![]() |
Bagaimana Reaksi Giacomo Agostini Jika Marc Marquez Memecahkan Rekornya. |
JAKARTA - MotoGP makin panas! Marc Marquez baru aja mencetak kemenangan ke-90 di MotoGP Argentina kemarin.
Ini berarti, sekarang cuma dua legenda yang masih ada di atasnya dalam daftar kemenangan sepanjang masa: Valentino Rossi (115 kemenangan) dan Giacomo Agostini (122 kemenangan).
Tapi, sampai kapan?
Dengan 22 balapan per musim, bukan nggak mungkin Marquez bisa melampaui dua ikon Italia tersebut sebelum kontraknya dengan Ducati Lenovo berakhir dalam dua tahun ke depan.
Agostini: "Saya Jelas Tidak Menginginkannya!"
Ketika ditanya bagaimana perasaannya jika Marquez melewati rekornya, Agostini memberikan jawaban yang cukup jujur.
Dalam wawancara dengan La Repubblica, dia bilang, "Saya jelas tidak menginginkannya!"
"Saya pasti nggak bakal senang, tapi saya akan tetap memberi selamat padanya. Dia memang pantas mendapatkannya," lanjut Agostini.
Bukan cuma rekor kemenangan terbanyak yang jadi target Marquez. Kalau musim ini dia sukses jadi juara dunia, maka dia akan menyamai catatan Rossi dengan tujuh gelar MotoGP dan sembilan gelar kejuaraan dunia di semua kelas.
"Tahun ini dia menargetkan gelar kesembilan untuk menyamai Rossi," kata Agostini.
"Kalau dia berhasil, target berikutnya pasti gelar ke-10. Dia nggak akan mikirin hal lain. Tapi ya, kita semua bakal melakukan hal yang sama kalau di posisinya. Menang itu luar biasa."
Jika berhasil meraih gelar ke-10, Marquez akan menjadi pembalap paling sukses di era modern, meskipun rekor 15 gelar dunia Agostini yang diraih di tahun 1960-an dan 70-an kemungkinan besar nggak akan bisa digapai siapa pun.
Di daftar gelar dunia terbanyak, Marquez juga baru saja menyamai Angel Nieto, yang punya koleksi 13 gelar dunia di berbagai kelas.
Bagnaia, Saingan atau Korban Berikutnya?
Sejauh ini, Marquez sudah tampil dominan dalam dua akhir pekan balapan pertamanya bersama Ducati Lenovo.
Sementara itu, rekan setimnya, Francesco "Pecco" Bagnaia, belum bisa mengalahkannya di sesi mana pun tahun ini.
Agostini pun nggak melihat Marquez bakal mengendurkan gas dalam waktu dekat.
"Kalau terserah dia, Marquez pasti ingin menang di semua 44 balapan dalam satu musim (termasuk Sprint), tanpa menyisakan remah-remah untuk yang lain.
Dia akan mencoba, itu pasti. Di posisinya, kamu juga bakal melakukan hal yang sama," kata Agostini.
Tapi bagaimana dengan Bagnaia yang sudah dua kali juara dunia?
"Kamu nggak bisa menang dua gelar dunia secara kebetulan," ujar Agostini.
"Pecco lebih suka melakukan semuanya dengan tenang, dia ingin mengendalikan segalanya. Saya juga seperti itu. Saya punya kepekaan yang sangat tinggi dalam berkendara dan ingin mengontrol detail sekecil apa pun.
"Sedangkan Mike Hailwood, kasih aja dia motor apa pun, dia bakal langsung kencang. Gila banget! Kalau kita tukeran motor sebelum balapan, dia pasti bakal tetap mencetak waktu yang sama dengan motorku. Sementara aku bakal lebih lambat satu detik dengan motornya."
Marc Marquez sendiri kini mengincar kemenangan ke-91 di Circuit of The Americas (COTA) akhir pekan depan, salah satu sirkuit terbaiknya sepanjang karier.
Jadi, pertanyaannya sekarang: Bisakah Marquez benar-benar memecahkan rekor Agostini? Dan kalau iya, apa Agostini bakal tetap bisa tersenyum?
*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS