Berita Borneotribun.com: Manchester City Hari ini
Tampilkan postingan dengan label Manchester City. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manchester City. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2025

Erling Haaland Pecahkan Rekor 30 Tahun di Premier League, Bukti Mesin Gol Man City!

Erling Haaland Pecahkan Rekor 30 Tahun di Premier League, Bukti Mesin Gol Man City!
Erling Haaland Pecahkan Rekor 30 Tahun di Premier League, Bukti Mesin Gol Man City!

JAKARTA - Manchester City memang lagi nggak dalam performa terbaiknya musim ini. Mereka harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Brighton & Hove Albion, yang bikin peluang mempertahankan gelar Premier League makin sulit. Sekarang, fokus utama City lebih ke amankan tiket Liga Champions. Tapi, di tengah kekecewaan itu, ada satu berita besar: Erling Haaland kembali bikin sejarah!

Haaland Pecahkan Rekor dengan 100 Keterlibatan Gol!

Baru 11 menit pertandingan berjalan di Etihad Stadium, Haaland udah bikin milestone baru. Lewat eksekusi penalti yang sempurna, striker asal Norwegia ini mencetak gol ke-84 di Premier League sejak bergabung dengan Man City pada 2022. Gol ini juga menjadikannya pemain tercepat yang mencapai 100 keterlibatan gol (gol + assist) di Premier League, dengan catatan 84 gol dan 16 assist dalam 94 pertandingan aja!

Rekor ini sebelumnya dipegang oleh legenda Premier League, Alan Shearer, yang butuh 100 pertandingan buat mencapai angka 100 keterlibatan gol. Sementara itu, pemain lain seperti Eric Cantona dan Mohamed Salah butuh 116 pertandingan, Sergio Aguero 118 pertandingan, dan Thierry Henry 121 pertandingan.

Berikut daftar 10 pemain tercepat yang mencapai 100 keterlibatan gol di Premier League:

Erling Haaland Pecahkan Rekor 30 Tahun di Premier League, Bukti Mesin Gol Man City!
Erling Haaland Pecahkan Rekor 30 Tahun di Premier League, Bukti Mesin Gol Man City!

Rekor 100 Gol Premier League di Depan Mata!

Setelah mencatatkan rekor ini, target Haaland berikutnya adalah mencetak 100 gol di Premier League. Saat ini, dia masih butuh 16 gol lagi buat mencapai angka tersebut. Kalau dia terus gacor, bisa aja rekor Alan Shearer sebagai pemain tercepat yang mencapai 100 gol Premier League (124 pertandingan) bakal pecah juga!

Haaland memang luar biasa. Dari 100 keterlibatan gol yang dia buat, 84%-nya adalah gol yang dia cetak sendiri. Itu bukti kalau dia benar-benar striker mematikan yang selalu haus gol! Sementara itu, pemain seperti Cantona lebih banyak berbagi assist, dengan rasio hampir 50:50 antara gol dan assist.

Meski Manchester City lagi kesulitan di musim ini, Haaland tetap menunjukkan kalau dia adalah salah satu striker terbaik di dunia saat ini. Dengan usia yang masih muda dan insting mencetak gol yang luar biasa, rasanya masih banyak rekor yang bakal dia pecahkan di masa depan!

Minggu, 16 Maret 2025

Guardiola Prediksi Persaingan Tiket Liga Champions Bakal Sengit Sampai Akhir Musim!

Guardiola Prediksi Persaingan Tiket Liga Champions Bakal Sengit Sampai Akhir Musim!
Guardiola Prediksi Persaingan Tiket Liga Champions Bakal Sengit Sampai Akhir Musim!

JAKARTA - Persaingan di Premier League makin panas! Pep Guardiola, pelatih Manchester City, memprediksi bahwa perburuan tiket Liga Champions akan berlangsung sengit hingga pekan terakhir musim ini. 

Apalagi, posisi lima besar kemungkinan besar cukup untuk memastikan satu tempat di kompetisi elite Eropa tersebut.

Manchester City sendiri masih terlibat dalam pertarungan ini, terutama setelah hasil imbang 2-2 melawan Brighton pada Sabtu lalu. 

Laga di Etihad Stadium itu berlangsung dramatis, di mana City sempat unggul lewat gol Erling Haaland dan Omar Marmoush. 

Namun, Brighton tak mau kalah. Pervis Estupinan mencetak gol indah lewat tendangan bebas, sebelum gol bunuh diri Abdukodir Khusanov membuat skor kembali imbang.

Hasil ini membuat City kehilangan poin berharga di kandang sendiri. Total, mereka sudah kehilangan sembilan poin dari posisi unggul di laga kandang musim ini, yang merupakan jumlah tertinggi sejak musim 2008-09 (12 poin).

City Masih Harus Berjuang

Kondisi ini tentu bikin Guardiola makin waspada. Apalagi, City baru saja kalah 1-0 dari Nottingham Forest di laga sebelumnya. 

Sekarang, mereka tertinggal enam poin dari posisi ketiga dan bisa saja berjarak empat poin dari Chelsea di peringkat keempat jika The Blues menang melawan Arsenal.

Namun, harapan masih ada. Jika salah satu dari lima tim Inggris yang berlaga di perempat final kompetisi Eropa menang, maka posisi lima besar Premier League akan cukup untuk lolos ke Liga Champions. Tapi Guardiola sadar, perjuangan belum selesai.

"Sembilan laga tersisa, sembilan final. Sepertinya akan seperti itu," kata Guardiola. "Kami punya pertandingan yang sulit. Situasinya mirip dengan saat melawan Nottingham Forest. Oke, kami tidak kalah. Tapi hasil ini tetap kurang bagus. Persaingan bakal ketat sampai akhir."

Mental Harus Kuat Sampai Akhir

Gelandang City, Ilkay Gundogan, juga merasa kecewa dengan hasil imbang ini. Menurutnya, City sebenarnya bermain cukup baik dan punya peluang untuk menang. 

Namun, setelah kebobolan gol kedua, mereka seolah kehilangan kepercayaan diri.

"Kami kecewa. Kami dua kali unggul, bermain cukup baik, tapi akhirnya hanya dapat satu poin. Rasanya frustrasi," kata Gundogan kepada BBC Sport.

"Kami sempat membatasi penguasaan bola mereka. Tapi setelah kebobolan gol kedua, kami jadi kehilangan rasa percaya diri dan semangat juang. Kami sedikit menurun dan memberikan mereka peluang mudah. Kami harus tetap tenang, karena kesalahan bisa terjadi di level ini."

Meskipun situasinya menantang, Gundogan menegaskan bahwa City harus tetap fokus dan menjaga mental juara mereka. 

"Kami harus menampilkan yang terbaik di setiap pertandingan. Kami ingin menyalurkan energi positif dalam permainan. Tapi kadang itu saja tidak cukup," tambahnya.

Dengan sembilan laga tersisa, semua masih bisa terjadi di Premier League. Guardiola dan anak asuhnya harus segera bangkit jika ingin mengamankan tempat di Liga Champions musim depan. 

Jadi, siap-siap aja, persaingan bakal makin panas sampai akhir musim!

Selasa, 11 Maret 2025

Manchester City Incar Eduardo Camavinga untuk Perombakan Skuad Musim Panas

Manchester City Incar Eduardo Camavinga untuk Perombakan Skuad Musim Panas
Manchester City Incar Eduardo Camavinga untuk Perombakan Skuad Musim Panas.

JAKARTA - Manchester City dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk merekrut gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, dalam upaya perombakan skuad mereka pada bursa transfer musim panas mendatang.

Perombakan Skuad Manchester City

Setelah mengalami awal musim 2024/25 yang mengecewakan, Man City mulai membangun kembali tim mereka pada Januari dengan mendatangkan Omar Marmoush, Abdukodir Khusanov, Vitor Reis, dan Nico Gonzalez dengan total biaya lebih dari £170 juta.

Namun, lini tengah masih menjadi perhatian utama bagi manajer Pep Guardiola. 

Ia ingin menyegarkan timnya yang mulai menua, dan menurut laporan dari Florian Plettenberg (Sky Germany), Camavinga menjadi salah satu target utama City.

