Jakarta - Di tengah hiruk pikuk arus milir dalam masa libur Lebaran 1446 H di Stasiun Gambir, kisah-kisah kehilangan dan penemuan barang mewarnai perjalanan para pemudik yang kembali ke kota.
Tak sedikit penumpang yang tanpa sengaja meninggalkan barang bawaan mereka, mulai dari barang-barang sederhana hingga barang berharga bernilai fantastis. Namun, berkat kesigapan petugas stasiun, banyak barang dikembalikan kepada pemiliknya, menciptakan kelegaan dan kebahagiaan di tengah suasana mudik dan milir.
"Penemuan barang bisa terjadi di berbagai tempat di stasiun, mulai dari ruang tunggu, toilet, hingga di dalam kereta," ujar Deputi Pengamanan Operasi Kereta Stasiun Gambir Muhammad Soleh saat ditemui di pos pengamanan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
"Petugas kami selalu sigap mengamankan barang-barang yang ditemukan, dan berusaha secermat mungkin mengidentifikasi pemilik barang," kata Sholeh.
Beragam jenis barang ditemukan di area stasiun, mulai dari tas berisi dokumen penting, dompet dengan uang tunai, hingga barang elektronik seperti ponsel dan laptop. Petugas stasiun mencatat setiap barang temuan dengan teliti dan menyimpannya di bagian Lost and Found.
Mereka kemudian akan melakukan berbagai upaya untuk menemukan pemilik barang, seperti memeriksa identitas di dalam barang temuan hingga mengumumkan informasi temuan barang melalui pengeras suara di stasiun.
"Rata-rata barang yang ditemukan ada tiga kategori: barang biasa, barang berharga, dan uang," jelas Soleh. Barang biasa seperti pakaian, pengecas gawai, helm, dan sepatu. Barang berharga seperti laptop, ponsel, dan perhiasan. "Sedangkan uang, ya uang tunai yang tertinggal di dompet atau tas," kata pria asal Cirebon itu.
Salah satu kisah menarik adalah ditemukannya sebuah laptop mahal yang tertinggal di kereta. Berkat laporan cepat dari penumpang melalui media sosial, laptop tersebut ditemukan dan dikembalikan ke pemiliknya.
"Penumpang bisa melaporkan barang yang tertinggal melalui berbagai cara, seperti lewat Twitter, call center 121, atau langsung menanyakan ke pos pengamanan," kata Soleh. "Kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik dan mengembalikan barang secepat mungkin."
Seorang penumpang, Amanda Putri, menceritakan pengalamannya saat jaket hoodienya tertinggal di kereta Argo Lawu ketika dia kembali ke Jakarta setelah mudik Lebaran di kampung halamannya. Berkat respons cepat dari petugas, barang milik adiknya itu ditemukan dan dikembalikan.
"Saya sangat puas dengan pelayanan dari KAI," ujar Amanda. "Barang saya yang tertinggal di rak barang dalam kereta berhasil ditemukan dan dikembalikan dengan cepat. Petugasnya sangat membantu dan responsif."
Selama periode arus milir, Stasiun Gambir mencatat lebih dari 100 barang temuan, dengan sekitar 75 persen di antaranya l dikembalikan kepada pemiliknya. Nilai total barang-barang yang dikembalikan diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
"Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang," kata Soleh. "Kami ingin memastikan bahwa penumpang merasa aman dan nyaman selama berada di Stasiun Gambir."
Pihak Stasiun Gambir mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan mereka dengan teliti. Jika menemukan barang yang tertinggal, segera laporkan kepada petugas stasiun.
"Kami juga mengimbau kepada penumpang untuk tidak ragu melaporkan kehilangan barang kepada petugas stasiun," ujar Soleh. "Semakin cepat dilaporkan, semakin besar kemungkinan barang tersebut ditemukan dan dikembalikan."
Kisah-kisah penemuan barang di Stasiun Gambir menjadi bukti bahwa di tengah kesibukan dan kepadatan arus balik Lebaran, masih ada kebaikan dan kepedulian yang tulus dari para petugas stasiun. Mereka bekerja tanpa lelah untuk memastikan bahwa setiap penumpang dapat kembali ke rumah dengan selamat dan barang bawaan yang lengkap.
Prosedur cermat identifikasi barang temuan
Stasiun Gambir menerapkan prosedur cermat dalam penanganan barang temuan penumpang. Muhammad Soleh menjelaskan bahwa barang-barang yang ditemukan di area stasiun akan disimpan dan dikelola sesuai dengan jenisnya.
Untuk barang-barang biasa seperti pakaian, penumpang memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mengambilnya. Informasi mengenai barang temuan ini akan disebarluaskan melalui media sosial. Namun, jika dalam jangka waktu tersebut barang tidak diambil, barang tersebut akan diserahkan ke Dinas Sosial.
"Biasanya kalau sudah lewat 1-2 bulan itu enggak diambil, nanti si pemilik itu kemungkinan sudah lupa, dan kita serahkan ke Dinas Sosial," ujar Soleh.
Sementara itu, untuk barang-barang berharga seperti perhiasan, dompet berisi uang dalam jumlah besar, atau perangkat elektronik, prosedur penanganannya lebih ketat. Penumpang memiliki waktu hingga satu tahun untuk mengambil barang berharga tersebut. Jika dalam waktu tersebut tidak ada klaim, barang-barang tersebut akan diserahkan ke pihak kepolisian.
"Tapi kalau yang berharga, disimpan sampai satu tahun," kata Soleh, menegaskan perbedaan perlakuan antara barang biasa dan barang berharga.
Soleh juga menyebutkan beberapa contoh barang temuan yang ditemukan di Stasiun Gambir, termasuk rokok elektrik yang tertinggal di dalam salah satu gerbong kereta eksekutif. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai jenis barang bisa tertinggal atau hilang di area stasiun.
Prosedur identifikasi akan diterapkan mulai dari pengecekan identitas, tiket kereta, kode tempat duduk, kronologi kejadian kehilangan hingga foto serah terima barang pun dilakukan untuk memastikan bahwa barang-barang temuan dikelola dengan baik dan dikembalikan kepada pemilik yang sebenarnya.
"Misalnya pihak keamanan menerima laporan kehilangan dari dua orang yang berbeda, keduanya mengaku bahwa barang yang disimpan di bagian Lost and Found adalah milik mereka. Dengan adanya prosedur identifikasi yang cermat ini, penumpang yang kehilangan barang dapat segera dipastikan."
Petugas akan meminta orang yang kehilangan menunjukkan bukti-bukti yang mereka miliki, seperti tiket kereta, foto, dan dokumen lainnya. Jika bukti-bukti tersebut belum cukup untuk menentukan siapa pemilik sah barang tersebut, petugas keamanan stasiun pun berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Seluruh prosedur pengembalian barang hilang yang ditemukan oleh pegawai PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta dipastikan tidak dikenakan biaya.
Oleh Abdu Faisal/ANTARA
*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS