Berita Borneotribun.com: Kalbar Hari ini
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Maret 2025

Rombongan Mudik Gratis Tiba di Terminal Lawang Kuari

Foto: Rombongan mudik gratis tiba di terminal lawang kuari sekadau.

SEKADAU - Polres Sekadau mengawal rombongan peserta program Mudik Gratis yang difasilitasi oleh Pemprov Kalbar dan Polda Kalbar. Program ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya IdulFitri 1446 H / 2025.

Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, melalui Kasi Humas Polres Sekadau, AKP Agus Junaidi, menyampaikan bahwa pengawalan dilakukan pada Jumat, (28/3/2925), pukul 09.00 WIB. Sebanyak 42 pemudik diberangkatkan menggunakan dua unit bus.

"Pengawalan ini dipimpin oleh Kanit Turjagwali Satlantas Polres Sekadau, IPDA Alexander Aldo, bersama dua personel lainnya dengan menggunakan mobil patroli Satlantas Polres Sekadau," jelasnya.

Rombongan diterima secara estafet dari PJR Ditlantas Polda Kalbar di Jalan Raya Trans Kalimantan, Simpang Ampar, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sekadau.

AKP Agus menyebutkan bahwa sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan tiba di Terminal Lawang Kuari Sekadau. Di lokasi tersebut, personel Polres Sekadau bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja telah bersiaga untuk memastikan kelancaran serta keamanan kedatangan para pemudik.

"Alhamdulillah, selama perjalanan pengawalan, arus lalu lintas terpantau lancar tanpa kendala kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas di sepanjang rute yang dilalui," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program Mudik Gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan kepolisian dalam menyediakan layanan transportasi yang aman serta nyaman bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman.

Polres Sekadau Kawal Rombongan Mudik Gratis Hingga Tiba di Terminal Lawang Kuari

Polres Sekadau Kawal Rombongan Mudik Gratis Hingga Tiba di Terminal Lawang Kuari
Polres Sekadau Kawal Rombongan Mudik Gratis Hingga Tiba di Terminal Lawang Kuari.
SEKADAU - Polres Sekadau mengawal rombongan peserta program Mudik Gratis yang difasilitasi oleh Pemprov Kalbar dan Polda Kalbar. Program ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 H / 2025.

Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, melalui Kasi Humas Polres Sekadau, AKP Agus Junaidi, menyampaikan bahwa pengawalan dilakukan pada Jumat, (28/3/2925), pukul 09.00 WIB. Sebanyak 42 pemudik diberangkatkan menggunakan dua unit bus.

"Pengawalan ini dipimpin oleh Kanit Turjagwali Satlantas Polres Sekadau, IPDA Alexander Aldo, bersama dua personel lainnya dengan menggunakan mobil patroli Satlantas Polres Sekadau," jelasnya.

Polres Sekadau Kawal Rombongan Mudik Gratis Hingga Tiba di Terminal Lawang Kuari
Polres Sekadau Kawal Rombongan Mudik Gratis Hingga Tiba di Terminal Lawang Kuari.
Rombongan diterima secara estafet dari PJR Ditlantas Polda Kalbar di Jalan Raya Trans Kalimantan, Simpang Ampar, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sekadau.

AKP Agus menyebutkan bahwa sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan tiba di Terminal Lawang Kuari Sekadau. Di lokasi tersebut, personel Polres Sekadau bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja telah bersiaga untuk memastikan kelancaran serta keamanan kedatangan para pemudik.

"Alhamdulillah, selama perjalanan pengawalan, arus lalu lintas terpantau lancar tanpa kendala kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas di sepanjang rute yang dilalui," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program Mudik Gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan kepolisian dalam menyediakan layanan transportasi yang aman serta nyaman bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman.

PKH : Harapan keluarga miskin untuk mengakses hak dasar dari Negera

PKH : Harapan keluarga miskin untuk mengakses hak dasar dari Negera
PKH : Harapan keluarga miskin untuk mengakses hak dasar dari Negera. (ANTARA)
Pontianak - Bagi banyak keluarga miskin, Program Keluarga Harapan (PKH) bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga jembatan menuju kehidupan yang lebih layak.

Sari (37), seorang ibu di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat merasakan langsung manfaat PKH. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci mengandalkan bantuan ini untuk memastikan anaknya tetap bersekolah.

"Tanpa PKH, mungkin saya harus memilih antara membayar uang sekolah atau membeli beras. Tapi dengan bantuan ini, saya bisa sedikit bernapas lega," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Orang-orang seperti Sari patut memanjangkan harapan, karena di tengah tantangan ekonomi, pemerintah memastikan program PKH yang diluncurkan sejak tahun 2007, terus berlanjut pada 2025 untuk memberikan harapan bagi jutaan keluarga agar tetap dapat mengakses hak-hak dasar mereka dalam pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Pada 2025, secara nasional, PKH akan diberikan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp28,7 triliun.