Minat Serius pada Camavinga

City dikabarkan tengah “aktif” memantau Camavinga. Menariknya, pemain berusia 21 tahun ini diwakili oleh agen yang sama dengan Marmoush, yaitu CAA Stellar, yang sebelumnya telah membantu transfer Marmoush ke Etihad Stadium pada Januari lalu.

Meskipun dikenal sebagai salah satu gelandang muda terbaik di dunia, Camavinga belum menjadi starter reguler di Real Madrid sejak bergabung dari Rennes pada 2021. 

Hingga kini, ia telah mencatat lebih dari 170 penampilan bersama Los Blancos, membuktikan bahwa ia adalah pemain kunci dalam skuad Madrid.

Keberadaannya di tim semakin diperkuat dengan kontrak baru berdurasi enam tahun yang ia tandatangani pada November 2023. 

Namun, hingga kini, Camavinga belum membuat keputusan tentang masa depannya di Madrid.

Faktor Luka Modric dan Perubahan di Real Madrid

Masa depan Camavinga di Real Madrid bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah keberadaan Luka Modric. 

Gelandang veteran asal Kroasia itu akan berusia 40 tahun tahun ini, dan jika ia meninggalkan Madrid, Camavinga mungkin akan mendapatkan peran lebih besar di tim.

Selain itu, keputusan terkait siapa yang akan melatih Madrid musim depan juga bisa menjadi faktor penentu bagi masa depannya.

Manchester City Siap Belanja Besar di Musim Panas

Manchester City diprediksi akan terus memantau Camavinga serta beberapa target lainnya menjelang bursa transfer musim panas yang kemungkinan besar akan menjadi periode sibuk bagi klub. 

Beberapa pemain senior City juga dikabarkan bisa hengkang, termasuk Mateo Kovacic, Ilkay Gundogan, Bernardo Silva, dan bahkan Kevin De Bruyne.

Jika City benar-benar serius ingin mendatangkan Camavinga, mereka harus siap bersaing dengan klub-klub besar lainnya. 

Namun, dengan kekuatan finansial dan ambisi besar mereka, peluang The Citizens untuk mendapatkan tanda tangan sang gelandang muda tetap terbuka lebar.

Manchester City Pecat Gareth Taylor Lima Hari Sebelum Final Women's League Cup

Manchester City Pecat Gareth Taylor Lima Hari Sebelum Final Women's League Cup
Manchester City Pecat Gareth Taylor Lima Hari Sebelum Final Women's League Cup.

JAKARTA - Manchester City secara mengejutkan memecat pelatih kepala tim wanita, Gareth Taylor, hanya lima hari sebelum pertandingan final Women's League Cup melawan Chelsea. 

Klub langsung menunjuk mantan pelatih mereka, Nick Cushing, sebagai pengganti sementara.

Performa Menurun, Man City Bertindak

Manchester City mengalami penurunan performa sejak gagal meraih gelar Women's Super League (WSL) musim lalu karena selisih gol. 

Saat ini, mereka berada di posisi keempat klasemen dengan enam pertandingan tersisa. 

City tertinggal 12 poin dari pemimpin klasemen, Chelsea, sementara Arsenal dan Manchester United juga berada di atas mereka dengan satu pertandingan lebih sedikit.

Meskipun Taylor berhasil membawa City menang 2-0 atas Aston Villa di perempat final FA Cup pada hari Minggu lalu, manajemen tetap memutuskan untuk melakukan perubahan. 

Kemenangan itu pun menjadi laga terakhirnya sebagai pelatih kepala Manchester City Women.

Alasan Pemecatan dan Pernyataan Klub

Direktur pelaksana Manchester City, Charlotte O'Neill, menyatakan bahwa keputusan ini diambil demi memastikan tim tetap kompetitif di level tertinggi.

"Manchester City selalu berambisi untuk bersaing di puncak WSL dan mempertahankan catatan luar biasa dalam kompetisi Eropa. Sayangnya, hasil musim ini belum memenuhi standar tinggi tersebut," ujar O'Neill.

"Dengan enam laga tersisa di musim ini, kami percaya bahwa perubahan manajerial bisa membawa energi baru dalam usaha kami untuk lolos ke Women's Champions League 2025-26. Kami berterima kasih kepada Gareth atas dedikasinya selama bertahun-tahun di City. Gelar FA Cup dan League Cup yang ia menangkan akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub ini. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan."

Kembali ke Pelatih Lama: Nick Cushing

Manchester City kini kembali mempercayakan tim kepada Nick Cushing, yang pernah menangani tim pada periode 2013 hingga 2020. 

Di bawah asuhannya, City meraih gelar WSL pada 2016, FA Cup pada 2017, serta dua trofi League Cup pada 2014 dan 2016.

Tugas pertama Cushing adalah mempersiapkan tim menghadapi final Women's League Cup melawan Chelsea di Pride Park pada hari Sabtu mendatang. 

Selain itu, City juga akan menghadapi Chelsea tiga kali lagi sebelum akhir Maret, yaitu satu kali di WSL dan dua kali di perempat final Liga Champions.

Dengan sisa musim yang penuh tantangan, menarik untuk melihat apakah perubahan ini akan membawa dampak positif bagi Manchester City Women. 

Mampukah mereka bangkit dan mengakhiri musim dengan prestasi gemilang? Kita nantikan bersama!

Manchester City Berpisah dengan Gareth Taylor, Nick Cushing Ditunjuk sebagai Pelatih Interim

Manchester City Berpisah dengan Gareth Taylor, Nick Cushing Ditunjuk sebagai Pelatih Interim
Manchester City Berpisah dengan Gareth Taylor, Nick Cushing Ditunjuk sebagai Pelatih Interim.

JAKARTA - Manchester City resmi mengumumkan perpisahan dengan Gareth Taylor sebagai pelatih kepala setelah lima tahun menangani tim. 

Sebagai penggantinya, City menunjuk mantan pelatih mereka, Nick Cushing, sebagai pelatih interim hingga akhir musim.

Prestasi Gareth Taylor di Manchester City

Gareth Taylor pertama kali menangani tim wanita Manchester City pada tahun 2020 setelah sebelumnya bekerja di akademi klub. Di musim pertamanya, ia sukses membawa tim meraih gelar Piala FA.

Prestasi berlanjut pada 2022 ketika City kembali mencapai final Piala FA dan meraih gelar Piala Liga di tahun yang sama.

Musim lalu menjadi pencapaian terbaik City di bawah kepemimpinan Taylor di liga. Mereka bersaing ketat dengan Chelsea hingga pertandingan terakhir musim Women’s Super League (WSL). 

Meski berhasil menutup musim dengan kemenangan atas Aston Villa, mereka gagal menjadi juara karena kalah selisih gol.

Namun, musim ini City mengalami kesulitan. Cedera yang menimpa beberapa pemain kunci membuat tim kesulitan bersaing di papan atas. 

Saat ini, City berada di peringkat keempat klasemen WSL, terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen Chelsea.

Nick Cushing Kembali ke Manchester City

Untuk mengisi posisi pelatih kepala hingga akhir musim, City menunjuk Nick Cushing. Nama Cushing bukanlah sosok asing bagi klub, karena ia pernah menangani tim wanita Manchester City dari 2013 hingga 2020. 

Di bawah kepemimpinannya, City meraih gelar WSL, Piala FA, dan Piala Liga. Sebelum kembali ke City, Cushing melatih klub Major League Soccer (MLS), New York City FC.

Charlotte O’Neill, Managing Director Manchester City, menyatakan:

“Manchester City selalu berambisi untuk bersaing di puncak WSL dan mempertahankan rekam jejak gemilang dalam kompetisi Eropa. Sayangnya, hasil musim ini belum memenuhi standar tinggi yang kami tetapkan. Dengan enam pertandingan tersisa di WSL, kami percaya bahwa pergantian manajemen akan membawa semangat baru dalam perjuangan kami untuk memastikan kualifikasi ke Liga Champions Wanita UEFA 2025/26. Kami mengucapkan terima kasih kepada Gareth atas dedikasinya selama ini. Gelar Piala FA dan Piala Liga yang diraihnya akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan.”

Jadwal Berat Menanti Manchester City

Perubahan ini datang di tengah jadwal yang sangat padat bagi Manchester City. Baru saja meraih kemenangan di perempat final Piala FA melawan Aston Villa, City kini harus bersiap menghadapi Chelsea empat kali dalam tiga kompetisi berbeda dalam 13 hari ke depan. 

Laga pertama akan berlangsung akhir pekan ini di final Piala Liga.

Keputusan mengganti pelatih tentu menjadi langkah besar bagi City dalam menghadapi sisa musim ini. Apakah perubahan ini akan membawa dampak positif? Kita tunggu hasilnya di lapangan!

Rabu, 05 Maret 2025

Luis Enrique: Kemenangan atas Man City Ubah Segalanya untuk PSG

Luis Enrique: Kemenangan atas Man City Ubah Segalanya untuk PSG
Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique.

JAKARTA - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengungkapkan bahwa kemenangan timnya atas Manchester City di Liga Champions telah membawa perubahan besar dalam kepercayaan diri mereka. 

PSG kini bersiap menghadapi Liverpool dalam babak 16 besar Liga Champions pada Rabu mendatang.

Kemenangan Penting untuk PSG

PSG berhasil menaklukkan Manchester City dengan skor meyakinkan 4-2 di fase grup Liga Champions. 

Sejak saat itu, tim asal Paris ini tampil luar biasa dengan memenangkan 10 dari 11 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

Dua dari kemenangan tersebut terjadi saat PSG menghadapi Brest dalam babak play-off dua leg, di mana mereka menghancurkan sesama tim Ligue 1 itu dengan agregat 10-0. 

Hasil ini menjadikan PSG sebagai tim dengan kemenangan agregat terbesar dalam sejarah Liga Champions yang tidak kebobolan di fase gugur. 

Rekor ini hanya kalah dari Bayern Munich, yang pernah mengalahkan Sporting CP dengan agregat 12-1 di babak 16 besar musim 2008-09.

Dengan tren kemenangan ini, PSG semakin percaya diri saat bersiap menghadapi Liverpool, pemimpin klasemen sementara Premier League, di Parc des Princes.

Luis Enrique: "Kemenangan atas Man City Mengubah Segalanya"

Luis Enrique menyatakan bahwa kemenangan atas Manchester City menjadi titik balik bagi timnya.

"Saya pikir pertandingan melawan Manchester City mengubah sesuatu dalam tim kami karena cara kami menang di laga itu," ujar Luis Enrique.

"Sekarang ini adalah pertandingan yang berbeda, stadion yang berbeda, dan kami akan menghadapi mungkin tim terbaik di Eropa musim ini. Saya rasa ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa untuk disaksikan, dan kami berharap bisa mengelolanya dengan baik. Kami sangat menantikan pertandingan ini."

Rekor Pertemuan PSG vs Liverpool

Laga ini akan menjadi pertemuan ketiga PSG dan Liverpool di Liga Champions. Sebelumnya, kedua tim bertemu di fase grup musim 2018-19. 

Saat itu, Liverpool menang 3-2 di Anfield, tetapi kalah 1-2 saat bertandang ke Paris.

PSG saat ini sedang dalam tren positif di Liga Champions dengan lima kemenangan beruntun, mencetak 21 gol dan hanya kebobolan tiga kali dalam periode tersebut. 

Mereka terakhir kali memenangkan enam pertandingan berturut-turut di kompetisi ini pada musim 1994-95 di bawah asuhan Luis Fernandez.

Di sisi lain, Liverpool memiliki catatan buruk saat bertandang ke Prancis. 

The Reds tidak pernah menang dalam lima laga tandang terakhir mereka melawan tim Prancis di kompetisi Eropa (2 imbang, 3 kalah). 

Kemenangan tandang terakhir mereka di Prancis terjadi pada September 2008, ketika mereka mengalahkan Marseille 2-1 di Liga Champions.

Luis Enrique: "Menang di Leg Pertama Itu Penting, Tapi Tidak Menentukan"

Meskipun yakin dengan performa timnya, Luis Enrique menegaskan bahwa kemenangan di leg pertama belum tentu menentukan hasil akhir babak 16 besar.

"Saya pikir kami bisa kalah di pertandingan pertama dan menang di laga tandang, begitu juga sebaliknya," kata pelatih asal Spanyol itu.

"Ini adalah salah satu pertandingan terbaik yang bisa disaksikan di Eropa saat ini. Yang pasti, kami sedang dalam performa terbaik musim ini. Kami berharap dan akan berusaha untuk terus mempertahankannya."

Pertandingan PSG vs Liverpool ini akan menjadi salah satu laga yang paling dinantikan di babak 16 besar Liga Champions. 

Apakah PSG bisa melanjutkan tren kemenangan mereka, atau justru Liverpool yang akan menunjukkan dominasi mereka? Kita tunggu hasilnya!

Senin, 03 Maret 2025

Hasil Undian Perempat Final Piala FA: Fulham Hadapi Crystal Palace, Man City Tantang Bournemouth

Hasil Undian Perempat Final Piala FA Fulham Hadapi Crystal Palace, Man City Tantang Bournemouth
Hasil Undian Perempat Final Piala FA: Fulham Hadapi Crystal Palace, Man City Tantang Bournemouth.

JAKARTA - Undian babak perempat final Piala FA telah resmi dilakukan! Fulham akan berhadapan dengan Crystal Palace, sementara Manchester City harus bertandang ke markas Bournemouth.

Fulham Hadapi Crystal Palace di Kandang

Fulham berhasil melaju ke perempat final Piala FA setelah menang dramatis atas Manchester United melalui adu penalti. 

Setelah bermain imbang 1-1 di Old Trafford dan gagal mencetak gol di babak perpanjangan waktu, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Kiper Fulham, Bernd Leno, menjadi pahlawan setelah menggagalkan tendangan penalti dari Victor Lindelof dan Joshua Zirkzee. 

Kemenangan ini membawa The Cottagers ke perempat final untuk kedua kalinya dalam tiga musim terakhir, pencapaian yang sama dengan total perjalanan mereka di Piala FA sejak musim 2004-05 hingga 2021-22.

Di babak delapan besar, Fulham akan menjamu Crystal Palace di kandang sendiri. 

Duel ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim memiliki performa yang cukup seimbang di kompetisi domestik.

Manchester City Tantang Bournemouth

Manchester City akan menghadapi tantangan berat jika ingin lolos ke semifinal, karena mereka harus bertandang ke markas Bournemouth.

Tim asuhan Pep Guardiola lolos ke perempat final setelah susah payah mengalahkan Plymouth Argyle dengan skor 3-1. 

City baru bisa memastikan kemenangan di menit-menit akhir berkat dua gol dari pemain muda Nico O'Reilly, sebelum Kevin De Bruyne menutup laga dengan gol penentu.

Bournemouth saat ini sedang dalam performa apik dan akan menjadi lawan yang tidak bisa dianggap remeh oleh The Citizens.

Aston Villa vs Preston North End, Brighton Tunggu Lawan

Di laga lainnya, Aston Villa akan menghadapi Preston North End, satu-satunya tim dari divisi Championship yang masih bertahan di kompetisi ini. 

Menariknya, ini akan menjadi pertemuan pertama mereka sejak duel di Divisi Championship pada Desember 2018 yang berakhir imbang 1-1.

Sementara itu, Brighton akan menunggu pemenang antara Nottingham Forest dan Ipswich Town, yang baru akan bertanding pada Senin mendatang.

Jadwal Perempat Final Piala FA:

  • Fulham vs Crystal Palace
  • Manchester City vs Bournemouth
  • Aston Villa vs Preston North End
  • Brighton vs Nottingham Forest/Ipswich Town

Siapakah yang akan melaju ke semifinal? Kita tunggu keseruannya!

Hasil Undian Perempat Final FA Cup: Manchester City Bertemu Bournemouth, Aston Villa Hadapi Preston

Hasil Undian Perempat Final FA Cup: Manchester City Bertemu Bournemouth, Aston Villa Hadapi Preston
Hasil Undian Perempat Final FA Cup: Manchester City Bertemu Bournemouth, Aston Villa Hadapi Preston.

JAKARTA - Undian perempat final FA Cup telah resmi dilakukan, dengan sejumlah pertandingan menarik yang akan digelar. Manchester City akan bertandang ke markas Bournemouth dalam laga utama babak delapan besar, sementara Aston Villa akan menghadapi Preston North End.

Perjalanan Manchester City dan Aston Villa ke Perempat Final

Manchester City berhasil melangkah ke perempat final setelah mengalahkan Plymouth Argyle dengan skor 3-1 pada Sabtu lalu. 

Sementara itu, Aston Villa mengamankan tiket setelah menang atas Cardiff City dalam pertandingan yang digelar Jumat malam.

Kini, City harus menghadapi tantangan dari Bournemouth, tim yang tengah menunjukkan performa apik di bawah asuhan Andoni Iraola. 

Sementara itu, Aston Villa akan bertandang ke markas Preston North End yang sukses menyingkirkan Burnley di babak sebelumnya.

Hasil Undian Perempat Final FA Cup

Berikut adalah hasil lengkap undian perempat final FA Cup:

  • Fulham vs Crystal Palace
  • Preston North End vs Aston Villa
  • Bournemouth vs Manchester City
  • Brighton & Hove Albion vs Nottingham Forest atau Ipswich Town

Jadwal Pertandingan Perempat Final FA Cup

Keempat pertandingan perempat final ini akan digelar setelah jeda internasional, tepatnya pada akhir pekan 29-30 Maret. 

Seperti babak sebelumnya, tidak ada pertandingan ulang jika laga berakhir imbang. 

Jika skor tetap sama hingga akhir waktu normal, pertandingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti jika diperlukan.

Menuju Semifinal di Wembley

Setelah perempat final, dua pertandingan semifinal akan dimainkan di Stadion Wembley pada akhir April. 

Pemenang dari babak ini akan melangkah ke partai final yang dijadwalkan berlangsung di tempat yang sama pada Sabtu, 17 Mei.

Siapakah yang akan melangkah ke babak selanjutnya dan mendekati trofi FA Cup? Kita nantikan hasilnya di bulan Maret mendatang!

Minggu, 02 Maret 2025

Manchester City 3-1 Plymouth Argyle: O'Reilly Bersinar, The Citizens Lolos ke Perempat Final FA Cup

Manchester City 3-1 Plymouth Argyle O'Reilly Bersinar, The Citizens Lolos ke Perempat Final FA Cup
Manchester City 3-1 Plymouth Argyle: O'Reilly Bersinar, The Citizens Lolos ke Perempat Final FA Cup.

JAKARTA - Perjalanan dongeng Plymouth Argyle di FA Cup harus berakhir setelah Manchester City berhasil menang 3-1 berkat dua gol dari pemain muda mereka, Nico O'Reilly.

Comeback Manchester City Setelah Tertinggal Lebih Dulu

Manchester City harus bekerja keras untuk mengamankan tiket ke perempat final FA Cup setelah sempat tertinggal lebih dulu dari Plymouth Argyle. 

Gol mengejutkan dari Maksym Talovierov di babak pertama sempat membuat para penggemar City terkejut, tetapi tekanan yang terus-menerus akhirnya membuahkan hasil bagi tim asuhan Pep Guardiola.

Seperti yang diperkirakan, City tampil dominan sejak awal pertandingan. Ilkay Gundogan hampir membuka keunggulan lewat sundulannya setelah menerima umpan matang dari Bernardo Silva, tetapi kiper Plymouth, Conor Hazard, melakukan penyelamatan gemilang. T

ak lama berselang, Gundogan kembali mengancam lewat tendangan kaki kiri yang sayangnya hanya membentur tiang gawang.

Namun, kejutan terjadi di menit ke-38. Dari situasi sepak pojok pertama bagi Plymouth, Talovierov berhasil memenangkan duel udara dan menanduk bola ke gawang Stefan Ortega. 

Gol ini membuat sekitar 8.000 suporter Plymouth yang hadir di stadion bersorak kegirangan.

O'Reilly Jadi Pahlawan Kemenangan City

City terus mencari gol penyeimbang, dengan Vitor Reis yang hampir mencetak gol lewat sundulannya, sementara Hazard juga harus berjuang keras menepis tembakan rendah Kevin De Bruyne. 

Namun, usaha mereka akhirnya membuahkan hasil tepat sebelum jeda babak pertama.

O'Reilly sukses menyamakan skor dengan sundulan yang memanfaatkan tendangan bebas De Bruyne. 

Bola sempat mengenai tangan Hazard sebelum masuk ke gawang, membuat skor menjadi 1-1.

Di babak kedua, City terus menekan hingga akhirnya membalikkan keadaan. O'Reilly kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan sepak pojok dari Phil Foden. Sundulannya yang akurat membawa City unggul 2-1.

Gol terakhir datang di menit ke-90. Kali ini, De Bruyne yang memastikan kemenangan City setelah menerima umpan dari Erling Haaland di dalam kotak penalti. 

Skor 3-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Catatan Menarik: Sinyal Bahaya untuk Guardiola?

Meskipun City berhasil melaju ke perempat final, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh Pep Guardiola. 

FA Cup kini menjadi satu-satunya peluang City untuk meraih trofi musim ini, tetapi mereka masih menunjukkan kelemahan dalam pertahanan.

Sepanjang musim ini, City telah kebobolan gol pertama dalam 19 pertandingan di semua kompetisi, jumlah yang sama dengan musim pertama Guardiola di klub (2016-17). 

Selain itu, mereka juga telah kebobolan 63 gol sepanjang musim ini, angka tertinggi sejak Guardiola menangani tim.

Namun, City tetap menunjukkan dominasi mereka di ajang FA Cup. Kemenangan atas Plymouth ini memperpanjang rekor kemenangan kandang mereka di FA Cup menjadi 15 laga berturut-turut sejak terakhir kali kalah dari Middlesbrough pada Januari 2015.

Di sisi lain, bintang kemenangan kali ini adalah Nico O'Reilly. Pemain berusia 19 tahun 345 hari ini menjadi pencetak dua gol termuda untuk City di semua kompetisi sejak Phil Foden pada 2019. Penampilannya yang impresif tentu menjadi angin segar bagi The Citizens.

Dengan kemenangan ini, Manchester City kini siap menghadapi perempat final FA Cup. Apakah mereka bisa melaju hingga ke final dan meraih gelar musim ini? Kita tunggu saja!

Man City 3-1 Plymouth: O'Reilly Bawa The Cityzens ke Perempat Final Piala FA

Man City 3-1 Plymouth O'Reilly Bawa The Cityzens ke Perempat Final Piala FA
Man City 3-1 Plymouth: O'Reilly Bawa The Cityzens ke Perempat Final Piala FA.

JAKARTA - Manchester City sukses melaju ke perempat final Piala FA setelah mengalahkan Plymouth Argyle dengan skor 3-1 pada Sabtu malam (2/3/2024). 

Dalam pertandingan ini, Nico O'Reilly menjadi bintang dengan mencetak dua gol yang membantu City bangkit dari ketertinggalan.

Jalannya Pertandingan

Pep Guardiola melakukan rotasi besar dengan mengganti seluruh 11 pemain dibandingkan laga sebelumnya melawan Tottenham Hotspur. 

Sempat kesulitan di awal laga, City justru kebobolan lebih dulu melalui gol Maksym Talovierov di menit ke-38. 

Bek Plymouth itu memanfaatkan sepak pojok dengan tandukan tajam yang gagal dihentikan kiper Stefan Ortega.

Namun, Man City segera membalas sebelum turun minum. O'Reilly berhasil menyundul bola dari umpan Kevin De Bruyne, membuat skor imbang 1-1.

Memasuki babak kedua, City terus menekan pertahanan Plymouth. Erling Haaland yang baru masuk sempat membuang beberapa peluang. 

Butuh hingga menit ke-76 bagi City untuk akhirnya unggul, lagi-lagi lewat sundulan O'Reilly dari skema sepak pojok.

Di penghujung laga, De Bruyne memastikan kemenangan dengan mencetak gol ketiga di menit ke-90. 

Hasil ini memastikan langkah The Cityzens ke babak perempat final, sementara Plymouth tetap bisa berbangga dengan perjalanan luar biasa mereka di Piala FA musim ini.

