Trump Akan Teken Inpres Tetapkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional | Borneotribun.com

Minggu, 02 Maret 2025

Trump Akan Teken Inpres Tetapkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional

Trump Akan Teken Inpres Tetapkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional
Petunjuk tiga bahasa mengarahkan orang di gedung pengadilan imigrasi Chicago pada 12 November 2024. Pada 28 Februari 2025, Gedung Putih mengumumkan Trump akan menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi AS. (Foto: AP)

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) pada Jumat (28/2) waktu setempat yang akan menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional. 

Langkah ini diklaim sebagai upaya untuk "mendorong persatuan, meningkatkan efisiensi administrasi pemerintah, dan membuka jalan bagi partisipasi sipil," menurut pernyataan Gedung Putih.

Aturan Baru dan Perubahan Kebijakan

Dengan Inpres ini, lembaga pemerintah serta organisasi yang menerima dana federal akan diberikan kewenangan untuk memutuskan apakah mereka tetap menyediakan layanan dan dokumen dalam bahasa selain bahasa Inggris atau tidak.

Selain itu, kebijakan ini juga mencabut mandat dari era Presiden Bill Clinton yang sebelumnya mewajibkan pemerintah dan penerima dana federal untuk menyediakan bantuan bahasa bagi penutur non-Inggris. 

Hal ini diperkirakan akan berdampak pada banyak komunitas imigran yang selama ini mengandalkan layanan terjemahan dalam berbagai bahasa.

Langkah Kontroversial

Langkah ini bukan pertama kalinya Trump membuat kebijakan yang berhubungan dengan bahasa nasional. 

Pada hari-hari awal kepresidenannya di Januari, pemerintahan Trump menghapus versi bahasa Spanyol dari situs web resmi Gedung Putih, yang menimbulkan reaksi kecewa dari berbagai kelompok advokasi Hispanik dan komunitas lainnya. 

Meskipun Gedung Putih sempat berjanji untuk mengembalikannya, hingga saat ini versi bahasa Spanyol dari situs tersebut masih belum dipulihkan.

Sejarah Panjang Upaya Penetapan Bahasa Inggris

Penetapan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi Amerika Serikat telah menjadi perdebatan panjang selama beberapa dekade. 

Sejumlah anggota Kongres telah beberapa kali mencoba mengajukan undang-undang terkait, tetapi selalu menemui kegagalan. 

Namun, lebih dari 30 negara bagian di AS sudah lebih dulu menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di wilayah mereka, menurut data dari organisasi U.S. English, yang aktif mengadvokasi kebijakan ini.

Dampak Kebijakan Ini

Kebijakan ini kemungkinan besar akan memicu berbagai reaksi, terutama dari kelompok imigran dan komunitas yang mengandalkan layanan dalam bahasa selain Inggris. 

Banyak yang khawatir bahwa langkah ini akan semakin menyulitkan akses mereka terhadap layanan publik dan informasi penting dari pemerintah.

Sementara itu, pendukung kebijakan ini berpendapat bahwa penetapan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional dapat membantu meningkatkan efisiensi pemerintahan dan mendorong imigran untuk lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan di Amerika Serikat.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai kebijakan ini, terutama terkait dampaknya terhadap komunitas non-penutur bahasa Inggris di AS.**

Oleh: VOA Indonesia | Editor: Yakop

*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar