Berita BorneoTribun hari ini

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 14-20

YOUTUBE

Berita 21-24

Berita 25-34

Berita 40-43

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Jumat, 15 Mei 2026

Warga Nanga Mahap Minta PT Arvena Kembalikan Lahan di Luar Izin

Warga Nanga Mahap Minta PT Arvena Kembalikan Lahan di Luar Izin. (foto kebun warga)

SEKADAU - Warga di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, menyampaikan bahwa PT Arvena Sepakat, anak perusahaan Gunas Group, diduga masih mengelola lahan yang berada di luar izin usaha perkebunan dan hak guna usaha.

Pada tahun 2010, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sekadau menggelar rapat untuk membahas dugaan pengelolaan ribuan hektare lahan di luar izin oleh perusahaan tersebut. Lahan yang dibahas tersebar di Kojang Tengah, Suak Mansi, Desa Nanga Suri, Desa Mahap, Desa Batu Pahat, dan Lembah Beringin di Kecamatan Nanga Mahap.

Dalam pertemuan tersebut, warga meminta perusahaan segera mengembalikan lahan yang berada di luar izin kepada pemilik. Sejumlah warga menerima pengembalian lahan, namun proses itu berlangsung tanpa sanksi hukum serta tanpa dokumen resmi.

Sebagian warga lain di wilayah yang sama hingga kini belum dapat mengelola lahannya. Tanaman sawit milik perusahaan masih berada di atas lahan tersebut. Sebagian tanaman terlihat terbengkalai, sementara sebagian lain tetap dirawat dan dipanen oleh perusahaan tanpa memberikan manfaat kepada pemilik lahan.

Acak, pemilik lahan di Dusun Belangir, Desa Tembesuk, menyampaikan bahwa kondisi lahannya serupa dengan warga lain. Ia menyebut perusahaan pernah mengembalikan lahan di luar izin kepada sebagian warga dengan kompensasi Rp5 juta per hektare, namun tanpa berita acara atau dokumen resmi.

Ia juga menyebut lahan yang dikembalikan berada dalam kondisi rusak, sementara tanaman sawit yang telah lama tidak dirawat tetap berdiri di atas lahan tersebut.

Salah satu lahan milik warga.

Acak menjelaskan bahwa tanaman sawit di lahannya tidak mendapatkan perawatan selama puluhan tahun. Saat keluarganya mengambil buah sawit yang terlantar, mereka menerima sanksi adat.

“Sawit itu tidak pernah dirawat. Kami ambil satu dua tandan, malah kena sanksi adat Rp500 ribu per tandan,” ujar Acak.

Ia meminta pemerintah membantu masyarakat agar lahan di luar izin yang tidak dirawat segera dikembalikan kepada pemilik.

Mukmin, warga lainnya, menyebut dari total 23,27 hektare lahan miliknya berada di luar izin usaha perkebunan. Dari luas tersebut, 11,54 hektare di antaranya sudah ditanami sawit. Hingga kini, perusahaan masih merawat dan memanen sawit di lahan tersebut.

Mukmin mengingat pernyataan pihak perusahaan melalui humas, Stepanus Teseng, yang saat itu menyebut lahan di luar izin akan dikembalikan kepada pemilik, disertai kompensasi serta penanaman bibit karet sebagai pengganti kerusakan vegetasi sebelumnya. 

Pemilik lahan telah berupaya melakukan mediasi agar semua masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, namun hingga kini belum ada itikad dari perusahaan.

“Sampai sekarang lahan itu masih dikelola perusahaan. Kami minta dikembalikan sesuai janji,” kata Mukmin.

Ajan, warga lainnya, mengaku tidak menerima sosialisasi dari perusahaan. Ia menyebut lahan miliknya di sempadan Sungai Ketaman ditanami sawit tanpa penjelasan. Ia baru mengetahui bahwa penanaman sawit di sempadan sungai tidak diperbolehkan.

Ia meminta perusahaan mengembalikan lahannya yang berada di kawasan tersebut. Warga juga menyampaikan bahwa penanaman sawit di sempadan sungai berpotensi mempengaruhi kondisi lingkungan karena limbah pupuk dan aktivitas pembukaan lahan dapat mengalir ke sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Sekarang kami baru tahu itu tidak boleh. Kami minta lahan kami dikembalikan,” ujar Ajan.

