Berita Borneotribun.com: Mohamed Salah Hari ini
Tampilkan postingan dengan label Mohamed Salah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mohamed Salah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Maret 2025

6 Pengganti Realistis Mohamed Salah di Liverpool

6 Pengganti Realistis Mohamed Salah di Liverpool
6 Pengganti Realistis Mohamed Salah di Liverpool.

JAKARTA - Mohamed Salah telah menjadi ikon Liverpool selama bertahun-tahun. Kecepatan, ketajaman, dan konsistensinya menjadikan winger asal Mesir ini sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. 

Namun, dengan kontraknya yang akan habis di akhir musim ini, Liverpool harus mulai mempertimbangkan pengganti yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkannya.

Berikut adalah enam pemain yang bisa menjadi penerus Salah di Anfield:

1. Nico Williams

Pemain sayap muda Athletic Club ini mencuri perhatian di Euro 2024 bersama Spanyol. 

Dengan kecepatan luar biasa dan kemampuan menggiring bola yang memukau, Williams menjadi salah satu prospek paling menarik di Eropa. 

Namun, ada tantangan besar: ia lebih sering bermain di sisi kiri, bukan kanan seperti Salah. 

Jika Liverpool ingin mendatangkannya, Arne Slot harus menyesuaikan taktik tim.

2. Bryan Mbeumo

Bintang Brentford ini kerap kali disebut sebagai pemain paling underrated di Premier League. 

Mbeumo memiliki kecepatan, kekuatan fisik, dan kaki kiri mematikan—karakteristik yang mirip dengan Salah. 

Musim ini, ia menjadi andalan Brentford dalam mencetak gol, terutama saat Ivan Toney absen. 

Meskipun bukan pilihan yang paling glamor, Mbeumo bisa menjadi opsi ekonomis yang efektif bagi Liverpool.

3. Takefusa Kubo

Pemain Jepang yang kini bersinar di Real Sociedad ini adalah contoh klasik bakat yang berkembang pesat di La Liga. 

Kubo memiliki kemampuan menggiring bola yang luar biasa serta kreativitas tinggi. 

Meski statistik gol dan assist-nya belum sehebat Salah, ia bisa berkembang lebih jauh di tim yang lebih ofensif seperti Liverpool.

4. Johan Bakayoko

Slot pasti sudah tidak asing dengan Bakayoko, mengingat pemain ini adalah salah satu bintang PSV Eindhoven yang menghancurkan harapan Feyenoord meraih gelar Eredivisie musim lalu. 

Dengan kecepatan tinggi dan kemampuan mencetak gol dari sisi kanan, Bakayoko memiliki karakteristik yang mirip dengan Salah. 

Apalagi, ia sudah menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol saat PSV menang atas Liverpool di Liga Champions.

5. Jamie Bynoe-Gittens

Pemain muda Borussia Dortmund ini mulai mencuri perhatian di Bundesliga. Dengan kecepatan dan teknik dribel luar biasa, ia telah membukukan dua digit gol sejak Januari musim ini. 

Namun, sama seperti Nico Williams, ia lebih sering bermain di sisi kiri. 

Jika Liverpool mau bersabar dan melatihnya untuk bermain di kanan, Gittens bisa menjadi investasi jangka panjang yang sangat berharga.

6. Jarrod Bowen

Winger andalan West Ham ini sudah lama menjadi mimpi buruk bagi Liverpool. Dalam beberapa pertemuan terakhir, ia kerap mencetak gol dan memberikan assist yang menyulitkan The Reds. 

Bowen punya etos kerja luar biasa, kecepatan, dan kaki kiri yang mematikan. 

Namun, usianya yang sudah 28 tahun bisa menjadi pertimbangan Liverpool, karena mereka biasanya mencari pemain yang lebih muda untuk jangka panjang.

Menggantikan Salah bukanlah tugas mudah. Pemain seperti Williams dan Gittens mungkin memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan waktu untuk beradaptasi. 

Sementara itu, Mbeumo, Kubo, dan Bakayoko bisa menjadi solusi lebih cepat meski dengan risiko tertentu. 

Jika Liverpool ingin pemain yang siap pakai, Bowen mungkin menjadi pilihan paling aman.

Siapapun yang datang ke Anfield, satu hal pasti: Mohamed Salah akan selalu menjadi legenda Liverpool yang sulit tergantikan!

Jumat, 28 Februari 2025

Mohamed Salah layak menangkan Ballon d’Or musim ini, ambisi Liverpool meraih treble

Mohamed Salah layak menangkan Ballon d’Or musim ini, ambisi Liverpool meraih treble
Mohamed Salah layak menangkan Ballon d’Or musim ini, ambisi Liverpool meraih treble.

JAKARTA - Mohamed Salah seharusnya memenangkan Ballon d’Or. Tidak banyak pemain dalam sejarah sepak bola yang mampu tampil konsisten seperti bintang Liverpool ini sepanjang musim 2024/25.

Baru-baru ini, Salah kembali membuktikan kualitasnya dengan satu assist dalam kemenangan 2-0 Liverpool atas Newcastle, yang semakin mengukuhkan posisi The Reds di puncak klasemen Liga Inggris dengan selisih 13 poin. Statistiknya pun luar biasa: 30 gol dan 22 assist dalam 39 pertandingan musim ini.

Jika dibandingkan dengan pemain lain di 15 liga teratas dunia, tak ada yang memiliki kontribusi gol lebih banyak dari Salah. Raphinha dari Barcelona berada di posisi kedua dengan 42 kontribusi gol. 

Sementara itu, Kylian Mbappé dari Real Madrid dan Erling Haaland dari Manchester City baru mencatatkan 31 kontribusi gol.

Salah jelas unggul jauh dari para pesaingnya. Tidak ada lagi alasan untuk mempertanyakan apakah ia layak memenangkan Ballon d’Or pada Oktober mendatang. Namun, apakah penghargaan ini benar-benar penting?

Ballon d’Or: Penghargaan yang Subjektif

Pada akhirnya, Ballon d’Or hanyalah penghargaan yang dibuat oleh sebuah majalah Prancis dan ditentukan oleh sekelompok jurnalis. 

Sangat sedikit dari mereka yang benar-benar pernah bermain sepak bola secara profesional.

Penghargaan ini bersifat subjektif. Bahkan jika kita melihat secara objektif, Salah adalah pemain terbaik di dunia saat ini. 

Namun, hal itu sering kali tidak cukup untuk memenangkan Ballon d’Or. Seperti halnya Rodri di tahun 2024, Salah telah menjadi ikon sepak bola di tahun 2025, dan faktor ini bisa menjadi penentu kemenangan.

Untungnya, Salah sendiri tidak terjebak dalam euforia penghargaan individu. Fokus utamanya adalah kesuksesan tim. 

Liverpool saat ini berada di jalur untuk meraih tiga trofi, termasuk Liga Inggris dan Liga Champions.

Keberhasilan Kolektif Lebih Penting

Dalam wawancara dengan TNT Sports sebelum laga melawan Newcastle, Salah mengatakan bahwa musim ini adalah yang terbaik dalam kariernya. 

Bukan hanya karena jumlah golnya, tetapi juga karena ia mampu membuat rekan-rekannya bermain lebih baik.

"Saya merasa ini adalah musim terbaik saya karena saya membuat pemain lain di sekitar saya lebih baik. Itu yang saya rasakan. Jika Anda melihat statistik mereka, angka mereka lebih tinggi dari musim sebelumnya. Assist saya lebih banyak tahun ini, yang berarti saya banyak membantu mereka," kata Salah.

Perjalanannya bersama Liverpool bukan hanya soal gol dan assist. Dia telah menunjukkan bahwa dirinya bukan pemain yang egois. 

Selama delapan musim di Anfield, hanya sekali dia gagal mencatatkan dua digit assist. 

Tahun ini, ia semakin menikmati perannya sebagai kreator peluang untuk rekan-rekannya.

Lebih Dari Sekadar Ballon d’Or

Dengan Liverpool yang semakin dekat dengan gelar Liga Inggris, penghargaan individu seperti Ballon d’Or seharusnya menjadi perhatian kedua. 