Pemerintah memastikan PKH bukan hanya bantuan tunai, tetapi juga bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi. Bantuan yang diberikan bertujuan mendorong anak-anak dari keluarga miskin untuk tetap mengenyam pendidikan, memastikan ibu hamil mendapatkan layanan kesehatan yang layak, serta memberikan perlindungan bagi lansia dan penyandang disabilitas yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Secara keseluruhan, PKH diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penetapan Penerima PKH

Di Kalimantan Barat, PKH menyasar rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memiliki ibu hamil, balita, anak usia sekolah, lansia, serta penyandang disabilitas.

"PKH adalah program dari pusat yang diperuntukkan bagi keluarga miskin dengan syarat utama memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," kata Musaddeq di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa pengusulan penerima PKH dilakukan dari tingkat bawah, mulai dari RT hingga desa atau kelurahan, sebelum diajukan ke Dinas Sosial setempat. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi data, sebelum akhirnya ditetapkan oleh Menteri Sosial melalui Surat Keputusan (SK) sebagai penerima PKH.

"Di tingkat desa atau kelurahan, dilakukan musyawarah desa (Musdes) atau musyawarah kelurahan (Muskel) untuk menentukan keluarga yang dianggap layak menerima PKH," katanya.

Musaddeq menyoroti adanya kendala dalam proses pendaftaran melalui aplikasi Cek Bansos, yang merupakan alternatif bagi masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan. Menurutnya, keterbatasan akses dan literasi digital masyarakat miskin menjadi tantangan utama dalam penggunaan aplikasi tersebut.

"Masalah yang sering terjadi adalah satu akun dalam aplikasi bisa digunakan oleh lebih dari satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga menimbulkan kendala dalam proses verifikasi dan penyaluran bantuan," katanya.

Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Kalimantan Barat 1, Abdul Malik, mengungkapkan bahwa jumlah penerima PKH di Kalbar pada tahap pertama 2025 mencapai 161.954 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah ini dapat berubah pada tahap selanjutnya tergantung pada pemutakhiran data dan verifikasi yang dilakukan pemerintah.

PKH memiliki tiga kategori utama penerima manfaat, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Dalam kategori pendidikan, penerima harus memiliki anak yang sedang bersekolah di tingkat SD, SMP, atau SMA.

Untuk kategori kesehatan, program ini mencakup ibu hamil dan balita yang wajib melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di fasilitas kesehatan. Sementara itu, kategori kesejahteraan sosial mencakup lansia dan penyandang disabilitas yang berhak menerima bantuan.

Selain memberikan bantuan tunai, PKH juga mewajibkan para penerima untuk mengikuti pertemuan kelompok yang disebut B2K2 setiap bulan. Dalam pertemuan ini, pendamping PKH memberikan berbagai modul edukasi, seperti kesehatan, pengasuhan anak, serta pengelolaan ekonomi dan keuangan.

Adapun jadwal pencairan Dana PKH akan dicairkan dalam empat tahap sepanjang tahun 2025, antara lain Tahap 1: Januari, Februari, Maret kemudian Tahap 2: April, Mei, Juni, Tahap 3: Juli, Agustus, September dan Tahap 4: Oktober, November, Desember.

Sedangkan besaran bantuan yang diterima bervariasi tergantung kategori penerima, misalnya Ibu hamil dan anak usia dini (0-6 tahun) akan mendapatkan bantuan Rp750.000 setiap tiga bulan, Anak sekolah SD: Rp225.000 setiap tiga bulan, Anak sekolah SMP: Rp375.000 setiap tiga bulan, Anak sekolah SMA: Rp500.000 setiap tiga bulan dan Lansia (70 tahun ke atas) dan penyandang disabilitas berat: Rp600.000 setiap tiga bulan.

Dengan jumlah penerima yang mencapai 161.954 KPM pada tahap pertama 2025, program PKH di Kalbar diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi angka kemiskinan di daerah tersebut.

Ketidaktepatan Data 

Kepala Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Musa, menyoroti ketidaktepatan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang berasal dari pusat, sehingga menimbulkan polemik di tingkat desa.

"Dari pusat, banyak data itu tidak tepat sasaran. Ini yang menjadi permasalahan di lapangan. Misalnya, ada dua warga bertetangga, sama-sama kurang mampu, tetapi yang lebih mampu justru menerima bantuan, sementara yang lebih membutuhkan tidak terdata. Ini tentu menimbulkan ketidakpuasan di masyarakat," ujar Musa di Kubu Raya, Kamis.

Ia mengungkapkan, permasalahan utama dalam pendataan penerima PKH adalah tidak adanya proses verifikasi langsung di lapangan yang melibatkan pemerintah desa dan rukun tetangga (RT). Selama ini, data penerima ditetapkan oleh dinas sosial berdasarkan data dari pemerintah pusat tanpa melalui proses verifikasi langsung di lapangan.

"Ini penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran," katanya.

Dia mengakui sering mengalami kesulitan saat meminta data penerima PKH karena harus mengajukan surat dan melalui berbagai prosedur.

"Jika data ini bisa diakses oleh pemerintah desa, tentu akan lebih mudah dalam melakukan verifikasi," ujarnya.

"Sebenarnya ini sederhana, data penerima PKH sebaiknya diumumkan agar bisa dicek bersama. Jangan sampai ada penerima yang mendapatkan PKH sekaligus BLT, sementara ada warga yang lebih membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan sama sekali," lanjut Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Sungai Raya itu.