Radu, warga Dusun Riam Batang, Desa Nanga Suri, menyampaikan bahwa awalnya perusahaan hanya meminta akses jalan di lahannya. Ia menyebut perusahaan memberikan ganti rugi sekitar Rp100 ribu untuk akses tersebut. Namun saat ini, lahan yang menjadi sumber penghidupan keluarganya telah ditanami sawit oleh perusahaan.

“Dulu hanya untuk jalan. Sekarang sudah penuh sawit,” kata Radu.

Warga meminta perusahaan mengembalikan lahan yang berada di luar izin kepada pemilik awal agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber kehidupan.

Selain itu, masyarakat meminta pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap izin pemanfaatan kayu perusahaan. Warga mempertanyakan apakah perusahaan telah memiliki izin saat melakukan pembukaan lahan dan penebangan kayu di area yang berada di luar izin usaha.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait menindaklanjuti kondisi tersebut agar kepastian pengelolaan lahan sesuai ketentuan dapat terwujud. (Red)

Polemik Tuntutan terhadap Nadiem Makarim Picu Reaksi Kalangan Muda

Polemik tuntutan terhadap Nadiem Makarim memicu reaksi publik. Metta Dharmasaputra menilai kasus ini bisa berdampak pada semangat inovasi generasi muda Indonesia.
Polemik tuntutan terhadap Nadiem Makarim memicu reaksi publik. Metta Dharmasaputra menilai kasus ini bisa berdampak pada semangat inovasi generasi muda Indonesia.

JAKARTA - Ungkapan soal tuntutan hukum terhadap Nadiem Makarim menjadi sorotan publik setelah Metta Dharmasaputra menyampaikan pandangannya melalui akun Facebook pribadinya, Jumat. 

Dalam unggahan tersebut, Metta menilai tuntutan yang disebut bisa mencapai 27 tahun penjara memicu kemarahan di kalangan muda Indonesia.

Metta menyebut besarnya ancaman hukuman dan nilai denda serta dana pengganti hingga Rp 5,7 triliun dinilai sulit dipenuhi. 

Ia membandingkan tuntutan itu dengan hukuman bagi pelaku kejahatan berat lainnya.

Menurutnya, Nadiem selama ini dikenal sebagai figur muda yang menginspirasi banyak anak muda Indonesia lewat pendirian Gojek. 

Platform tersebut disebut telah membuka lapangan penghidupan bagi jutaan masyarakat sekaligus mengubah layanan transportasi publik di Indonesia.

Metta juga menyinggung pengakuan internasional yang pernah diterima Nadiem. Majalah Time pernah memasukkan Nadiem dalam daftar 100 pemimpin yang membentuk masa depan dunia, sementara Bloomberg menempatkannya sebagai salah satu inovator paling berpengaruh secara global.

Dalam unggahannya, Metta mengaitkan kemunculan Nadiem dengan generasi pendiri startup teknologi Indonesia pada era awal 2000-an. 

Ia menyebut nama lain seperti William Tanuwijaya dari Tokopedia dan Achmad Zaky dari Bukalapak sebagai bagian dari gelombang inovator digital nasional.

Ia kemudian menyoroti masa ketika Nadiem masuk ke kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk menangani digitalisasi pendidikan, terutama di tengah pandemi Covid-19. 

Situasi tersebut disebut memaksa pemerintah mengambil langkah cepat agar sistem pendidikan tetap berjalan.

Metta menilai perekrutan sejumlah tenaga profesional muda, termasuk konsultan dari luar kementerian, dilakukan untuk menjawab tantangan besar pendidikan nasional saat pandemi berlangsung.

Polemik Tuntutan terhadap Nadiem Makarim Picu Reaksi Kalangan Muda
Polemik tuntutan terhadap Nadiem Makarim memicu reaksi publik. Metta Dharmasaputra menilai kasus ini bisa berdampak pada semangat inovasi generasi muda Indonesia.

