BorneoTribun
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 14-20

YOUTUBE

Berita 21-24

Berita 25-34

Berita 40-43

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Senin, 18 Mei 2026

14 Orang Pemuda Kayong Utara Belajar Industri Aluminium ke Cina

Foto bersama di bandara Supadio Pontianak, peserta program Operation Development Program (ODP) PT DIB sebelum berangkat ke Cina

KAYONG UTARA - Sebanyak 89 peserta program Operations Development Program (ODP) PT Dharma Inti Bersama (DIB) berangkat ke Cina untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium selama tiga bulan. 

Acara pelepasan secara seremonial ini berlangsung di bandara Supadio Pontianak, Kamis (14/5/2026), dihadiri oleh jajaran pemerintahan daerah, anggota legislatif, serta manajemen perusahaan.

Para peserta yang diberangkatkan merupakan bagian dari 140 orang yang lolos seleksi ketat serta telah menyelesaikan program pembekalan Bahasa Mandarin selama tiga bulan. 

Program pelatihan bahasa tersebut terlaksana atas kolaborasi antara pihak perusahaan, Universitas Tanjungpura (Untan), dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama.

Dari total 89 peserta yang berangkat, sebanyak 14 orang di antaranya merupakan putra-putri asli dari Kabupaten Kayong Utara (KKU). 

Sepulangnya dari negeri tirai bambu, para tenaga kerja lokal yang telah tersertifikasi keahliannya ini direncanakan akan langsung diserap dan dipekerjakan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) Kayong Utara.

Perwakilan manajemen PT Dharma Inti Bersama (DIB), Rasnius Pasaribu, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud investasi jangka panjang perusahaan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang kompeten.

"Teknologi yang dipelajari para peserta di Cina nantinya akan diterapkan secara langsung dalam operasional industri hilirisasi aluminium di KIPP," katanya.

Peserta ODP PT DIB diberi pesan oleh Pemerintah Daerah Kayong Utara, anggota DPRD provinsi dan senator Daud Yordan di bandara Supadio 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kayong Utara, A. Azahari, yang hadir mewakili Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT DIB dan PT Harita atas kontribusi nyata dalam penyerapan tenaga. kerja daerah.

"Pemerintah daerah berharap adik-adik sekalian dapat menyerap ilmu pengetahuan, kedisiplinan, serta etos kerja tinggi selama di Cina. Jadikan ini kesempatan emas untuk mengembangkan potensi diri dan ikut serta membangun Kabupaten Kayong Utara," ujar Azahari.

Ungkapan senada diungkapkan oleh Anggota DPD RI perwakilan Kalbar, Daud Yordan, serta Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Kalbar, Yuliani. Keduanya menekankan pentingnya komitmen para peserta untuk kembali ke tanah air setelah masa studi berakhir. Mengingat sulitnya persaingan mencari lapangan kerja saat ini, kepastian penempatan kerja yang diberikan perusahaan dinilai sebagai peluang yang tidak boleh disia-siakan.

"Tugas utama kalian setelah menimba ilmu sedalam-dalamnya di sana adalah pulang. Bangun daerah kita sendiri, majukan industri di Kalimantan Barat," tegas Daud Yordan di hadapan para peserta dan orang tua yang ikut mengantarkan.

Salah satu peserta perwakilan Kayong Utara, Yusril Damara, lulusan Politeknik Negeri Pontianak, mengaku bersyukur atas kesempatan ini. Dirinya menyatakan siap membawa pulang ilmu teknologi dan budaya kerja disiplin dari Cina untuk memajukan industri smelter di kampung halamannya.

"Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya keberadaan smelter ini," katanya. (*)

Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri

Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri
Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri. 
Pontianak Kalimantan Barat, (Senin, 18 Mei 2026) - Di tengah besarnya tantangan sosial ekonomi yang masih dihadapi keluarga prasejahtera di Indonesia, akses terhadap pendampingan dan pemberdayaan usaha kecil menjadi hal yang sangat berarti. 