Agar PKH tepat sasaran, Musa berharap ada koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat, dinas sosial, dan pemerintah desa dalam proses pendataan penerima bantuan sosial, sehingga dengan PKH, negara bisa memastikan bahwa tidak ada keluarga yang tertinggal dalam pembangunan.

Jika tepat sasaran, PKH adalah akses bagi ​​​​​​​bagi Sari dan jutaan keluarga penerima manfaat lainnya untuk mendapatkan hak dasar dari negara. Mereka harus merasakan bahwa PKH adalah bukti bahwa di tengah segala kesulitan, masih ada harapan dan kepedulian dari negara untuk mereka.

Oleh Rendra Oxtora/ANTARA

Sinergi Berbagai Pihak, Perbaikan Jalan Sejirak - Rawak Dikerjakan

Foto: Perbaikan jalan sejirak menuju Rawak, sekadau hulu.

SEKADAU - Perbaikan ruas jalan sejirak - Lampau - Rawak Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, mulai dikerjakan pada Kamis (27/3/2025) pagi. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi antara Forcopimcam Sekadau Hulu, PT. MJP, Kepala Desa, serta para pengusaha setempat guna memastikan kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Camat Sekadau Hulu Fransisco Wardianus, Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam, perwakilan Danramil, Humas PT. MJP, serta Kepala Desa dari Rawak Hilir, Rawak Hulu, dan Perongkan. Sejumlah pengusaha juga turut berpartisipasi dalam upaya perbaikan ini.

Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam menjelaskan bahwa kondisi jalan yang rusak parah kerap menyulitkan akses kendaraan, terutama roda empat dan roda enam, sehingga sering terjadi kemacetan akibat kendaraan yang mengalami kendala di ruas tersebut.

“Perbaikan ini menjadi prioritas mengingat banyaknya masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik atau berwisata ke wilayah RTM (Rawak, Taman, dan Mahap) selama Lebaran. Kami berharap perbaikan ini dapat memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan keamanan bagi para pengguna jalan,” ujar IPTU Agustam.

IPTU Agustam menambahkan bahwa PT. MJP turut mendukung kegiatan ini selain mengirimkan material batu juga menurunkan alat berat, berupa satu unit grader dan vibro, guna mempercepat proses perbaikan.

“Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan kelompok pengusaha Sekadau Hulu ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam menyambut Hari Raya. Kami berharap jalan ini bisa segera dilalui dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Kamis, 27 Maret 2025

Pemprov Kalbar jamin stok beras cukup jelang Idul Fitri

Pemprov Kalbar jamin stok beras cukup jelang Idul Fitri
Pemprov Kalbar jamin stok beras cukup jelang Idul Fitri. (ANTARA)
Pontianak - Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Dony Saiful Bahri, menyampaikan bahwa stok beras lokal tetap terjaga dengan suplai yang lancar dari berbagai daerah produksi di Kalbar.

"Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, masyarakat Kalimantan Barat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Pemerintah daerah memastikan stok beras dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat," kata Dony di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan, beras lokal yang tersedia saat ini berasal dari kelompok tani di Kabupaten Sambas yang dijual dengan harga Rp55 ribu per lima kilogram.

"Setiap minggunya, kami mendatangkan sekitar empat ton beras dari kelompok tani binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Tanaman Pangan Provinsi Kalbar," katanya.

Ia menjelaskan bahwa beras yang dipasarkan saat ini merupakan jenis medium. Dalam waktu dekat, kata dia, kelompok tani di Sambas juga akan mulai memproduksi beras premium.

"Ke depan, kami akan menghadirkan beras premium hasil produksi petani lokal Kalbar agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang tetap terjangkau," katanya.

Selain beras, pihaknya bersama TP PKK Kalbar juga melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Minyak goreng premium yang sebelumnya dijual Rp20 ribu per liter kini dapat dibeli dengan harga Rp16 ribu, harga gula pasir turun dari Rp19 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram, sementara harga telur ayam yang sebelumnya Rp33 ribu kini hanya Rp28 ribu per kilogram.

Dony juga memastikan bahwa saat ini puncak panen raya padi sedang berlangsung di beberapa kabupaten di Kalbar, sehingga ketersediaan beras tetap terjaga dengan baik.

"Saat ini harga beras premium berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram. Jika terjadi sedikit kenaikan, masih dalam batas yang bisa dikendalikan," katanya.

Dengan panen raya yang sedang berlangsung serta kelancaran distribusi, pemerintah optimistis harga bahan pokok, terutama beras, tetap stabil.

"Hal ini diharapkan dapat membantu menjaga inflasi di Kalimantan Barat agar tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga pangan," kata Dony.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA 

Pangdam minta prajurit TNI paham hukum-hukum kemiliteran

Pangdam minta prajurit TNI paham hukum-hukum kemiliteran 
Pangdam minta prajurit TNI paham hukum-hukum kemiliteran. (ANTARA)
Singkawang - Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Jamalulael minta agar prajurit TNI terutama yang baru lulus pendidikan pertama Bintara TNI AD paham semua hukum-hukum tentang kemiliteran.