Rating Pemain Man City (Formasi 4-2-3-1)

  • GK: Stefan Ortega – 6.5
  • RB: Rico Lewis – 7.2
  • CB: Vitor Reis – 7.9
  • CB: Nathan Ake – 6.9
  • LB: Nico O'Reilly – 8.9 ⭐ (Man of the Match)
  • CM: Ilkay Gundogan – 7.9
  • CM: Bernardo Silva – 7.9
  • AM: Kevin De Bruyne – 8.9
  • RW: James McAtee – 6.9
  • ST: Phil Foden – 8.3
  • LW: Jack Grealish – 8.3

Pemain Pengganti:

  • Ruben Dias (46' untuk Ake) – 6.9
  • Erling Haaland (59' untuk McAtee) – 7.0
  • Nico Gonzalez (83' untuk Foden) – N/A
  • Cadangan yang tidak dimainkan: Ederson (GK), Josko Gvardiol, Matheus Nunes, Jeremy Doku, Omar Marmoush, Savinho.

Rating Pemain Plymouth (Formasi 3-4-3)

  • GK: Conor Hazard – 7.1
  • CB: Maksym Talovierov – 7.3
  • CB: Julio Pleguezuelo – 6.0
  • CB: Nikola Katic – 5.5
  • RWB: Bali Mumba – 6.2
  • CM: Darko Gyabi – 6.5
  • CM: Malachi Boateng – 6.3
  • LWB: Nathanael Ogbeta – 5.9
  • RW: Matthew Sorinola – 7.6
  • ST: Mustapha Bundu – 6.7
  • LW: Callum Wright – 6.4

Pemain Pengganti:

  • Jordan Houghton (64' untuk Gyabi) – 6.3
  • Rami Al Hajj (64' untuk Mumba) – 5.9
  • Michael Baidoo (64' untuk Bundu) – 5.8
  • Tymoteusz Puchacz (71' untuk Ogbeta) – 5.9
  • Kornel Szucs (80' untuk Sorinola) – 6.0
  • Cadangan yang tidak dimainkan: Daniel Grimshaw (GK), Joe Edwards, Victor Palsson, Caleb Roberts.

Man of the Match: Nico O'Reilly (Man City)

Dua gol sundulan O'Reilly menjadi kunci kemenangan City. Pemain muda ini tampil luar biasa dengan kerja keras dan ketenangannya di kotak penalti.

Kemenangan ini membuat Man City semakin dekat dengan trofi Piala FA. Sementara itu, Plymouth bisa pulang dengan kepala tegak setelah tampil luar biasa sepanjang turnamen. 

Bagaimana menurut kalian? Apakah Man City akan melangkah hingga final? Beri pendapat kalian di kolom komentar!

Sabtu, 01 Maret 2025

Julian Alvarez Ungkap Alasan Meninggalkan Manchester City

Julian Alvarez Ungkap Alasan Meninggalkan Manchester City
Julian Alvarez Ungkap Alasan Meninggalkan Manchester City.

JAKARTA - Julian Alvarez akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Atletico Madrid pada Agustus 2024. 

Striker asal Argentina itu mengaku perannya yang terbatas selama musim 2022/23 menjadi faktor utama keputusannya untuk mencari tantangan baru.

Kurangnya Kesempatan di Laga Penting

Manchester City sukses menjuarai Liga Champions 2022/23 setelah mengalahkan Inter Milan di partai final. Namun, Alvarez sama sekali tidak dimainkan dalam laga tersebut. 

Ia juga hanya mendapat satu menit bermain di leg kedua semifinal melawan Real Madrid, meskipun berhasil mencetak gol dalam waktu singkat itu.

“Sebenarnya, sejak saya tiba di City, mereka sudah percaya kepada saya. Mereka membawa saya dari River Plate ke Eropa. Saya bermain di banyak pertandingan, mencetak banyak gol, dan memenangkan banyak gelar. Itu semua luar biasa,” ujar Alvarez kepada Infobae.

“Tapi ada sesuatu dalam diri saya yang mengatakan bahwa saya butuh tantangan baru. Bukan soal motivasi, karena saya selalu ingin berkembang, tapi lebih kepada mencari tempat di mana saya bisa mengembangkan diri lebih baik dan menemukan versi terbaik saya sebagai pesepakbola.”

Alvarez menegaskan bahwa ia ingin bermain di laga-laga besar. “Di final Liga Champions, saya tidak dimainkan. Di semifinal, saya tidak banyak bermain. Saya ingin ambil bagian dalam pertandingan-pertandingan penting seperti itu,” tambahnya.

Statistik di Manchester City dan Kiprah di Atletico Madrid

Selama berseragam Manchester City, Alvarez mencatatkan 36 gol dan 17 assist dalam 103 penampilan. 

Meski 61 di antaranya sebagai starter, mayoritas kesempatan bermainnya datang ketika Erling Haaland sedang cedera atau diistirahatkan. 

Bahkan, Pep Guardiola sempat beberapa kali menempatkannya di posisi gelandang untuk mengakomodasi kehadiran Haaland.

Keputusan Alvarez untuk pindah ke Atletico Madrid pun langsung membuahkan hasil. 

Sejak bergabung dengan klub asuhan Diego Simeone, ia sudah mencetak 20 gol dan membentuk duet tajam bersama Antoine Griezmann di lini depan Los Rojiblancos.

Kepergian Alvarez dari Manchester City mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, tetapi keinginannya untuk mendapatkan peran lebih besar dan bermain di laga-laga penting menjadi alasan kuat di balik kepindahannya. 

Kini, ia tengah menikmati babak baru dalam kariernya di La Liga bersama Atletico Madrid.

Jumat, 28 Februari 2025

Manchester City Kembali Dihadapkan pada Investigasi Keuangan Setelah Laporan dari Presiden La Liga

Manchester City Kembali Dihadapkan pada Investigasi Keuangan Setelah Laporan dari Presiden La Liga
Manchester City Kembali Dihadapkan pada Investigasi Keuangan Setelah Laporan dari Presiden La Liga.

JAKARTA - Manchester City kembali menghadapi masalah terkait keuangan mereka setelah Presiden La Liga, Javier Tebas, melaporkan klub tersebut ke Komisi Eropa atas dugaan pelanggaran aturan keuangan.

Sebagai juara bertahan Premier League, City sebelumnya telah dituduh melanggar 115 aturan keuangan liga dari tahun 2009 hingga 2018. 

Kini, klub yang dimiliki oleh City Football Group itu harus menghadapi penyelidikan baru dari Komisi Eropa setelah Tebas menuduh mereka melanggar aturan terkait perusahaan milik negara.

Tuduhan dari Javier Tebas

Dalam acara FT Business of Football Summit, Tebas menyatakan bahwa Manchester City memiliki banyak perusahaan di luar struktur resmi City Football Group yang digunakan untuk menyalurkan pengeluaran mereka.

"City memiliki banyak perusahaan di luar City Football Group, perusahaan tambahan tempat mereka menaruh pengeluaran mereka," kata Tebas. "Perusahaan-perusahaan ini mengalami kerugian, tetapi bukan klub itu sendiri. Kami telah melaporkan Manchester City ke Uni Eropa. Kami memiliki data dan fakta yang mendukung laporan ini."

Tebas menegaskan bahwa penting bagi semua klub untuk tunduk pada aturan transparansi dan tata kelola yang sama, baik dalam aspek olahraga maupun keuangan.

"Kasus City ini adalah contoh di mana kami percaya mereka menaruh kerugian pada perusahaan-perusahaan yang secara resmi bukan bagian dari City Football Group," lanjut Tebas. 

"Mereka memiliki perusahaan pemandu bakat, perusahaan pemasaran, dan di situlah mereka mencatat pengeluaran besar. 

Mereka hanya menagih City dengan jumlah yang lebih kecil, sehingga biaya yang ditanggung klub menjadi lebih rendah daripada yang seharusnya."

Manchester City Membantah Tuduhan

Sejauh ini, Manchester City tetap membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada mereka. 

Klub menegaskan bahwa laporan keuangan mereka yang dipublikasikan tidak menunjukkan adanya pelanggaran.

Sementara itu, CEO Premier League, Richard Masters, juga memberikan komentar terkait kasus ini. 

Ia menyatakan bahwa panel disiplin telah menyelesaikan sidang mengenai 115 tuduhan terhadap City dan saat ini sedang dalam tahap pertimbangan.

"Panel disiplin telah mendengar kasus ini dan mereka harus dibiarkan bekerja dengan tenang untuk mengambil keputusan yang tepat," ujar Masters.

Kasus ini tentu menjadi perhatian besar bagi dunia sepak bola, terutama bagi klub-klub yang berkompetisi di Eropa. 