Di saat banyak anak muda usia 17 hingga 25 tahun masih berada dalam fase mencari arah, mengenali diri, atau menikmati masa transisi menuju kedewasaan, ada sebagian dari mereka yang memilih mengambil peran lebih cepat.

Mayoritas lulusan SMA/SMK, mereka memilih menjadi Account Officer (AO) PNM untuk mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang berjuang menghidupi keluarga melalui usaha kecil. 

Dengan langkah yang tak selalu ringan, mereka hadir di tengah masyarakat, mendampingi perjuangan para ibu yang menjadikan usaha sederhana sebagai jalan keluar dari jerat kemiskinan.
Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri
Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri. 
"Menjadi AO bukan pekerjaan mudah. Ada hari-hari ketika lelah datang lebih dulu daripada waktu istirahat. Ada saat ketika mereka harus belajar menjadi dewasa lebih cepat dibanding teman-teman sebayanya. Terik matahari, jalanan rusak, perjalanan panjang berkilometer, hingga medan yang tak selalu ramah menjadi bagian dari keseharian mereka," demikian dalam keterangan resmi yang diterima dari PNM.

Namun di balik itu semua, ada tujuan yang terus mereka jaga: melihat senyum ibu nasabah, memastikan usaha kecil tetap berjalan, dan membantu keluarga-keluarga di berbagai sudut negeri menjaga harapan untuk kehidupan yang lebih baik.
Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri
Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri. 
Di lapangan, tantangan tak berhenti pada jarak dan cuaca. Para AO juga menghadapi dinamika pertemuan kelompok, mulai dari nasabah yang berhalangan hadir karena kebutuhan mendesak, usaha yang belum berkembang optimal, hingga persoalan keluarga yang memengaruhi kemampuan ibu-ibu dalam mengelola usahanya.

Di titik inilah peran AO melampaui tugas administratif semata. Mereka hadir untuk mendengar, menguatkan, dan membersamai proses jatuh bangun para ibu agar setiap langkah kecil tetap memiliki arah menuju kemandirian.

Hubungan yang terbangun pun kerap melampaui sekadar relasi kerja. Tak sedikit ibu nasabah yang menganggap AO seperti anak sendiri, menyambut mereka dengan hangat, menitipkan cerita, bahkan menjadikan pertemuan sederhana sebagai ruang untuk saling menguatkan.
Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri
Langkah Kecil AO Muda, Dampak Besar bagi Keluarga di Pelosok Negeri. 
Dari sana terlihat jelas bahwa pemberdayaan bukan semata soal modal usaha, melainkan juga tentang kehadiran manusia yang mau berjalan bersama.

Di tangan para AO muda ini, pendampingan menjadi wajah lain dari kepedulian: mungkin tak selalu hadir dalam sorotan, tetapi nyata terasa dalam kehidupan keluarga-keluarga pengusaha kecil yang terus berjuang bertahan.

Bima Sakti Ternyata Pernah “Menelan” Galaksi Loki, Jejaknya Baru Terungkap Sekarang

Astronom temukan jejak Galaksi Loki di Bima Sakti dari data Gaia dan CFHT, mengungkap tabrakan 10 miliar tahun lalu di awal pembentukan galaksi.
Astronom temukan jejak Galaksi Loki di Bima Sakti dari data Gaia dan CFHT, mengungkap tabrakan 10 miliar tahun lalu di awal pembentukan galaksi.

JAKARTA - Sejumlah astronom dari University of Hertfordshire menemukan kelompok bintang kuno di dalam Milky Way yang diduga merupakan sisa dari galaksi kerdil bernama Loki. Temuan ini mengindikasikan galaksi tersebut telah bertabrakan dan “ditelan” lebih dari 10 miliar tahun lalu.

Para peneliti menganalisis 20 bintang sangat tua menggunakan data dari teleskop luar angkasa Gaia serta spektrograf teleskop CFHT. Dari hasil pengamatan, bintang-bintang tersebut memiliki kandungan unsur berat yang sangat rendah, menandakan usia yang sangat tua.