"Kalau di TNI kan ada yang namanya hukum pidana militer dan hukum disiplin militer. Yang mana kedua hukum ini sama-sama berat," kata Pangdam dalam apel penutupan pendidikan pertama Bintara TNI AD Gelombang II Tahun 2024 di Lapangan Sapta Marga Rindam XII/Tpr, Singkawang, Kamis.

Pada penerimaan prajurit TNI AD gelombang II tersebut katanya, ada sebanyak 381 prajurit yang lulus pendidikan Bintara. Setelah ini mereka akan mengikuti pendidikan kejuruan. Mengingat pendidikan Bintara ini sifatnya masih umum.

"Yang Infanteri tetap bertahan mengikuti pelatihan di Dodiklatpur, kemudian yang kecabangan-kecabangan seni akan mengikuti pelatihan kejuruan di Bogor. Sedangkan yang dari kecabangan kesehatan mereka akan mengikuti pelatihan kejuruan kesehatan di Jakarta," ujarnya.

Mengenai penempatan penugasan, katanya, tentunya bukan merupakan tupoksi Pangdam yang menempatkan. Namun yang namanya TNI, tentu saja ditugaskan di Indonesia, bisa di dalam atau luar Kalbar.

Penempatan tersebut juga tergantung bagaimana kebutuhan organisasi yang memang saat ini membutuhkan tenaga-tenaga baru untuk mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di satuan-satuan di Indonesia.

"Sesuai dengan amanat saya tadi, saya berpesan bahwa pada hari ini mereka sudah bukan lagi anak muda biasa. Karena mereka sudah menjadi tentara, mungkin usianya sangat belia, tapi mereka sudah dipanggil bapak," ujarnya.

Penutupan pendidikan ini kata dia, bukan berarti perjuangan telah selesai tetapi justru sebagai tonggak awal perjalanan karir yang masih sangat panjang dan harus dihadapi.

Keberhasilan karir mereka nantinya di TNI AD akan ditentukan oleh diri mereka masing-masing, meskipun mereka telah memiliki bekal ilmu kemiliteran, tetapi harus didukung juga dengan kemampuan perorangan serta sikap dan perilaku yang baik saat bertugas.

"Mereka harus mampu bersaing sehat dengan rekan-rekannya sendiri, serta harus selalu menambah ilmu pengetahuan, karena bekal yang ada tentulah belum cukup, seiring dengan era globalisasi dan perkembangan zaman saat ini," ujarnya.

Prajurit juga diminta memiliki loyalitas tinggi kepada atasan, mampu bekerja keras dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan, dengan tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan wajib TNI sebagai landasan dalam melaksanakan tugas.

"serta harus selalu siap sedia mengorbankan jiwa raga demi keutuhan NKRI," ujarnya.

Oleh : Narwati/ANTARA

Disdikbud Singkawang sosialisasi SPMB 2025-2026

Disdikbud Singkawang sosialisasi SPMB 2025-2026
Disdikbud Singkawang sosialisasi SPMB 2025-2026. (ANTARA)
Singkawang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mensosialisasikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2025-2026 di Aula Disdikbud Singkawang, Kamis.

"Sosialisasi ini bertujuan menyampaikan perubahan dalam sistem penerimaan murid baru di jenjang SD dan SMP di Singkawang," kata Kepala Disdikbud Singkawang Asmadi.

Menurutnya, tahun ini terdapat perubahan mendasar dalam sistem penerimaan yakni dari sistem zonasi ke sistem domisili.

"Kalau sebelumnya pendekatannya zonasi, sekarang berbasis domisili. Jadi sekolah negeri maupun swasta akan menerima siswa berdasarkan data domisili," ujarnya.

Dia menyatakan penerimaan murid baru akan didasarkan pada data dari tim penerimaan murid baru di sekolah serta Disdikbud Kota Singkawang.

"Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam proses penerimaan siswa," ujarnya.

Adapun persyaratan usia untuk penerimaan siswa baru, di jenjang TK yakni kelas A dengan umur 4-5 tahun dan kelas B dengan umur 5-6 tahun. Pada jenjang SD yakni usia 7 tahun wajib diterima, dan usia 6 tahun per 1 Juli 2025 dapat diterima. Kemudian pada jenjang SMP maksimal 15 tahun per 1 Juli 2025 dan lulus dari SD/sederajat

Terdapat beberapa jalur pendaftaran yang disesuaikan dengan sebaran kuota yakni Jalur Domisili, SD dengan 80 persen, SMP dengan 45 persen.

Sedangkan Jalur Afirmasi (siswa tidak mampu dan disabilitas) yakni SD dengan 15 persen, SMP dengan 25 persen. Kemudian Jalur Prestasi yakni SD Tidak tersedia, SMP dengan 25 persen. Jalur Mutasi Orang Tua atau Pindah Siswa, yakni SD dengan 5 persen dan SMP dengan 5 persen.

Untuk waktu pendaftaran dimulai pada tanggal 23 hingga 25 Juni 2025. Daftar ulang tanggal 30 Juni 2025 dan pengumuman pada tanggal 26 Juni 2025 (serentak).