Jika Manchester City terbukti bersalah, bukan tidak mungkin mereka akan menghadapi sanksi berat, termasuk potensi denda besar atau bahkan larangan berkompetisi di Liga Champions.

Untuk saat ini, para penggemar Manchester City dan pencinta sepak bola global hanya bisa menunggu keputusan akhir dari penyelidikan yang sedang berlangsung.

Ange Postecoglou Bela Keputusan Rotasi Pemain Saat Tottenham Kalah dari Man City

Ange Postecoglou Bela Keputusan Rotasi Pemain Saat Tottenham Kalah dari Man City
Ange Postecoglou Bela Keputusan Rotasi Pemain Saat Tottenham Kalah dari Man City.

JAKARTA - Manajer Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, menegaskan bahwa dirinya punya hak penuh untuk merotasi skuadnya dalam kekalahan melawan Manchester City pada Rabu malam.

Dalam beberapa pekan terakhir, Postecoglou tidak memiliki banyak pilihan dalam skuadnya karena masalah kebugaran pemain. 

Namun, dengan semakin banyak pemain yang kembali pulih, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan istirahat kepada beberapa pemain kunci yang telah bekerja keras sepanjang musim.

Pada laga melawan Man City, kapten tim Son Heung-min, serta dua pemain andalan Tottenham musim ini, Dejan Kulusevski dan Djed Spence, semuanya memulai pertandingan dari bangku cadangan. 

Spurs menjalani babak pertama yang sulit dan beruntung hanya tertinggal satu gol saat jeda. 

Namun, mereka tampil lebih baik di babak kedua setelah Postecoglou memasukkan Son, Kulusevski, Spence, dan Pape Sarr secara bersamaan.

Sayangnya, meskipun bermain lebih agresif di babak kedua, Tottenham tetap gagal menembus gawang yang dijaga Ederson. Namun, Postecoglou menegaskan bahwa rotasi yang dilakukannya adalah keputusan yang tepat.

"Saya tidak bisa terus mengeluhkan minimnya opsi pemain, lalu tidak memanfaatkan skuad yang ada," ujar pelatih asal Australia itu. 

"Sonny, Deki, dan Djed sudah bermain dalam banyak pertandingan, jadi memberi mereka waktu istirahat sebentar sangat penting. Lebih dari itu, saya sekarang punya lebih banyak pemain yang siap tampil."

"Brennan [Johnson] akhirnya bisa bermain penuh 90 menit untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama. Kami akan memiliki lebih banyak opsi yang sangat dibutuhkan, terutama karena kami harus menghadapi jadwal padat di Liga Europa dan Premier League secara beruntun."

Kekalahan ini membuat Tottenham tertahan di peringkat ke-13 klasemen Premier League. 

Kini, fokus mereka beralih ke kompetisi Eropa, di mana mereka akan menghadapi AZ Alkmaar di babak 16 besar Liga Europa. 

Spurs akan bertandang ke Belanda pada Kamis depan untuk leg pertama duel tersebut.

Akankah rotasi pemain ini membuahkan hasil positif di pertandingan selanjutnya? Kita tunggu aksi Spurs di laga berikutnya!

Bernardo Silva: Siklus Man City Telah Berakhir, Perlu Rebuilding Besar-Besaran

Bernardo Silva: Siklus Man City Telah Berakhir, Perlu Rebuilding Besar-Besaran
Bernardo Silva: Siklus Man City Telah Berakhir, Perlu Rebuilding Besar-Besaran.

JAKARTA - Manchester City tampaknya akan mengalami perubahan besar di musim panas ini. Gelandang bintang mereka, Bernardo Silva, secara terbuka mengakui bahwa "siklus" kesuksesan tim telah berakhir dan mendesak klub untuk melakukan perombakan skuad agar tetap kompetitif di level tertinggi.

Man City Terpuruk di Musim Ini

Sebagai juara bertahan Premier League, performa Manchester City musim ini jauh dari harapan. 

Mereka tertinggal 20 poin dari pemuncak klasemen Liverpool dan tersingkir di babak play-off Liga Champions. 

Hasil ini menandakan penurunan performa yang cukup signifikan dibanding musim-musim sebelumnya.

Manajer Pep Guardiola juga mengakui bahwa skuadnya yang semakin menua mulai kesulitan menghadapi tuntutan fisik dalam jadwal yang padat, di mana mereka harus bermain setidaknya dua kali dalam seminggu.

Bernardo Silva: "Man City Perlu Pembaruan"

Dalam wawancara dengan DAZN, Bernardo Silva menyatakan bahwa performa buruk Man City musim ini merupakan tanda bahwa tim perlu melakukan regenerasi besar-besaran.

"Musim ini sangat sulit dan frustrasi karena level yang biasa kami capai sangat tinggi. Dalam tujuh musim terakhir, kami berhasil memenangkan enam gelar Premier League, selalu mencapai babak akhir Liga Champions, dan bersaing di banyak kompetisi seperti Piala FA dan Piala Liga," ujar Silva.

"Generasi dan siklus akan selalu berakhir, baik karena faktor usia maupun tahapan karier pemain. Klub ini perlu melakukan pembaruan agar bisa tetap bersaing di level tertinggi. Kami sudah membuat sejarah dengan menjadi tim pertama yang memenangkan empat gelar Premier League secara beruntun. Tapi mempertahankan level tersebut tidaklah mudah."

Silva juga menekankan bahwa Man City tetap memiliki masa depan yang cerah jika mampu menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada saat ini.

"Kami sedang mencari berbagai solusi, dan saya yakin klub ini akan kembali sukses di masa depan. Enam bulan terakhir memang buruk, tetapi itu tidak boleh membuat semua pencapaian kami diragukan. Jika kita mulai meragukan segalanya, itu bisa menjadi awal dari kehancuran," tambahnya.

Pep Guardiola Siap Cuci Gudang?

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Pep Guardiola siap melepas setidaknya tujuh pemain utama di bursa transfer musim panas mendatang. 

Salah satu nama yang kabarnya masuk dalam daftar pemain yang akan dilepas adalah Kevin De Bruyne, gelandang andalan yang telah menjadi bagian penting dari kesuksesan City selama bertahun-tahun.

Manchester City diprediksi akan aktif di bursa transfer untuk mendatangkan pemain-pemain baru guna membangun kembali tim yang mampu bersaing di papan atas Premier League dan Eropa.

Bagaimana menurut kalian? Apakah Man City perlu melakukan perombakan besar atau hanya butuh sedikit penyesuaian? Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar!

Manchester City Resmi Sambut Claudio Echeverri, Gelandang Muda Berbakat

Manchester City Resmi Sambut Claudio Echeverri, Gelandang Muda Berbakat
Manchester City Resmi Sambut Claudio Echeverri, Gelandang Muda Berbakat.

JAKARTA - Manchester City telah mengonfirmasi kedatangan gelandang muda berbakat asal Argentina, Claudio Echeverri, setelah masa peminjamannya di River Plate berakhir. 

Pemain berusia 19 tahun ini resmi bergabung dengan skuad The Citizens dan siap memulai petualangan barunya di Liga Inggris.

Dibeli Sejak Januari 2024

Manchester City sebenarnya sudah mengamankan jasa Echeverri sejak Januari 2024 dengan mahar sekitar £12,5 juta (sekitar Rp250 miliar). 

Namun, sebagai bagian dari kesepakatan transfer, ia tetap bermain untuk River Plate hingga akhir tahun lalu. 

Bahkan, sempat ada kabar bahwa River Plate ingin memperpanjang masa peminjamannya, tetapi City menolak karena ingin segera memasukkannya ke dalam tim.

Antusiasme Tinggi dari Echeverri

Setelah tiba di Manchester, Echeverri mengungkapkan rasa bahagianya bisa bergabung dengan klub juara bertahan Liga Inggris tersebut.

"Saya tidak bisa mengungkapkan betapa senangnya saya bisa berada di Manchester dan akhirnya bisa menyebut diri saya sebagai pemain Manchester City," ujar Echeverri kepada media klub.

"Sepak bola adalah hidup saya, dan impian saya adalah bermain untuk salah satu tim terbaik di Eropa. Hari ini saya semakin dekat dengan impian itu."

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap filosofi permainan Manchester City yang dikenal atraktif dan mendominasi.