“Pak Jaksa harus tahu, sistem pendidikan di Indonesia yang terbesar keempat di dunia,” tulis Metta, mengutip pernyataan Nadiem dalam persidangan terkait pertanyaan soal penggunaan tenaga dari luar kementerian.

Di akhir pernyataannya, Metta berharap kasus yang menjerat Nadiem tidak mematikan semangat inovasi generasi muda Indonesia. 

Ia menilai dampak jangka panjang terhadap ekosistem inovasi dan startup nasional perlu menjadi perhatian.

Penipuan Digital Berkedok OSS Meningkat, DPMPTSP Kotim Minta Masyarakat Lebih Waspada

DPMPTSP Kotim mengingatkan masyarakat waspada terhadap penipuan berkedok layanan OSS yang meminta uang dan data pribadi secara ilegal.
DPMPTSP Kotim mengingatkan masyarakat waspada terhadap penipuan berkedok layanan OSS yang meminta uang dan data pribadi secara ilegal.

KOTIM - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan Online Single Submission (OSS). 

Imbauan itu disampaikan di Sampit, Kamis, menyusul maraknya penipuan yang mencatut layanan perizinan digital pemerintah.

Kepala DPMPTSP Kotim, Diana Setiawan, mengatakan modus tersebut berpotensi merugikan masyarakat, baik secara finansial maupun dari sisi keamanan data pribadi.

Menurut dia, oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan nama OSS untuk meminta sejumlah uang, mengambil data pribadi masyarakat, hingga menawarkan jasa pengurusan izin secara ilegal.

“Modus ini perlu diwaspadai karena dapat merugikan masyarakat, baik dari sisi finansial maupun keamanan data pribadi,” kata Diana.

DPMPTSP Kotim telah menyampaikan imbauan melalui laman resmi dan akun media sosial sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya praktik penipuan digital tersebut.

Diana menjelaskan, pelaku kerap memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme layanan OSS yang resmi dan terintegrasi secara daring.

Ia menegaskan seluruh proses layanan OSS dilakukan melalui sistem resmi yang dapat diakses langsung oleh pengguna tanpa perantara yang tidak jelas.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pesan singkat, telepon, maupun informasi mencurigakan yang mengatasnamakan OSS.

“Hal ini perlu menjadi perhatian serius, terutama karena pelaku memanfaatkan kurangnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme layanan OSS resmi dan terintegrasi secara daring,” ujarnya.

DPMPTSP Kotim juga memastikan OSS tidak pernah meminta pembayaran di luar ketentuan resmi pemerintah maupun meminta data pribadi melalui pesan pribadi atau sambungan telepon tanpa prosedur verifikasi resmi.

Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi mencurigakan serta tidak memberikan identitas atau data penting kepada pihak yang tidak dikenal.

DPMPTSP Kotim meminta warga segera melapor melalui saluran informasi dan pengaduan resmi apabila menemukan indikasi penipuan terkait layanan perizinan.

Selain itu, masyarakat disarankan selalu melakukan pengecekan melalui kanal resmi DPMPTSP maupun sistem OSS untuk memastikan kebenaran informasi dan menghindari tindak kejahatan digital yang semakin berkembang.

Modal Rp400 Ribu, Pemuda Sampit Buka Jasa Foto Convex Mirror Selfie

Tren convex mirror selfie dimanfaatkan pemuda di Sampit menjadi usaha kreatif jasa foto dengan tarif Rp5 ribu per sesi dan mendapat respons positif masyarakat.
Tren convex mirror selfie dimanfaatkan pemuda di Sampit menjadi usaha kreatif jasa foto dengan tarif Rp5 ribu per sesi dan mendapat respons positif masyarakat.

SAMPIT - Seorang pemuda bernama Jakaria memanfaatkan tren convex mirror selfie yang viral di media sosial dengan membuka jasa foto kreatif di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Usaha tersebut mulai dijalankan beberapa hari terakhir di sejumlah titik keramaian masyarakat.

Jakaria menawarkan jasa foto menggunakan cermin cembung atau convex mirror dengan tarif Rp5 ribu per sesi. Dalam waktu sekitar tiga menit, pengunjung bisa berfoto menggunakan kamera maupun smartphone pribadi.