Masa pengenalan lingkungan sekolah di jenjang SD pada tanggal 14 hingga 25 Juli 2025, kemudian SMP 14 hingga 18 Juli 2025.

"Sistem ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi semua murid untuk mendapatkan pendidikan berkualitas serta meningkatkan akses bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas," ujarnya.

Oleh : Narwati/ANTARA

PLN Singkawang Kalbar pastikan keandalan listrik saat Lebaran 2025

PLN Singkawang Kalbar pastikan keandalan listrik saat Lebaran 2025
PLN Singkawang Kalbar pastikan keandalan listrik saat Lebaran 2025. (ANTARA)
Singkawang - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang Kalimantan Barat memastikan keandalan pasokan listrik selama Lebaran Idul Fitri 2025 di wilayah setempat.

“Kesiapan pasokan listrik yang andal menjadi prioritas utama PLN, terutama di momen Ramadhan dan Idul Fitri, di mana kebutuhan listrik cenderung meningkat,"  ujar Manager PLN UP3 Singkawang Martinus Irianto Pasensi di Singkawang, Kamis. 

Sistem kelistrikan Singkawang dipastikan aman dengan kumulatif daya mampu sebesar 321,2 MW (Megawatt) dan kumulatif beban puncak 86,7 MW.

PLN juga menyiapkan personil 333 orang, peralatan pendukung 12 unit, kendaraan pendukung terdiri dari 4 unit unit gardu bergerak dan 25 unit genset mobile dalam kondisi baik dan siap beroperasi. 

Selain itu kendaraan pendukung sebanyak 26 mobil dan 21 motor serta material cadang gangguan tersedia dalam jumlah cukup.  

Kemudian PLN juga menyiapkan posko siaga keandalan distribusi enam  lokasi, posko siaga mudik lebaran satu lokasi, SPKLU yang tersebar di 10 lokasi dan beberapa lokasi siaga prioritas diantaranya adalah rumah ibadah (masjid). 

"Dengan upaya-upaya kesiapan ini, PLN berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga pasokan listrik tetap andal, dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mengurangi gangguan jaringan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya. 

Dia berharap agar masyarakat terutama umat Muslim yang merayakan Idul Fitri bisa berjalan lancar dan khidmat.

Dia menyatakan bahwa  keselamatan kerja petugas di lapangan juga harus menjadi perhatian utama agar operasional berjalan dengan lancar dan aman.

Pihaknya siap mengawal pelaksanaan hari kemenangan dengan layanan kelistrikan yang andal dan prima.

Dia juga menegaskan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi seluruh petugas siaga, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) guna memastikan keselamatan dalam menjalankan tugas di lapangan.

Guna menjamin keandalan listrik di Singkawang, PLN juga telah melakukan meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan serta prosedur siaga yang telah disiapkan untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan. 

"Kita  memastikan persiapan untuk sistem kelistrikan saat lebaran kondisi aman dan andal," ujarnya. 

Oleh : Narwati/ANTARA

Polres Singkawang musnahkan barang bukti sabu

Polres Singkawang musnahkan barang bukti sabu 
Polres Singkawang musnahkan barang bukti sabu. (ANTARA)
Singkawang - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Singkawang, Polda Kalbar memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 18,76 gram, Kamis.

Menurut Kabag Ops Polres Singkawang, Kompol Eko Andi Sutejo, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan dari tersangka Inisial AB, yang ditangkap pada 5 Maret 2025 di sekitar lampu lalu lintas Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah.

"Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu paket plastik klip berisi sabu dengan berat bersih 19,86 gram," ujarnya.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium dari Balai Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Kalbar, kristal putih yang ditemukan positif mengandung metamfetamin dan dikategorikan sebagai narkotika golongan I sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Setelah melalui proses hukum, katanya, barang bukti yang disisihkan sebanyak 0,1 gram untuk uji laboratorium dan 1 gram untuk persidangan, sementara sisanya dimusnahkan.

"Kegiatan pemusnahan dilakukan dengan cara melarutkan sabu ke dalam air panas yang dicampur deterjen, kemudian dibuang ke saluran pembuangan," ujarnya.

Proses ini dilakukan di hadapan para saksi, termasuk perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkawang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Singkawang, Dinas Kesehatan Singkawang, serta penasihat hukum tersangka.

Dia menegaskan, bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Singkawang.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan aktivitas yang mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba.

"Dengan adanya pemusnahan barang bukti ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku serta memperkuat komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkotika," ujarnya.

Polres Singkawang menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan guna menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Oleh : Narwati/ANTARA

Titik Terang Kematian Juwita, Diduga Pelaku Berpangkat Kelasi Satu

Foto: Almarhum Wartawati Juwita.

BALIKPAPAN - Wartawati newsway.co.id, bernama Juwita, diduga dibunuh oleh oknum Anggota Lanal Balikpapan berpangkat Kelasi Satu, berinisial J. Demikian disampaikan Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap.

“Ini benar terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh oknum Anggota Lanal Balikpapan berinisial J, pangkat Kelasi Satu, terhadap korban saudari Juwita yang terjadi pada Sabtu tanggal 22 Maret 2025, di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan,” kata Ronald di Mako Lanal Balikpapan, Rabu (26/2025).