Biasanya, objek seperti ini ditemukan di halo galaksi. Namun, bintang-bintang yang diteliti justru berada sangat dekat dengan piringan Milky Way, wilayah yang juga ditempati Matahari. Temuan ini membuat para ilmuwan menduga asal-usulnya berbeda dari populasi bintang pada umumnya.

“Dengan menggabungkan data komposisi kimia dan orbit bintang, kami mulai menelusuri asal-usulnya,” ujar Federico Sestito, penulis utama studi tersebut.

Hasil simulasi komputer menunjukkan bahwa tabrakan terjadi saat Milky Way masih sangat muda dan belum memiliki piringan rotasi stabil. Kondisi itu membuat bintang-bintang dari galaksi Loki tersebar ke berbagai orbit.

Federico Sestito menjelaskan bahwa sebagian bintang bergerak searah rotasi galaksi, sementara lainnya berlawanan arah, namun memiliki komposisi kimia yang hampir sama.

“Rupanya, sejarah awal galaksi besar sangat kacau. Sistem kecil sering bertabrakan dan menyebarkan bintang ke berbagai orbit,” ujarnya.

Menurut peneliti, galaksi Loki diperkirakan memiliki massa sekitar 1,4 miliar kali massa Matahari dan dinamai berdasarkan sosok dewa Loki dari mitologi Nordik.

Astrofisikawan Stanford University, Anirudh Chiti, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai hasil tersebut menjanjikan. Namun ia menegaskan data yang tersedia masih terbatas untuk kesimpulan final.

Para ilmuwan menyebut penemuan ini membuka kemungkinan bahwa Milky Way menyimpan lebih banyak sisa galaksi purba lainnya yang belum teridentifikasi. 

Dengan pengembangan instrumen spektroskopi di masa depan, ratusan bintang serupa diperkirakan bisa dianalisis sekaligus untuk mengungkap sejarah awal pembentukan galaksi.

Xiaomi Bikin Heboh, SUV Listrik YU7 GT Ini Punya Tenaga Hampir 1.000 HP

Xiaomi memperlihatkan SUV listrik YU7 GT dengan tenaga 990 HP, jarak tempuh 705 km, dan kecepatan hingga 300 km/jam sebelum rilis resmi akhir Mei 2026.
Xiaomi memperlihatkan SUV listrik YU7 GT dengan tenaga 990 HP, jarak tempuh 705 km, dan kecepatan hingga 300 km/jam sebelum rilis resmi akhir Mei 2026.

JAKARTA - Pasar mobil listrik kini bukan lagi sekadar soal hemat energi atau teknologi pintar. Produsen mulai berlomba menghadirkan kendaraan yang bisa memadukan performa ekstrem, desain premium, dan kenyamanan harian dalam satu paket. Xiaomi tampaknya ingin masuk lebih jauh ke arena itu lewat kehadiran YU7 GT.

Menjelang peluncuran resminya pada akhir Mei 2026, Xiaomi mulai memperlihatkan identitas SUV listrik terbarunya tersebut. Warna merah terang yang digunakan langsung memberi kesan agresif, berbeda dari citra SUV keluarga pada umumnya.

Namun daya tarik utama YU7 GT bukan hanya soal tampilan.

Xiaomi mengklaim SUV listrik ini memiliki tenaga hingga 990 horsepower. Angka itu bahkan sudah setara dengan banyak supercar kelas atas. Kecepatan maksimalnya disebut mampu menyentuh 300 kilometer per jam, sementara jarak tempuhnya mencapai 705 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Kombinasi itu membuat YU7 GT menarik karena mencoba menawarkan dua karakter sekaligus: mobil harian yang nyaman dan kendaraan performa tinggi untuk perjalanan jauh.

Xiaomi Bikin Heboh, SUV Listrik YU7 GT Ini Punya Tenaga Hampir 1.000 HP
Xiaomi memperlihatkan SUV listrik YU7 GT dengan tenaga 990 HP, jarak tempuh 705 km, dan kecepatan hingga 300 km/jam sebelum rilis resmi akhir Mei 2026.

Label GT sendiri memang punya sejarah panjang di industri otomotif. Singkatan dari “Grand Tourer” itu biasanya digunakan untuk mobil bertenaga besar yang tetap nyaman dipakai berkendara jarak jauh. Xiaomi tampaknya ingin membawa filosofi tersebut ke era kendaraan listrik.

