Pecco Bagnaia: Kekalahan Gelar Juara Dunia MotoGP 2024 "Akan Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Diterima" | Borneotribun.com

Sabtu, 05 April 2025

Pecco Bagnaia: Kekalahan Gelar Juara Dunia MotoGP 2024 "Akan Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Diterima"

Pecco Bagnaia Kekalahan Gelar Juara Dunia MotoGP 2024 Akan Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Diterima
Pecco Bagnaia: Kekalahan Gelar Juara Dunia MotoGP 2024 "Akan Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Diterima".

JAKARTA - Pecco Bagnaia, juara dunia MotoGP dua kali, mengungkapkan bahwa kekalahannya di musim MotoGP 2024 akan sulit dilupakan dan akan butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa ia terima sepenuhnya. Meskipun berhasil menang lebih banyak balapan dibandingkan pembalap lain musim lalu, Bagnaia tetap gagal meraih gelar juara dunia ketiganya.

Pembalap asal Italia ini memenangkan 11 dari 20 balapan di musim 2024, sebuah pencapaian yang luar biasa dan hanya bisa disamai oleh legenda seperti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Namun, nasib berkata lain. Jorge Martin, rival beratnya dari tim Pramac Ducati, berhasil merebut gelar juara dunia dengan hanya menang tiga balapan, tapi lebih konsisten sepanjang musim.

Banyak Menang, Tapi Banyak Gagal Finis

Salah satu penyebab utama Bagnaia gagal mempertahankan gelarnya adalah karena dia mencatat delapan kali gagal finis (DNF) sepanjang musim. Ini sangat memukul perolehan poinnya, meskipun dia menang paling banyak.

Dalam serial dokumenter terbaru berjudul GOFREE yang tayang di YouTube, Bagnaia mengakui betapa beratnya menerima kenyataan ini.

“Akhir musim lalu masih membekas di kepala saya,” ujar Bagnaia.

“Saya pikir akan butuh waktu bertahun-tahun untuk benar-benar menerima kenyataan ini. Selama musim dingin, saya mencoba menganalisis kenapa saya tidak bisa membawa pulang gelar, padahal menang lebih banyak dari yang lain.”

Bagnaia menambahkan, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk kariernya.

“Ketika kalah dalam situasi seperti ini, kamu bisa tenggelam atau belajar. Saya pilih untuk belajar.”

Awal Musim 2025 Juga Tidak Mudah

Memasuki musim MotoGP 2025, Bagnaia belum tampil sekuat yang diharapkan. Ia kalah cepat dari rekan setim barunya di Ducati, Marc Marquez, di hampir semua seri awal.

Di Grand Prix Thailand, Bagnaia hanya finis di posisi ketiga. Bahkan di GP Argentina—balapan yang berhasil ia selesaikan pertama kalinya sejak Austin 2023—ia cuma mampu finis keempat, di luar podium.

Kesulitan Bagnaia sebagian besar datang dari motornya, Ducati GP25, yang menurutnya sulit dikendalikan, terutama saat pengereman. Meski begitu, ada progres yang terlihat di GP Amerika (COTA). Ia hampir finis kedua, tapi insiden jatuhnya Marc Marquez saat unggul 2,2 detik justru membuka jalan kemenangan pertama bagi Bagnaia musim ini.

Peluang Masih Terbuka

Dengan Qatar GP yang tinggal menghitung hari, posisi Bagnaia di klasemen sementara mulai membaik. Ia kini hanya tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen sementara, yaitu Alex Marquez, yang hanya unggul satu poin dari kakaknya sendiri, Marc Marquez.

Meskipun awal musim belum ideal, peluang Bagnaia untuk merebut kembali gelar masih terbuka lebar. Dengan semangat belajar dari kekalahan, bukan tidak mungkin Pecco akan bangkit dan kembali bersinar di sisa musim 2025.

*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berkut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

Tambahkan Komentar Anda
Komentar