Ronald belum mengungkapkan apa hubungan korban dengan pelaku, dan apa motif pelaku. “Ini masih dalam proses penyidikan, jadi kami mohon kesabaran rekan-rekan, nanti perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.

Sosok J pun masih belum diungkapkan oleh Ronald, hanya diketahui bahwa ia telah berdinas selama 4 tahun. “Di Angkatan Laut-nya? Kurang-lebih empat tahun,” kata Ronald.

Menurut portal berita newsway.co.id, Juwita awalnya diinfokan tewas dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai motor, di tepi jalan menuju Desa Kiram, Banjar, Sabtu (22/3), dalam kondisi masih mengenakan helm.

Portal berita tersebut menyebutkan bahwa Juwita pamit ke keluarga untuk pergi ke Guntung Payung, tetapi justru ditemukan meninggal di Gunung Kupang, dengan banyak kejanggalan. (***)

Rabu, 26 Maret 2025

Momentum Ramadan, POM Sekadau dan Polres Sekadau Bagikan Takjil

Momentum Ramadan, POM Sekadau dan Polres Sekadau Bagikan Takjil
Momentum Ramadan, POM Sekadau dan Polres Sekadau Bagikan Takjil.
SEKADAU - Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Persatuan Orang Melayu (POM) Sekadau bekerja sama dengan Polres Sekadau menggelar kegiatan pembagian takjil bagi pengguna jalan. Sebanyak 100 paket takjil dibagikan dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (26/3/2025) sore di depan Taman Lawang Kuari, Jalan Merdeka Barat.

Sebelum kegiatan dimulai, Kasi TIK Polres Sekadau, IPDA Asmadi, selaku Perwira Pengawas (Pawas), memberikan arahan kepada anggota POM Sekadau di depan Pos Lantas Polres Sekadau. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh POM Sekadau.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan berbagi takjil yang dilakukan oleh POM Sekadau. Ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan belum sempat menyiapkan makanan untuk berbuka puasa," ujar IPDA Asmadi.

Agar kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas, Polres Sekadau turut menurunkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan kendaraan di lokasi.

Ketua POM Sekadau, Gusti M. Yani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama serta upaya mempererat kebersamaan di bulan Ramadan.

"Bulan Ramadan adalah momentum yang tepat untuk berbagi kebaikan. Semoga takjil yang kami berikan membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua," ungkapnya.

Pembagian takjil ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas merasa terbantu dan mengapresiasi inisiatif POM Sekadau serta dukungan Polres Sekadau dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Sumber: Humas Polres Sekadau

Tim gabungan Pemkot Singkawang cek angkutan umum menjelang lebaran

Tim gabungan Pemkot Singkawang cek angkutan umum menjelang lebaran
Tim gabungan Pemkot Singkawang cek angkutan umum menjelang lebaran. (ANTARA)
Kota Singkawang - Tim gabungan Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melakukan pemeriksaan kendaraan angkutan umum (ramp check) menjelang libur Lebaran 2025.

"Pemeriksaan dilaksanakan di Terminal Pasiran, Terminal Beringin dan Perusahaan Otobus (PO) Bis Bintang Jaya. Tujuannya untuk memeriksa kelaikan operasi kendaraan angkutan umum menjelang Idul Fitri 1446 H," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Eko Susanto di Singkawang, Rabu.

Tim gabungan Pemkot Singkawang tersebut, katanya, terdiri atas Dishub, Satlantas Polres Singkawang, Dispenda Kalbar, Jasa Raharja dan BNNK.

Pihaknya ingin memastikan kendaraan angkutan ini layak beroperasi atau jalan melayani masyarakat.

"Kami turunkan juga tim penguji kendaraan untuk mengecek kondisi kendaraan angkutan umum,” ujarnya.

Dia mengatakan dengan ramp check tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan kendaraan umum. Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan sektor terkait, memastikan mudik Idul fitri 1446 H berjalan lancar.

“Ramp check ini diharapkan meminimalkan risiko kecelakaan, kami pun terus berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan mudik lebaran tahun ini berjalan lancar,” ujarnya.

Selain angkutan yang ada di terminal, tim gabungan juga menyasar angkutan di sejumlah perusahaan otobus (PO), dan seluruh busnya dinyatakan siap dipergunakan untuk angkutan mudik.

“Kami juga mendatangi sejumlah PO di Singkawang, dan dari hasil pemeriksaan baik dan dinyatakan angkutan bis nya siap digunakan untuk angkutan mudik,” ujarnya.

Pada ramp check kali ini, setiap kendaraan yang dinyatakan lulus, ditempel dengan stiker keselamatan Jasa Raharja dan stiker lulus uji kendaraan.

Selain pengecekan kendaraan juga dilakukan tes penggunaan narkoba kepada supir angkutan oleh BNN Kota Singkawang.

“Kami juga melakukan tes urine para supir angkutan, dan alhamdulillah tidak ada yang ditemukan positif narkoba,” ujarnya.

Oleh : Narwati/ANTARA

Bengkayang komitmen memenuhi kekurangan guru lewat program PPG

Bengkayang komitmen memenuhi kekurangan guru lewat program PPG
Bengkayang komitmen memenuhi kekurangan guru lewat program PPG. (ANTARA)
Bengkayang - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan guru melalui penuntasan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) daerah perbatasan.

"Terkait dengan pemenuhan guru dan Sapras di Bengkayang kita sudah melakukan pertemuan dengan Dirjen GTK Kemendikdasmen beberapa hari lalu untuk membahas hal tersebut. Dan kementerian juga menanggapi positif dan akan mempercepat pengadaan guru dan Saprasnya di Bengkayang," kata Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis di Bengkayang, Rabu.

Kabupaten Bengkayang saat ini katanya, masih kekurangan 1.394 guru di sejumlah jenjang sekolah terutama di wilayah pedalaman Bengkayang.

Dia merincikan kekurangan guru itu tersebar pada 21 sekolah TK, SDN 260 sekolah, SDS 14, SMPN 80 dan lima SMPS.

Selain itu, komitmen pemerintah juga diwujudkan dengan beberapa strategi dengan memanfaatkan dan mendayagunakan guru yang telah mengikuti program PPG Dalam Jabatan (Daljab). Meningkatkan kompetensi guru yang belum memiliki gelar S-1 juga akan dilakukan melalui kerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK).

"Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga akan melakukan redistribusi guru untuk memastikan bahwa semua sekolah memiliki guru yang cukup," ujarnya.

Kemudian optimalisasi jam mengajar juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa semua guru memiliki beban mengajar yang sesuai. Selanjutnya melakukan regruping, juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa semua guru memiliki kesempatan untuk mengajar di sekolah yang sesuai.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga akan bekerja sama dengan lembaga lain, seperti TNI, untuk memastikan bahwa semua sekolah di daerah perbatasan memiliki guru yang cukup.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam beberapa aspek utama, antara lain pemenuhan kebutuhan guru, peningkatan infrastruktur pendidikan, dan penguatan tata kelola pendidikan.

Selain itu, peningkatan infrastruktur pendidikan juga menjadi perhatian, termasuk renovasi sekolah yang mengalami kerusakan berat di daerah rawan bencana serta penyediaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau bantuan pemerintah.

Bupati juga menyatakan, pentingnya penguatan tata kelola pendidikan dengan penyediaan tenaga administrasi sekolah, seperti tenaga tata usaha, pustakawan, dan laboran TIK, guna meningkatkan efektivitas pengelolaan dana BOS.

Selain itu, ia mengusulkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik serta kolaborasi dengan Direktorat Jenderal GTK Kemendikdasmen dalam peningkatan kompetensi pendidik.

Dia berharap kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pusat dalam upaya mengatasi disparitas pendidikan di wilayah perbatasan dapat terwujud.

“Dengan dukungan Kemendikdasmen, kami optimis mewujudkan Kabupaten Bengkayang sebagai daerah yang mandiri dan berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal GTK, Prof. Dr. Nunuk Suryani menegaskan komitmen Kemendikdasmen untuk memberikan perhatian khusus kepada daerah perbatasan seperti Bengkayang.

“Kami akan mempercepat pengadaan guru serta bantuan sarana dan prasarana guna mendukung pemerataan pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kemendikdasmen akan mempercepat pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru di Kabupaten Bengkayang, sehingga mereka dapat segera mendapatkan sertifikasi dan peningkatan kompetensi.

Saat ini lanjutnya, terdapat 45 orang guru PPG Daljab yang telah siap untuk didayagunakan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang guna memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di daerah tersebut.

Oleh : Narwati/ANTARA

BI: Stok penukaran uang baru di Kalbar tinggal 40 persen

BI: Stok penukaran uang baru di Kalbar tinggal 40 persen
BI: Stok penukaran uang baru di Kalbar tinggal 40 persen. (ANTARA)
Pontianak - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat mencatat bahwa stok penukaran uang baru kini tinggal 40 persen dari total Rp2,8 triliun yang disiapkan untuk kebutuhan masyarakat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M.

"Menjelang Lebaran, permintaan uang baru untuk keperluan Lebaran terus meningkat. Antusiasme warga dalam menukarkan uang tunai kian tinggi, terutama setelah menerima tunjangan hari raya (THR) dari tempat kerja mereka," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Anggini Sari di Pontianak, Selasa.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera menukarkan uang baru sebelum periode layanan berakhir pada 27 Maret 2025.

"Kami melihat lonjakan permintaan yang cukup tinggi. Agar lebih nyaman, masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan kas keliling dan tidak menunggu hingga mendekati Lebaran," tuturnya.

Dengan stok yang semakin terbatas dan permintaan yang terus meningkat, masyarakat diimbau untuk tidak menunda penukaran uang baru agar tetap mendapatkan pecahan yang diinginkan.

Untuk menghindari antrean panjang, BI Kalbar menyediakan layanan penukaran uang melalui mobil kas keliling. Masyarakat dapat melakukan pemesanan secara daring dengan langkah antara lain, mengunjungi situs resmi Bank Indonesia, Pilih menu "Penukaran Uang Rupiah Melalui Kas Keliling" di halaman utama, Pilih provinsi lokasi penukaran uang baru yang diinginkan, Pilih lokasi dan tanggal penukaran sesuai kebutuhan.

