Namun chef Yoa mengatakan, jika ia dapat memiliki cukup pegawai untuk bekerja di restorannya, ia mungkin akan memecat Peanut karena robot hanya bekerja jika seseorang memberinya perintah. [lj/uh]

Oleh: VOA