“Terinspirasi dari media sosial. Saya mencoba hal-hal yang viral dan belum ada di Sampit,” kata Jakaria di Sampit, Kamis.

Ia memilih lokasi yang ramai dikunjungi warga, seperti Taman Kota Sampit saat Car Free Day, kawasan wisata Terowongan Nur Mentaya pada sore hingga malam hari, hingga area kegiatan masyarakat lainnya.

Menurutnya, konsep foto dengan efek cermin cembung menarik perhatian terutama kalangan muda karena menghasilkan tampilan unik dan estetik yang cocok untuk unggahan media sosial.

Jakaria mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak jasa tersebut diperkenalkan. Pengunjung ramai datang terutama saat akhir pekan dan malam hari ketika lokasi wisata dipadati warga.

“Alhamdulillah respons masyarakat cukup positif, cukup ramai yang menggunakan jasa ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, usaha tersebut masih dijalankan sebagai pekerjaan sampingan. Saat ini dirinya tetap bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Sampit dan memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk menjalankan usaha kreatif tersebut.

Sistem kerja bergilir atau shift membuatnya tetap bisa membagi waktu antara pekerjaan utama dan usaha foto convex mirror.

Untuk memulai usaha itu, Jakaria mengaku tidak membutuhkan modal besar. Ia mengeluarkan biaya sekitar Rp400 ribu lebih untuk membeli cermin cembung secara daring seharga sekitar Rp200 ribu, sementara perlengkapan lain seperti pilox, stiker, dan tiang penyangga dibeli di Sampit.

Fenomena tersebut menunjukkan tren media sosial juga dapat dimanfaatkan menjadi peluang usaha kreatif yang produktif, khususnya bagi anak muda yang jeli melihat peluang di tengah perkembangan konten digital.

Penumpang Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tembus 2.535 Orang Saat Libur Panjang

Jumlah penumpang speedboat di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Tarakan meningkat hingga 2.535 orang selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus.
Jumlah penumpang speedboat di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Tarakan meningkat hingga 2.535 orang selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus.

TANJUNG SELOR - Jumlah penumpang speedboat di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, meningkat dalam tiga hari terakhir selama periode libur panjang 12-14 Mei 2026. 

Lonjakan penumpang terjadi pada rute menuju Kota Tarakan menjelang libur Kenaikan Yesus Kristus dan akhir pekan.

Perwira Jaga Kesyahbandaran Pelabuhan Kayan II, Ariyanto, mengatakan peningkatan arus penumpang sudah terlihat sejak Selasa (12/5). Pada hari itu, tercatat 797 penumpang berangkat menuju Tarakan menggunakan 21 unit speedboat.

Sementara untuk kedatangan, terdapat 525 penumpang dengan jumlah armada yang sama.

“Untuk keberangkatan tanggal 12 Mei sebanyak 797 penumpang dengan 21 unit speedboat. Sedangkan kedatangan 525 penumpang dengan 21 unit speedboat,” kata Ariyanto di Tanjung Selor, Kamis.

Keesokan harinya, Rabu (13/5), jumlah penumpang kembali meningkat meski armada yang beroperasi berkurang menjadi 20 unit speedboat.

Menurut Ariyanto, jumlah penumpang berangkat mencapai 821 orang, sedangkan penumpang datang sebanyak 717 orang.

“Yang berangkat 821 penumpang dan yang tiba 717 penumpang dengan jumlah speedboat yang beroperasi 20 unit,” ujarnya.

Puncak arus keberangkatan terjadi pada Kamis (14/5) yang bertepatan dengan libur nasional Kenaikan Yesus Kristus. Sebanyak 917 penumpang tercatat berangkat dari Pelabuhan Kayan II menuju Tarakan menggunakan 21 unit speedboat.

Ariyanto menjelaskan sebagian armada tidak langsung kembali ke Tanjung Selor karena bermalam di Tarakan.

“Ada 21 unit speedboat yang berangkat hari ini, namun untuk kedatangan hanya separuhnya saja karena speedboat bermalam di Tarakan dan hari ini juga merupakan puncak dari keberangkatan dengan jumlah 917 penumpang,” katanya.

Secara total, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Kayan II selama periode 12-14 Mei 2026 mencapai 2.535 orang.

