Bos KTM Geram: Sebut Race Direction MotoGP COTA “Tidak Profesional” dan Bikin Kecewa | Borneotribun.com

Sabtu, 05 April 2025

Bos KTM Geram: Sebut Race Direction MotoGP COTA “Tidak Profesional” dan Bikin Kecewa

Bos KTM Geram Sebut Race Direction MotoGP COTA “Tidak Profesional” dan Bikin Kecewa
Bos KTM Geram: Sebut Race Direction MotoGP COTA “Tidak Profesional” dan Bikin Kecewa.

JAKARTA - Balapan MotoGP di Circuit of the Americas (COTA) Amerika Serikat baru-baru ini bikin heboh. Bukan cuma karena aksi para pembalap di lintasan, tapi juga karena keputusan kontroversial dari race direction soal penundaan start balapan. Bos motorsport KTM, Pit Beirer, nggak tahan buat menyuarakan kekecewaannya. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai hal yang “tidak profesional dan sangat disayangkan.”

Kronologi Kekacauan Jelang Start

Sebelum balapan dimulai, hujan sempat mengguyur lintasan, bikin hampir semua pembalap (kecuali tiga orang) memilih start pakai ban basah. Tapi detik-detik sebelum warm-up lap dimulai, Marc Marquez—yang start dari pole position—tiba-tiba meninggalkan grid dan ganti ke motor dengan ban kering. Alasannya? Menurut Marquez, lintasan sudah terlalu kering untuk ban basah.

Nah, sesuai regulasi MotoGP saat ini, kalau pembalap meninggalkan grid untuk ganti ban sebelum start, dia harus menerima hukuman ride-through. Tapi, jika lebih dari 10 pembalap meninggalkan grid sebelum balapan, maka start akan ditunda demi alasan keselamatan.

Masalahnya, belum jelas apakah benar-benar ada 10 pembalap yang ikut keluar dari grid. Meski begitu, race direction tetap memutuskan untuk menunda start.

Tiga Pembalap yang Setia di Grid

Dari semua pembalap, hanya Ai Ogura (Trackhouse Racing), Brad Binder, dan Enea Bastianini (KTM) yang tetap di grid dengan ban kering. Mereka jelas merasa dirugikan karena sudah ambil risiko dan tetap mengikuti aturan. Tapi pada akhirnya, race direction tetap mengubah keputusan dan delay balapan.

Bos Trackhouse, Davide Brivio, langsung bereaksi keras. Tapi yang paling vokal adalah Pit Beirer dari KTM.

Pernyataan Pedas dari Pit Beirer

Dalam wawancaranya dengan Speedweek, Beirer mengatakan: "Tidak diragukan lagi, apa yang dilakukan ofisial pada hari Minggu itu sangat disayangkan dan tidak profesional. Mereka tidak mengikuti aturan yang sudah jelas tertulis."

Beirer merasa kecewa karena selama ini regulasi MotoGP sangat ketat bahkan untuk hal-hal kecil seperti kecepatan di pit lane atau menyentuh garis hijau. Tapi dalam situasi sepenting ini, justru terjadi pelanggaran prosedur oleh penyelenggara sendiri.

"Kalau pakai celana yang salah di grid saja bisa kena penalti, kenapa soal start balapan bisa diabaikan begitu saja?" tambahnya.

Hasil Balapan: Marquez Crash, Bagnaia Juara

Ironisnya, Marc Marquez yang memicu kekacauan ini malah terjatuh dari posisi terdepan di lap ke-9. Sementara rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia, yang juga mengganti motornya sebelum warm-up lap, berhasil memenangkan balapan.

Insiden ini membuka kembali diskusi soal konsistensi dalam penerapan regulasi MotoGP. Keputusan race direction untuk menunda start, meski tidak jelas apakah 10 pembalap benar-benar meninggalkan grid, jadi sorotan tajam. Apalagi ketika yang dirugikan adalah pembalap yang justru mengikuti aturan dengan benar.

MotoGP seharusnya jadi ajang balapan, bukan drama off-track. Tapi seperti yang kita tahu, di dunia balap, kejutan bisa datang dari mana saja—termasuk dari race direction sendiri.

*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berkut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

Tambahkan Komentar Anda
Komentar