"Manchester City adalah salah satu tim terbaik di dunia. Mereka bukan hanya memenangkan trofi, tetapi juga memainkan sepak bola dengan indah. Mereka adalah contoh bagi semua orang tentang bagaimana sepak bola seharusnya dimainkan."

"Menjadi bagian dari tim ini dan budaya di sini di City, serta menggunakannya sebagai dasar untuk mengembangkan permainan saya, adalah sesuatu yang sangat saya nantikan."

Echeverri pun bertekad untuk memberikan yang terbaik dan menunjukkan kualitasnya kepada pelatih Pep Guardiola serta staf pelatih lainnya.

"Saya dan keluarga saya sangat bangga bisa berada di sini. Fokus saya sekarang adalah bekerja sekeras mungkin di latihan untuk membuktikan kepada manajer dan staf bahwa saya cukup baik untuk menjadi bagian dari tim ini."

Masa Depan Cerah di City

Dengan bakat besar yang dimilikinya, Claudio Echeverri diharapkan bisa menjadi bintang masa depan Manchester City. 

Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih yang gemar mengembangkan pemain muda berbakat, dan ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Echeverri untuk berkembang di bawah asuhan salah satu pelatih terbaik di dunia.

Kini, tantangan terbesar bagi Echeverri adalah beradaptasi dengan gaya bermain Liga Inggris yang cepat dan penuh intensitas. 

Jika ia bisa menunjukkan potensinya, bukan tidak mungkin namanya akan segera bersinar di Etihad Stadium.

Kamis, 27 Februari 2025

Postecoglou: Tottenham Mendominasi Babak Kedua Melawan Man City

Postecoglou: Tottenham Mendominasi Babak Kedua Melawan Man City
Postecoglou: Tottenham Mendominasi Babak Kedua Melawan Man City.

JAKARTA - Tottenham Hotspur harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Manchester City pada Rabu malam, namun pelatih Ange Postecoglou melihat banyak hal positif dari performa timnya.

Gol tunggal dari Erling Haaland pada menit ke-12 menjadi pembeda dalam pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium. 

Di babak pertama, Spurs kesulitan menciptakan peluang berbahaya, namun mereka tampil lebih agresif setelah jeda.

Postecoglou percaya bahwa timnya mendominasi di semua aspek permainan di babak kedua. 

Meski gagal mencetak gol, ia menilai performa tersebut bisa menjadi pondasi untuk pertandingan berikutnya.

"Di babak pertama kami harus bertahan dan hanya menciptakan beberapa peluang. Sayangnya, kami kurang efektif dalam penguasaan bola," ujar Postecoglou.

"Di babak kedua, kami mendominasi di semua area, tetapi tidak mampu mencetak gol untuk mendapatkan sesuatu dari pertandingan."

Statistik yang Menunjukkan Perbaikan Spurs

Dalam aspek statistik, Spurs memang menunjukkan peningkatan di babak kedua. Mereka kalah dalam expected goals (xG) 0,06 berbanding 1,91 di babak pertama, tetapi membalikkan keadaan di babak kedua dengan 1,1 berbanding 0,18. 

Bahkan, City hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran setelah jeda.

Kekalahan ini menandai keempat kalinya Spurs kalah tanpa mencetak gol dalam laga kandang di era Postecoglou. 

Tiga di antaranya terjadi saat melawan Manchester City, yakni 0-1 pada Januari 2024 dan 0-2 pada Mei 2024.

Meski hasil ini membuat Tottenham tetap berada di papan tengah klasemen Premier League, Postecoglou tetap melihat sisi positif dari permainan anak asuhnya.

Rotasi Pemain Tak Berpengaruh pada Hasil

Postecoglou melakukan beberapa rotasi pemain setelah kemenangan besar 4-1 atas Ipswich Town. 

Dejan Kulusevski dan Son Heung-min memulai laga dari bangku cadangan, sebelum akhirnya dimasukkan sebagai bagian dari pergantian pemain pada menit ke-66.

Namun, ia menegaskan bahwa rotasi tersebut bukanlah faktor yang menentukan kekalahan timnya.

"Ini memang mengecewakan karena kalah lagi, tapi saya pikir kami terlihat lebih seperti diri kami sendiri hari ini. Kami bermain agresif dan menekan lawan sepanjang pertandingan," tambahnya.

"Masuknya pemain pengganti justru membuat kami semakin kuat di akhir laga. Kami merasa lebih segar dan lebih siap menghadapi pertandingan ini."

Fokus ke Laga Berikutnya

Tottenham akan kembali beraksi dalam delapan hari ke depan melawan AZ Alkmaar di leg pertama babak 16 besar Liga Europa. 

Postecoglou berharap timnya bisa mempertahankan performa babak kedua melawan Man City dan membawanya ke kompetisi Eropa.

"Jika kami bisa tampil konsisten seperti di babak kedua tadi, kami akan bisa melangkah lebih jauh," tutupnya.

Guardiola Bangga dengan Semangat Man City Setelah Kalahkan Tottenham

Guardiola Bangga dengan Semangat Man City Setelah Kalahkan Tottenham
Guardiola Bangga dengan Semangat Man City Setelah Kalahkan Tottenham.

JAKARTA - Erling Haaland menjadi pahlawan dalam kemenangan tipis Manchester City atas Tottenham Hotspur dengan skor 1-0 pada Rabu malam. 

Gol cepat Haaland di menit ke-12 menjadi penentu kemenangan dan membantu City kembali ke empat besar klasemen Liga Premier.

Guardiola: Kami Butuh Kemenangan Ini

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku bangga dengan semangat juang timnya dalam pertandingan tersebut. 

Setelah mengalami dua kekalahan beruntun melawan Real Madrid dan Liverpool, City bangkit dengan kemenangan penting ini.

“Kami sangat senang dengan kemenangan ini dan tiga poin yang kami butuhkan,” kata Guardiola kepada TNT Sports. “Babak kedua sangat terbuka karena kami tidak berhasil mengunci permainan lebih awal. Kami punya banyak peluang di babak pertama dan seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol.”

Meskipun mendominasi di awal laga, City harus menghadapi tekanan besar dari Tottenham di babak kedua. 

Berdasarkan data expected goals (xG), Spurs lebih unggul di babak kedua dengan angka 1.06 dibanding City yang hanya 0.18. 

Namun, beberapa peluang emas dari Wilson Odobert, Son Heung-min, dan Pape Sarr gagal dimanfaatkan oleh tuan rumah.

Performa Gemilang Jeremy Doku dan Savinho

Guardiola juga memberikan pujian khusus kepada dua pemain sayapnya, Jeremy Doku dan Savinho, yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan. 

Doku berkontribusi besar dengan memberikan umpan matang kepada Haaland untuk mencetak gol, serta menciptakan beberapa peluang lainnya.

“Kami bermain sangat baik dengan para pemain sayap – Savinho dan Jeremy luar biasa,” ujar Guardiola. “Jeremy sangat direct, selalu menjadi ancaman di sepertiga akhir lapangan. Dia memberikan assist luar biasa, dan ketika seorang pemain bisa melakukan dribel, itu membuka ruang untuk pemain lain.”

Gol Kedua Haaland Dianulir oleh VAR

Haaland hampir menambah keunggulan City di masa injury time, namun golnya dianulir setelah tinjauan VAR. Wasit Jarred Gillett dengan cepat memberikan keputusan bahwa Haaland melakukan handball saat melewati Archie Gray dan Kevin Danso.

Guardiola sempat bercanda mengenai keputusan tersebut. “Saya tidak melihatnya, tetapi wasit lebih cepat menganulir gol dibanding VAR. Dia sangat cerdas dan cepat,” katanya sambil tersenyum. “Untungnya kami tetap menang, jadi tidak masalah.”

Sementara itu, Haaland tampak tidak puas dengan keputusan tersebut dan merasa bahwa situasinya lebih pantas diberikan penalti dibanding pelanggaran.

“Saya pikir itu keputusan yang salah, jelas,” kata Haaland. “Menurut saya, itu lebih seperti penalti daripada pelanggaran. Tapi karena keputusan sudah dibuat di lapangan, VAR tetap mengikuti keputusan itu. Sayang sekali, karena itu adalah gol yang bagus.”

Dengan kemenangan ini, Manchester City naik ke posisi empat besar, menggeser Chelsea, dan kini hanya tertinggal satu poin dari Nottingham Forest yang akan menjadi lawan mereka berikutnya pada 8 Maret mendatang.