Kenaikan arus penumpang dipengaruhi momentum libur panjang dan cuti bersama yang dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian maupun berlibur ke Tarakan.

Salah seorang penumpang, Heriansyah, mengaku memanfaatkan libur panjang untuk berlibur sekaligus berbelanja di Tarakan bersama keluarga.

“Mumpung libur panjang dan kebetulan pas cuti juga, jadi saya ke Tarakan menginap dua hari untuk berlibur sekaligus berbelanja. Kebetulan ada juga keluarga di Tarakan,” ujarnya.

Polda Kaltara Distribusikan 1.024 Porsi MBG Setiap Hari bagi Siswa dan Guru

SPPG Polda Kaltara menyiapkan 1.024 porsi Makanan Bergizi Gratis setiap hari untuk siswa dan guru di empat sekolah di Tanjung Selor, Bulungan. (Foto ilustrasi)
SPPG Polda Kaltara menyiapkan 1.024 porsi Makanan Bergizi Gratis setiap hari untuk siswa dan guru di empat sekolah di Tanjung Selor, Bulungan. (Foto ilustrasi)

TANJUNG SELOR - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Utara menyiapkan 1.024 porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari bagi siswa dan tenaga pendidik di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu. Program tersebut melayani empat sekolah di wilayah tersebut.

Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan total penerima manfaat terdiri dari 957 siswa serta 67 guru dan tenaga pendidik.

“Total penerima manfaat mencapai 1.024 porsi, terdiri dari 957 siswa dan 67 guru serta tenaga pendidik dari empat sekolah,” ujar Djati saat meninjau SPPG Polda Kaltara di Jalan Bhayangkara, Tanjung Selor.

Empat sekolah yang menerima layanan MBG tersebut yakni TK Bhayangkari, TK Agape, SDN 10 Tanjung Selor, dan SMPN 07 Tanjung Selor.

Menurut Djati, menu makanan yang disiapkan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak sekolah dan berada dalam pengawasan tenaga ahli gizi SPPG Polda Kaltara.

Selain melibatkan pimpinan SPPG, program tersebut juga didukung ahli gizi, akuntan, serta 30 relawan yang membantu operasional harian.

Distribusi makanan dilakukan menggunakan kendaraan operasional SPPG Polda Kaltara untuk memastikan penyaluran berjalan aman dan terorganisir.

“SPPG Polda Kaltara merupakan upaya kami dan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dan mendukung terwujudnya generasi sehat serta unggul di Kaltara,” kata Djati.

Sebelumnya, Polda Kaltara juga membangun fasilitas SPPG di markas Polresta Bulungan pada 14 Mei 2025 guna mendukung implementasi Program MBG di daerah tersebut.

Fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas 600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 400 meter persegi. SPPG tersebut ditargetkan mampu melayani kebutuhan MBG bagi 3.500 siswa dan dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Kaltara.

Peletakan batu pertama pembangunan SPPG turut dihadiri Kajati Kaltara Amiel Mulandari, perwakilan Danrem 092/Maharajalila, Sekprov Kaltara Bustan, jajaran Bhayangkari, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara.

Adakah Pembalap MotoGP Berkulit Hitam? Ini Fakta dan Sejarahnya

Pembalap kulit hitam di MotoGP masih sangat jarang sepanjang sejarah Grand Prix. Dominasi Eropa dan mahalnya dunia balap menjadi faktor utama. (Foto ilustrasi)
Pembalap kulit hitam di MotoGP masih sangat jarang sepanjang sejarah Grand Prix. Dominasi Eropa dan mahalnya dunia balap menjadi faktor utama. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - MotoGP dikenal sebagai ajang balap motor paling bergengsi di dunia yang diikuti pembalap dari berbagai negara. 

Namun hingga kini, pembalap berkulit hitam di kelas utama MotoGP masih sangat sedikit dan belum banyak yang berhasil menjadi bintang besar di Grand Prix motor dunia.

Dominasi pembalap Eropa, terutama dari Spanyol dan Italia, masih sangat kuat dalam sejarah MotoGP. 

Faktor budaya balap, akses pembinaan usia dini, hingga dukungan sponsor disebut menjadi alasan utama mengapa keberagaman ras di dunia balap motor belum sebesar cabang olahraga lain.

Dunia motorsport juga dikenal sebagai olahraga dengan biaya tinggi. Untuk mencapai level MotoGP, pembalap biasanya memulai karier sejak kecil melalui kompetisi lokal hingga internasional dengan dukungan finansial besar.

Kondisi tersebut membuat negara-negara dengan infrastruktur balap maju lebih mudah mencetak pembalap elite. 

Spanyol dan Italia misalnya, memiliki akademi balap, sirkuit junior, serta jalur kompetisi yang jelas menuju Moto3, Moto2, hingga MotoGP.

Dalam sejarah Grand Prix motor, pembalap berkulit hitam memang sangat jarang muncul secara konsisten di kelas utama. Situasi ini berbeda dengan Formula 1 yang memiliki figur besar seperti Lewis Hamilton.

Nama aktor Idris Elba juga kerap dikaitkan dengan dunia motorsport karena beberapa kali tampil dalam dokumenter otomotif. Namun, Idris Elba bukan pembalap MotoGP.

Pembahasan soal keberagaman di MotoGP juga sering muncul karena olahraga ini masih didominasi pembalap dari kawasan Eropa. 

Meski begitu, MotoGP saat ini sudah diikuti rider dari berbagai negara seperti Jepang, Thailand, Australia, Malaysia, Indonesia, Brasil, hingga Afrika Selatan.

Afrika Selatan sendiri memiliki sejarah motorsport yang cukup kuat. Namun sebagian besar pembalap Grand Prix dari negara tersebut berasal dari komunitas kulit putih. 

Faktor ekonomi dan akses olahraga disebut menjadi tantangan utama bagi pembalap kulit hitam untuk menembus level tertinggi balap motor dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu inklusivitas mulai lebih banyak dibicarakan di dunia motorsport. Kesuksesan Lewis Hamilton di Formula 1 dinilai memberi pengaruh besar terhadap dorongan keberagaman di olahraga balap secara global.

Perkembangan media sosial dan akademi balap internasional juga mulai membuka peluang bagi talenta muda dari negara berkembang. 

Seiring MotoGP semakin mendunia, peluang munculnya pembalap kulit hitam di kelas utama dinilai semakin terbuka.

Meski jumlahnya masih minim, dunia balap motor perlahan bergerak menuju kompetisi yang lebih inklusif. 

Dukungan infrastruktur, akses pembinaan, dan sponsor menjadi faktor penting untuk melahirkan pembalap dari latar belakang yang lebih beragam di masa depan.

Kamis, 14 Mei 2026

Kehadiran Bupati Kubu Raya di Banteng Gowes Jilid II Disambut Haru Warga Rasau Jaya

Foto: Ibu Sutati, Warga Rasau Jaya 

KUBU RAYA - Kehadiran Bupati Kubu Raya H. Sujiwo dalam kegiatan Banteng Gowes Jilid II di wilayah Rasau Jaya pada Kamis (14/5/2026) meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat. Salah satunya dirasakan Ibu Sutati, warga yang mengaku terharu atas kedatangan orang nomor satu di Kubu Raya tersebut.

Menurut Sutati, kehadiran Sujiwo terasa berbeda karena dilakukan secara sederhana tanpa protokoler berlebihan, namun tetap menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga dan mendengar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.

“Saya sangat terharu. Biasanya pejabat datang ramai sekali, tapi Pak Haji Sujiwo datang santai bersama teman-teman gowes. Beliau mau melihat langsung keadaan kami di sini,” ujar Sutati.

Ia menilai kehadiran Bupati bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kecil. Dalam kegiatan tersebut, Sujiwo meninjau kondisi jalan, berdialog dengan warga, membagikan sembako, serta melakukan penanaman pohon bersama masyarakat.

Bagi Sutati, sikap sederhana dan kedekatan Sujiwo dengan masyarakat menumbuhkan harapan besar terhadap pembangunan di Kubu Raya ke depan.

“Kami merasa diperhatikan. Beliau mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami berharap Pak Haji Sujiwo selalu sehat dan terus amanah memimpin Kubu Raya,” katanya.