Fokus utama Salah adalah membawa Liverpool kembali menjadi juara.

Menariknya, ketidakpastian masa depannya di Liverpool justru membuatnya tampil lebih lepas dan menikmati permainan. 

Saat melawan Newcastle, ia bahkan beberapa kali menggunakan umpan trivela khasnya dengan akurasi luar biasa, mengingatkan kita pada Luis Suárez di masa jayanya.

Suárez sendiri pernah gagal masuk nominasi Ballon d’Or pada 2014 meski mencetak 31 gol dan 15 assist dalam 37 pertandingan untuk Liverpool. 

Banyak yang menduga masalah disiplin menjadi alasan utamanya. 

Namun, absennya Suárez dari daftar nominasi tidak mengurangi status legendarisnya di mata fans Liverpool.

Begitu juga dengan Salah. Dengan torehan 350 gol dan assist, ia kini hanya tertinggal dari Ian Rush (429) dan Billy Liddell (360) dalam sejarah klub. 

Ia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu yang terbaik, dengan atau tanpa Ballon d’Or.

Jadi, apakah Mohamed Salah pantas memenangkan Ballon d’Or? Tentu saja. Tapi apakah kita harus peduli? Tidak juga. 

Karena yang lebih penting adalah bagaimana dia telah membawa Liverpool menuju kejayaan.

Senin, 24 Februari 2025

Mohamed Salah Cetak Sejarah dengan Gol untuk Liverpool Lawan Manchester City

Mohamed Salah Cetak Sejarah dengan Gol untuk Liverpool Lawan Manchester City
Mohamed Salah Cetak Sejarah dengan Gol untuk Liverpool Lawan Manchester City.
JAKARTA - Mohamed Salah kembali mencetak sejarah bersama Liverpool setelah mencetak gol ke gawang Manchester City dalam laga panas di Etihad Stadium. 

Gol ini bukan hanya memberikan keunggulan awal bagi The Reds, tetapi juga menandai pencapaian luar biasa bagi sang bintang asal Mesir.

Pertandingan baru berjalan 14 menit ketika Salah berhasil memecah kebuntuan. Gol ini tercipta berkat skema tendangan sudut yang brilian. 

Alexis Mac Allister mengirim umpan rendah ke tiang dekat, yang kemudian diteruskan dengan cerdik oleh Dominik Szoboszlai ke arah Salah. 

Tanpa ragu, Salah langsung melepaskan tembakan yang sempat membentur Nathan Ake sebelum masuk ke gawang Manchester City.

Gol ini menjadi yang ke-25 bagi Salah di Premier League musim 2024/25 dan gol ke-30 di semua kompetisi. 

Pencapaian ini membuatnya semakin dekat untuk menyamai rekor 44 gol dalam satu musim yang ia catat pada musim debutnya bersama Liverpool.

Ini bukan pertama kalinya Salah mencapai 30 gol dalam satu musim. Ini adalah musim kelima di mana ia berhasil mencetak setidaknya 30 gol di semua ajang bersama Liverpool. 

Sebelumnya, ia mencatat 31 gol di musim 2020/21 dan 2021/22, serta 30 gol di musim 2022/23 meskipun Liverpool mengalami penurunan performa saat itu.

Selain mencetak gol, Salah juga memberikan assist untuk gol kedua Liverpool yang dicetak oleh Szoboszlai sebelum turun minum. 

Ini merupakan kali ke-11 dalam musim 2024/25 di mana Salah berhasil mencetak gol sekaligus memberikan assist dalam satu pertandingan. 

Pencapaian ini belum pernah terjadi lagi di liga-liga top Eropa sejak Lionel Messi melakukannya untuk Barcelona pada musim 2014/15.

Liverpool saat ini sedang dalam performa luar biasa di bawah asuhan Arne Slot. 

Mereka telah melaju dengan mulus di fase liga Liga Champions yang baru, dengan hanya satu kekalahan saat menghadapi PSV Eindhoven – itupun terjadi dengan skuad yang dirotasi. 

Kini, The Reds berharap bisa mengulang pencapaian musim debut Salah, di mana mereka melaju hingga final Liga Champions.