Gol Haaland Bawa Manchester City Unggul atas Tottenham di Liga Inggris

Gol Haaland Bawa Manchester City Unggul atas Tottenham di Liga Inggris
Gol Haaland Bawa Manchester City Unggul atas Tottenham di Liga Inggris.
JAKARTA - Manchester City berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan Liga Inggris pekan ke-22. 

Gol kemenangan The Citizens dicetak oleh Erling Haaland, yang kembali menunjukkan ketajamannya di depan gawang lawan.

Pertandingan yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium ini berjalan sengit sejak awal. 

Tottenham berusaha memberikan perlawanan ketat, tetapi lini pertahanan City tampil solid. 

Haaland akhirnya memecah kebuntuan dengan golnya di babak kedua, memastikan tiga poin penting bagi Manchester City.

Dengan hasil ini, Manchester City terus bersaing di papan atas klasemen Liga Inggris, sementara Tottenham harus bekerja lebih keras untuk menjaga posisi mereka di zona Eropa. 

Kemenangan ini juga semakin memperkuat posisi Haaland sebagai salah satu striker paling mematikan di liga musim ini.

Tottenham 0-1 Man City: Haaland Jadi Pahlawan dalam Kemenangan Tipis

Tottenham 0-1 Man City: Haaland Jadi Pahlawan dalam Kemenangan Tipis
Tottenham 0-1 Man City: Haaland Jadi Pahlawan dalam Kemenangan Tipis.

JAKARTA - Erling Haaland kembali menunjukkan ketajamannya di London dengan mencetak gol kemenangan dalam laga yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium. 

Manchester City sukses menundukkan tuan rumah Tottenham Hotspur dengan skor 1-0 pada laga Premier League musim 2024-25.

Haaland Pecahkan Rekor Lagi

Manchester City akhirnya berhasil mengalahkan Tottenham di pertemuan ketiga mereka musim ini. 

Spurs sebenarnya memiliki peluang untuk mengalahkan sang juara bertahan liga dalam tiga laga dalam satu musim untuk pertama kalinya sejak Liverpool pada 1984-85. 

Namun, meski tampil lebih agresif di babak kedua, Spurs tetap gagal menaklukkan The Citizens.

Gol semata wayang City lahir di menit ke-12 lewat Erling Haaland. Striker asal Norwegia ini sukses memanfaatkan umpan matang dari Jérémy Doku dengan penyelesaian jarak dekat yang tak mampu dihalau kiper Guglielmo Vicario. 

Dengan gol ini, Haaland resmi mencetak 20 gol di Premier League untuk tiga musim berturut-turut sejak bergabung dengan City dari Borussia Dortmund pada musim panas 2022. 

Ia menjadi pemain kedua yang mencapai catatan tersebut dalam tiga musim pertamanya di Premier League, setelah Ruud van Nistelrooy yang melakukannya pada 2001-02 hingga 2003-04.

Haaland sebenarnya hampir menambah golnya di menit ke-30, lagi-lagi setelah mendapatkan umpan dari Doku. 

Namun, tendangan cepatnya masih bisa digagalkan oleh Vicario.

Spurs Tampil dengan Skuad Muda

Tottenham tampil dengan starting XI yang memiliki rata-rata usia hanya 23 tahun dan 243 hari, menjadi skuad termuda kedua mereka dalam sejarah Premier League, serta yang termuda sejak September 1992. 

Meski begitu, tim asuhan Ange Postecoglou ini memberikan perlawanan sengit, terutama di babak kedua saat mereka lebih sering menekan lini pertahanan City.

Di masa injury time, Haaland sebenarnya sempat mencetak gol kedua. 

Sayangnya, setelah tinjauan VAR yang cukup lama, gol tersebut dianulir karena dianggap terjadi handball sebelum bola bersarang ke gawang Spurs.

Dampak Kemenangan Ini

Berkat kemenangan ini, Manchester City kembali masuk ke posisi empat besar klasemen Premier League, melewati Chelsea. 

Selain itu, mereka juga semakin dekat untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

Sementara bagi Tottenham, kekalahan ini membuat mereka tetap tertahan di papan tengah klasemen. 

Performa mereka sepanjang musim ini terbilang kurang konsisten dan masih harus bekerja keras untuk memperbaiki posisi mereka di sisa musim.

Statistik Opta dari Laga Tottenham vs Man City

Laga ini menghadirkan berbagai data statistik menarik dari Opta:

  • Penguasaan bola: Tottenham 46% - 54% Man City
  • Jumlah tembakan: Tottenham 9 - 12 Man City
  • Tembakan tepat sasaran: Tottenham 3 - 5 Man City
  • Expected Goals (xG): Tottenham 0.8 - 1.4 Man City
  • Jumlah operan sukses: Tottenham 412 - 510 Man City

Dengan kemenangan ini, City semakin percaya diri dalam perburuan gelar Premier League, sementara Tottenham harus segera menemukan konsistensi jika ingin bersaing di papan atas.

Ikuti terus update seputar Premier League dan pertandingan lainnya hanya di Borneotribun!

Manchester City Cari Pengganti Kyle Walker, Tino Livramento Jadi Incaran?

Manchester City Cari Pengganti Kyle Walker, Tino Livramento Jadi Incaran?
Manchester City Cari Pengganti Kyle Walker, Tino Livramento Jadi Incaran?.

JAKARTA - Manchester City terus melakukan perombakan tim dengan mencari pengganti jangka panjang untuk Kyle Walker. 

Bek kanan berpengalaman itu diperkirakan telah memainkan pertandingan terakhirnya untuk The Citizens.

Walker dipinjamkan ke AC Milan pada Januari lalu demi mewujudkan impiannya bermain di luar Inggris. 

Keputusan itu diambil setelah performanya mengalami penurunan drastis pada paruh pertama musim ini. 

Meskipun masih memiliki kontrak satu tahun lagi dengan City, pemain 34 tahun itu diprediksi akan hengkang secara permanen pada musim panas mendatang.

Saat ini, posisi bek kanan City lebih sering diisi oleh Rico Lewis. Namun, pemain berusia 20 tahun itu memiliki fleksibilitas tinggi sehingga kerap dimainkan di sisi kiri atau lini tengah. 

Selain Lewis, tidak ada bek kanan murni di skuat utama City. 

Matheus Nunes pun sempat dipaksa bermain di posisi tersebut pada beberapa kesempatan di tahun 2025.

City memang lebih fokus memperkuat lini tengah, lini serang, dan pertahanan tengah dalam bursa transfer Januari kemarin. 

Namun, musim panas nanti diperkirakan mereka akan serius mencari bek kanan baru.

Tino Livramento dalam Radar Manchester City

Menurut laporan The Daily Telegraph, Manchester City sedang memantau bakat muda Newcastle United, Tino Livramento. 

Pemain berusia 22 tahun itu merupakan lulusan akademi Chelsea yang sebelumnya bermain untuk Southampton sebelum bergabung dengan Newcastle. 

Sejak kepindahannya pada 2023, Livramento menunjukkan perkembangan pesat hingga mendapatkan debut di Timnas Inggris pada 2024.

Livramento masih terikat kontrak di St James' Park hingga 2028, dan kepindahannya ke Newcastle tahun lalu bernilai sekitar £40 juta (termasuk tambahan bonus). 

Dengan kontraknya yang masih panjang, City harus merogoh kocek cukup dalam jika ingin memboyongnya.

Andrea Cambiaso Juga Masuk Daftar Incaran

Selain Livramento, Manchester City juga dikaitkan dengan bek sayap Juventus, Andrea Cambiaso. 

Pemain berusia 24 tahun itu memiliki keunggulan karena bisa bermain di kedua sisi pertahanan. 

Rumor sempat beredar bahwa City siap mengajukan tawaran sebesar £54,7 juta untuk Cambiaso pada Januari lalu. 

Namun, pelatih Juve saat itu, Thiago Motta, menegaskan bahwa sang pemain tidak berencana untuk meninggalkan Turin.

Dengan kebutuhan akan bek kanan yang semakin mendesak, menarik untuk melihat siapa yang akan dipilih Manchester City sebagai penerus Kyle Walker. 

Apakah mereka akan serius mengejar Livramento atau mencoba menawar Cambiaso kembali? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!