Kegiatan Banteng Gowes Jilid II merupakan agenda yang digagas H. Sujiwo bersama komunitas gowes dengan memadukan olahraga, aksi sosial, penghijauan, dan peninjauan langsung persoalan masyarakat.

Dalam keterangannya, Sujiwo menyebut setiap kegiatan gowes dimanfaatkan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat agar dapat dicarikan solusi bersama pemerintah daerah.

“Semua yang saya lewati itu sekaligus saya belanja masalah rakyat. Nanti saya bawa ke kantor untuk kita pecahkan bersama-sama,” ujar Sujiwo.

Selain meninjau Jalan TR 14 yang menghubungkan Desa Limbung dan Rasau Jaya, rombongan juga meninjau jalan usaha tani serta mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui aksi penanaman pohon.

Suasana keakraban terlihat saat warga menyambut rombongan dengan hidangan tradisional seperti jagung rebus, ubi rebus, pisang rebus, hingga kelapa muda. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang berharap agenda serupa terus dilakukan sebagai bentuk kedekatan pemerintah daerah dengan rakyat hingga ke pelosok desa. (Jm)


Aprilia Uji Motor MotoGP 850cc Hybrid di Jerez untuk Persiapan Regulasi 2027

Aprilia menguji motor MotoGP 850cc hybrid di Jerez untuk pengembangan regulasi baru MotoGP 2027, termasuk adaptasi ban Pirelli dan aerodinamika baru.
Aprilia menguji motor MotoGP 850cc hybrid di Jerez untuk pengembangan regulasi baru MotoGP 2027, termasuk adaptasi ban Pirelli dan aerodinamika baru.

JAKARTA - Aprilia mengungkap prototipe MotoGP 850cc yang diuji dalam tes privat di Sirkuit Jerez bulan lalu merupakan motor “hybrid” untuk mengembangkan konsep motor generasi baru MotoGP 2027.

Motor tersebut menjadi penampilan publik pertama Aprilia untuk proyek motor era regulasi baru, setelah sebelumnya melakukan pengujian mesin dan evaluasi awal ban Pirelli menggunakan RS-GP 1000cc saat ini.

Head of Vehicle Department Aprilia Racing, Marco de Luca, mengatakan pengujian di Jerez berjalan positif dan menjadi bagian awal pengembangan motor baru menuju musim 2027.

“Kami menjalani tes yang bagus. Ini jelas motor hybrid untuk menguji beberapa konsep,” kata de Luca.

Menurutnya, Aprilia akan kembali melakukan pengujian dengan motor yang lebih matang dalam waktu dekat. Proses pengembangan disebut akan terus berjalan hingga balapan pertama MotoGP 2027.

de Luca juga memastikan beberapa konsep dasar dari RS-GP 1000cc yang saat ini digunakan masih akan dipertahankan untuk motor baru.

Aprilia Uji Motor MotoGP 850cc Hybrid di Jerez untuk Persiapan Regulasi 2027
Aprilia menguji motor MotoGP 850cc hybrid di Jerez untuk pengembangan regulasi baru MotoGP 2027, termasuk adaptasi ban Pirelli dan aerodinamika baru.

Namun, tidak semua elemen bisa dipindahkan karena regulasi anyar membawa perubahan besar pada mesin dan distribusi bobot motor.

“Ada konsep yang bisa dibawa dari motor tahun ini ke tahun depan. Tapi ada juga yang tidak bisa karena sangat terkait dengan power unit baru dan distribusi berat baru,” ujarnya.

MotoGP 2027 akan menghadirkan sejumlah perubahan besar, termasuk penggunaan mesin 850cc, pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli, pembatasan aerodinamika lebih ketat, larangan ride-height device, hingga penggunaan bahan bakar 100 persen non-fosil.

Aprilia Uji Motor MotoGP 850cc Hybrid di Jerez untuk Persiapan Regulasi 2027
Aprilia menguji motor MotoGP 850cc hybrid di Jerez untuk pengembangan regulasi baru MotoGP 2027, termasuk adaptasi ban Pirelli dan aerodinamika baru.

de Luca menyebut ban Pirelli menjadi salah satu tantangan terbesar karena karakteristiknya masih harus dipelajari lebih jauh oleh tim pabrikan.

