Berita Borneotribun.com: Kim Jong Un Hari ini
Tampilkan postingan dengan label Kim Jong Un. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kim Jong Un. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2025

Kim Jong Un Awasi Uji Coba Rudal Jelajah Strategis, Kirim Peringatan ke Musuh

Kim Jong Un Awasi Uji Coba Rudal Jelajah Strategis, Kirim Peringatan ke Musuh
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

JAKARTA - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menjadi sorotan dunia setelah mengawasi langsung uji coba peluncuran rudal jelajah strategis. 

Uji coba ini disebut sebagai peringatan bagi "musuh" yang dinilai melanggar lingkungan keamanan Korea Utara dan memperburuk situasi konfrontasi.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Jumat (28/2) melaporkan bahwa Kim Jong Un memerintahkan kesiapan penuh untuk menggunakan kemampuan serangan nuklir guna memastikan pertahanan negara tetap kuat.

Uji Coba Rudal sebagai Peringatan Keras

Uji coba ini dilakukan pada Rabu (26/2) di perairan lepas pantai barat Semenanjung Korea. 

Kim menegaskan bahwa kekuatan serangan yang dimiliki negaranya adalah bagian dari sistem pertahanan yang sempurna.

"Apa yang dijamin oleh kemampuan serangan yang kuat adalah kemampuan pencegahan dan pertahanan yang paling sempurna," ujar Kim, seperti dikutip KCNA.

Militer Korea Selatan turut melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi tanda-tanda persiapan peluncuran rudal pada hari yang sama. Sekitar pukul 08.00 waktu setempat (23.00 GMT, Selasa), beberapa rudal jelajah diluncurkan ke laut.

Rudal Jelajah dan Ancaman Nuklir

Korea Utara telah lama mengembangkan rudal jelajah strategis yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir. 

Berbeda dengan rudal balistik yang dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan PBB, rudal jelajah tidak masuk dalam kategori larangan yang ketat. 

Hal ini membuat pengujian rudal jelajah cenderung tidak mendapat kecaman internasional sebesar uji coba rudal balistik.

Namun, Dewan Keamanan PBB tetap melarang Korea Utara mengembangkan senjata nuklir dan telah menjatuhkan berbagai sanksi terhadap negara tersebut akibat pelanggaran yang dilakukan.

Pesan Kim Jong Un kepada Musuh

Meski Kim tidak menyebutkan secara spesifik negara yang menjadi target peringatannya, retorika keras Korea Utara sering kali ditujukan kepada Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Menariknya, uji coba ini berlangsung di minggu yang sama saat Kim melakukan kunjungan ke sekolah militer. 

Kunjungan tersebut menekankan pentingnya pelatihan ideologis dan taktis bagi perwira muda Korea Utara.

Di sisi lain, hubungan antara Kim dan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pernah mencuri perhatian dunia. 

Keduanya sempat mengadakan pertemuan puncak bersejarah di masa pemerintahan Trump. 

Namun, hingga kini, ketegangan antara Korea Utara dengan negara-negara Barat masih terus berlanjut.

Uji coba rudal ini kembali menunjukkan bahwa Korea Utara tetap berpegang teguh pada kebijakan pertahanannya yang agresif. 

Dengan semakin berkembangnya teknologi militer mereka, dunia internasional akan terus mencermati langkah selanjutnya dari negeri yang kerap menimbulkan kontroversi ini.

Kamis, 24 Juni 2021

Korea Utara: Pertemuan dengan AS Hanya Buang-Buang Waktu

Korea Utara: Pertemuan dengan AS Hanya Buang-Buang Waktu
Korea Utara: Pertemuan dengan AS Hanya Buang-Buang Waktu.

BorneoTribun Internasional - Korea Utara tidak mempertimbangkan untuk menjalin kontak dengan Amerika Serikat (AS) karena itu hanya akan membuang-buang waktu. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Son Gwon pada Rabu (23/6).  