Kemudian mengisi data pemesanan (NIK KTP, nama lengkap, nomor telepon, e-mail), Tentukan jumlah lembar atau keping uang rupiah yang akan ditukarkan dan simpan bukti pemesanan dan bawa saat melakukan penukaran di lokasi yang dipilih.

"Tersedia 70 titik lokasi penukaran yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalbar," katanya.

Sejak layanan penukaran uang baru dibuka pada 17 Maret 2025, masyarakat Kalbar memadati titik-titik penukaran yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Berdasarkan data BI, hingga 24 Maret 2025, sekitar 60 persen dari total uang yang disiapkan telah ditukar, dengan puncak permintaan diprediksi terjadi pada 25-27 Maret 2025.

Di beberapa lokasi, warga rela antre sejak pagi untuk mendapatkan pecahan uang baru yang akan digunakan sebagai 'angpao' Lebaran bagi sanak saudara.

Siti Rahma, salah satu warga Pontianak, mengaku harus datang lebih awal agar tidak kehabisan stok.

"Setiap tahun selalu tukar uang baru untuk Lebaran. Anak-anak suka dapat uang baru, jadi saya usahakan menukarnya sebelum kehabisan. Untungnya masih kebagian," ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ardiansyah, warga Kubu Raya, yang mengantre di salah satu titik kas keliling BI.

"Saya sengaja menukar uang lebih awal karena biasanya kalau sudah dekat Lebaran, stoknya semakin menipis dan antrean makin panjang," katanya.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA 

DJPb: Penyaluran KUR di Kalbar mencapai Rp626,07 miliar

DJPb: Penyaluran KUR di Kalbar mencapai Rp626,07 miliar. (ANTARA)
Pontianak - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di daerah itu dari Januari hingga Februari 2025 sudah mencapai Rp626,07 miliar,.

"Dari angka realisasi Rp626,07 miliar tersebut disalurkan untuk 9.171 debitur yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Provinsi Kalbar," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi Kalbar Yulianto di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran KUR terbesar terealisasi di Kabupaten Ketapang sebesar Rp83,80 miliar untuk 1.119 debitur.

"Sedangkan untuk realisasi KUR terendah di Provinsi Kalbar yakni di Kabupaten Kayong Utara sebesar Rp14,10 miliar yang disalurkan kepada 211 debitur," ucap dia.

Satu di antara masyarakat Kota Pontianak, Restu mengatakan sangat bersyukur ada skema pembiayaan melalui program KUR. Pasalnya dengan KUR tersebut pinjaman modal usaha dengan bunga rendah yakni 6 persen saja.

"Saya pinjam pinjam KUR dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dengan KUR BRI saya mengembangkan usaha kopi. Sejak awal usaha dan bahkan dari ibu istri saya dulu pinjam modal usaha dengan KUR. KUR sangat membantu masyarakat mengembangkan usaha untuk menambah fasilitas maupun meningkatkan produksi usaha," ucap dia.

Menurutnya, pelaku usaha bisa memanfaatkan KUR untuk lebih berkembang dan maju. Dukungan pemerintah melalui bank penyalur melalui program KUR selain bunga rendah juga pelayanan mudah dan cepat.

"Saat ini fasilitas pembiayaan untuk modal sudah sangat mudah dengan adanya KUR. Kami menjadi bukti dengan KUR BRI untuk memajukan usaha," papar dia.

Sementara terkait realisasi pembiayaan Usaha Mikro (UMi) di Kalbar hingga Februari 2025 mencapai Rp571,5 juta yang disalurkan kepada 163 debitur. Sebagian besar penerima pembiayaan UMi memanfaatkan skema kelompok untuk mengakses pendanaan.

Pewarta : Dedi/ANTARA

Selasa, 25 Maret 2025

TNI gelar bazar murah untuk warga perbatasan jelang lebaran

TNI gelar bazar murah untuk warga perbatasan jelang lebaran
TNI gelar bazar murah untuk warga perbatasan jelang lebaran. (ANTARA)
Bengkayang - Kodim 1209 Bengkayang , Kalimantan Barat menggelar bazar murah Ramadhan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat perbatasan akan kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.

Komandan Kodim 1209 Bengkayang, Letkol Inf Albertinus Mariano menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan.

"Kami ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," ujarnya, Selasa.

Barang yang dijual di Bazar Murah ini didominasi oleh sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako), seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kacang. Harga yang ditawarkan juga sangat kompetitif, sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.

"Bazar Murah Ramadhan ini merupakan salah satu contoh nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya.

Dengan kegiatan ini katanya, TNI menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam membantu kesejahteraan rumah tangga.

Salah seorang warga, Dewi yang berbelanja di bazar murah Kodim 1209 Bengkayang merasa senang karena bisa mendapatkan sembako dengan harga yang lebih murah dari harga pasar.

"Senang sekali lah, bisa belanja telur, minyak, gula, dan beras dengan harga yang lebih murah dari harga pasar," ujarnya.

Ia berharap, kegiatan begini tak hanya terjadi bukan Ramadhan tetapi berlanjut di masa mendatang.

Oleh : Narwati/ANTARA