“Ban masih menjadi sesuatu yang belum diketahui. Kami perlu memahami ban tersebut,” katanya.

Ia menambahkan perubahan regulasi juga memaksa pabrikan melakukan simulasi detail terkait bobot dan distribusi motor agar tidak salah arah dalam pengembangan.

Selain itu, Aprilia menilai aerodinamika tetap akan memainkan peran penting meski aturan baru memperketat area pengembangan.

“Akan ada lebih banyak homologasi. Jadi keputusan yang diambil harus benar-benar tepat,” ujar de Luca.

Aprilia menjadi pabrikan MotoGP keempat yang memperlihatkan prototipe motor 2027 di depan publik. Pengembangan akan terus dilakukan sepanjang musim sebelum motor baru resmi digunakan pada balapan perdana MotoGP 2027.

Perubahan regulasi besar diperkirakan membuat seluruh pabrikan harus menyesuaikan desain motor secara signifikan, terutama terkait aerodinamika, karakter mesin, dan penggunaan ban baru dari Pirelli.

Banjarmasin Cari Bibit Pesepak Bola Muda Lewat Festival Piala Presiden 2026

16 SSB mengikuti Festival Sepak Bola Nasional Piala Presiden 2026 U-10 dan U-12 di Banjarmasin untuk mencari bibit pesepak bola muda terbaik.
16 SSB mengikuti Festival Sepak Bola Nasional Piala Presiden 2026 U-10 dan U-12 di Banjarmasin untuk mencari bibit pesepak bola muda terbaik.

BANJARMASIN - Sebanyak 16 sekolah sepak bola (SSB) mengikuti Festival Sepak Bola Nasional Piala Presiden RI 2026 kategori usia 10 tahun dan 12 tahun (U-10 dan U-12) di Lapangan Sepak Bola Kayu Tangi, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan. Pembukaan turnamen dilakukan Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, Kamis.

Festival yang digelar Asosiasi PSSI Kota Banjarmasin itu diikuti delapan SSB kategori U-10 dan delapan SSB kategori U-12 yang berasal dari Kota Banjarmasin.

Muhammad Yamin mengatakan turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya mencari bibit pesepak bola sejak usia dini untuk dipersiapkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Tujuannya adalah untuk mencari bibit-bibit sejak dini,” ujar Yamin saat membuka kegiatan di Lapangan Kayu Tangi.

Ia menegaskan seluruh peserta wajib sesuai dengan kategori usia yang telah ditentukan. Menurutnya, aturan usia diterapkan ketat agar proses seleksi berjalan adil dan sesuai ketentuan kompetisi.

“Ketentuannya juga U10 itu khusus umur 10 tahun saja, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Begitu juga U12,” katanya.

Peserta terbaik nantinya akan diseleksi untuk mewakili Kota Banjarmasin pada tingkat provinsi hingga nasional.

Yamin juga berharap dukungan masyarakat dan seluruh pihak terhadap pembinaan sepak bola usia dini di Banjarmasin agar mampu melahirkan atlet berprestasi dan membawa nama baik daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Hari Kartono menyebut Asosiasi PSSI Kota Banjarmasin dipercaya Asprov PSSI Kalimantan Selatan untuk menjadi penyelenggara festival tingkat kota.

Menurut dia, turnamen tersebut tidak hanya mempertandingkan gelar juara, tetapi juga memberikan penghargaan individu seperti pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak.

“Nantinya akan diambil juara 1, 2 dan 3, ada juga best player dan top score. Juara dari kegiatan ini akan mewakili Kota Banjarmasin ke tingkat provinsi,” ujar Kartono.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Salah satunya melalui rencana pemberian bonus bagi tim juara.

“Bapak Wali Kota juga menyampaikan akan memberikan bonus sebesar Rp15 juta untuk adik-adik yang nantinya menjadi juara,” katanya.

Kartono menambahkan seluruh peserta yang mengikuti festival merupakan SSB yang telah terdaftar di Asosiasi PSSI Kota Banjarmasin sesuai arahan Asprov PSSI Kalimantan Selatan.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.