“Kami bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan kontak apa pun dengan AS, apalagi melakukannya, karena tidak akan membawa kami ke mana-mana, hanya membuang-buang waktu yang berharga,” kata Ri dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, KCNA.  

Dia membuat pernyataan itu setelah utusan baru AS untuk Korea Utara mengatakan di Seoul pada Senin (21/6) bahwa dia menantikan “tanggapan positif segera” dari Pyongyang untuk berdialog.  

Program senjata nuklir Korea Utara telah menjadi masalah yang sulit bagi Washington selama bertahun-tahun dan dalam upaya untuk mengubahnya, pemerintahan baru Presiden Joe Biden melakukan tinjauan kebijakan dan mengatakan akan mencari cara-cara yang “disesuaikan dan praktis” untuk membujuk Pyongyang melakukan denuklirisasi.  

Pada Selasa (22/6), saudara perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS tampaknya keliru menafsirkan sinyal dari Korea Utara. 

Kim Yo Jong, seorang pejabat senior partai yang berkuasa di Korea Utara, menanggapi penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, yang pada Minggu (20/6) mengatakan dia melihat “sinyal menarik” dari pidato Kim Jong Un baru-baru ini tentang persiapan konfrontasi dan diplomasi dengan AS. [lt/mg]

Oleh: VOA

Minggu, 11 April 2021

Di Bawah Kim, Korut Dinilai Tak Mungkin Denuklirisasi

Di Bawah Kim, Korut Dinilai Tak Mungkin Denuklirisasi
Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan sebuah pidato. (Foto: AFP)

BorneoTribun Korut, Internasional -- John Bolton, penasihat keamanan nasional Amerika dalam pemerintahan Presiden Donald Trump, mengatakan Korea Utara belum membuat keputusan strategis untuk menghentikan pembuatan senjata nuklir. Ia menilai prospek upaya mencapai denuklirisasi melalui diplomasi tetap redup.

Jika Amerika mengupayakan "kesepakatan dengan Kim Jong Un, bergantung padanya untuk berjanji menghentikan program senjata nuklirnya dengan imbalan bantuan sanksi," itu akan gagal, kata Bolton dalam wawancara dengan VOA minggu ini.

Penilaian Bolton itu disampaikan sementara pemerintahan Biden mendekati akhir kajian tentang cara mendekati Korea Utara.

"Menurut saya, rezim itu bertekad membuat dan menpertahankan senjata nuklir. Mereka melihatnya penting bagi kelangsungan hidup mereka," tambah Bolton.

Januari lalu, dalam Kongres ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK), Kim mengatakan, ia akan mendukung program senjata nuklir negaranya. [ka/ah]

Oleh: VOA

Sabtu, 12 September 2020

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Tinjau Rekonstruksi Daerah yang Dilanda Banjir

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memeriksa area terdampak banjir, 5 September. (Foto: Reuters)


BORNEOTRIBUN -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau pekerjaan rekonstruksi di daerah yang dilanda banjir, media pemerintah KCNA melaporkan pada hari Sabtu (12/9). Korea Utara dihantam topan dan mengalami curah hujan yang tinggi baru-baru ini.


KCNA mengutip Kim, mengatakan ekonomi Korea Utara "telah menghadapi masalah dan tekanan akibat kerusakan besar yang disebabkan oleh hujan lebat dan topan baru-baru ini.” Kim menyatakan kepuasannya atas kemajuan rekonstruksi di Taechong-ri, sebuah desa di Provinsi Hwanghae Utara, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters.


Setelah meninjau kerusakan akibat topan pada awal pekan ini, Kim mengatakan kepada loyalis Partai Pekerja bahwa mereka harus memikirkan kembali rencana revitalisasi ekonomi Korea Utara yang sudah tertatih-tatih oleh sanksi dan dampak virus corona. 


Sb: www.voaindonesia.com