Pendekatan itu terlihat bukan hanya dari spesifikasi, tetapi juga cara Xiaomi membangun citra mobil ini.

Perusahaan menguji prototipe YU7 GT di Nürburgring Nordschleife, sirkuit legendaris di Jerman yang sering dipakai produsen otomotif dunia untuk mengukur kemampuan mobil performa tinggi. Trek sepanjang lebih dari 20 kilometer itu dikenal sangat menantang karena memiliki tikungan tajam, elevasi ekstrem, dan karakter lintasan yang sulit ditebak.

Bagi Xiaomi, Nürburgring bukan sekadar lokasi pengujian. Tempat itu menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa mereka serius di industri otomotif.

Sebelumnya, sedan SU7 Ultra milik Xiaomi sempat mencuri perhatian setelah mencatat waktu putaran 6 menit 22,091 detik di Nürburgring pada 2025. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu mobil listrik produksi tercepat pada masanya.

Kini strategi serupa kembali dipakai untuk membangun reputasi YU7 GT.

Di bagian interior, Xiaomi tetap mempertahankan nuansa sporty tanpa meninggalkan kesan premium. Kabin menggunakan kombinasi warna hitam dan merah, sementara kursi depan diberi bordir GT untuk mempertegas identitas performanya.

Meski demikian, Xiaomi belum membuka detail lengkap mengenai platform, kapasitas baterai, maupun fitur teknologi lainnya. Harga resmi juga masih dirahasiakan.

Xiaomi Bikin Heboh, SUV Listrik YU7 GT Ini Punya Tenaga Hampir 1.000 HP
Xiaomi memperlihatkan SUV listrik YU7 GT dengan tenaga 990 HP, jarak tempuh 705 km, dan kecepatan hingga 300 km/jam sebelum rilis resmi akhir Mei 2026.

Pengamat pasar memperkirakan YU7 GT akan dijual di kisaran 450 ribu hingga 500 ribu yuan atau sekitar Rp4,8 miliar hingga Rp5,4 miliar.

Peluncuran YU7 GT datang di waktu yang cukup penting bagi Xiaomi. Penjualan model YU7 reguler pada April 2026 tercatat turun 27,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Setelah sempat menembus lebih dari 20 ribu unit per bulan pada Februari dan Maret, penjualan kini turun menjadi 9.876 unit.

Penurunan itu menunjukkan persaingan pasar mobil listrik semakin ketat. Konsumen mulai memiliki lebih banyak pilihan, terutama dari merek-merek yang juga agresif bermain di segmen SUV listrik premium.

Karena itu, YU7 GT bukan hanya soal mobil baru. Model ini bisa menjadi ujian penting bagi Xiaomi untuk membuktikan bahwa mereka mampu bertahan bukan sekadar sebagai pendatang baru, tetapi juga pemain serius di industri otomotif global.

Apple Bangun Proteksi macOS 5 Tahun, AI Claude Bongkar dalam 5 Hari

AI Claude Mythos Preview disebut membantu peneliti menembus perlindungan utama macOS Apple hanya dalam lima hari. Apple kini menyelidiki celah tersebut. (Gambar ilustrasi)
AI Claude Mythos Preview disebut membantu peneliti menembus perlindungan utama macOS Apple hanya dalam lima hari. Apple kini menyelidiki celah tersebut. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA - Kemajuan kecerdasan buatan kembali memicu kekhawatiran di dunia teknologi. Kali ini, sorotan datang dari model AI Claude Mythos Preview yang disebut mampu membantu peneliti keamanan siber menembus perlindungan utama macOS milik Apple hanya dalam waktu lima hari.

Temuan itu diungkap perusahaan riset keamanan Calif melalui laporan yang dikutip The Wall Street Journal. Yang membuat kasus ini menarik bukan sekadar keberhasilan membobol sistem Apple, melainkan fakta bahwa perlindungan tersebut dikembangkan selama hampir lima tahun.

Apple sebelumnya memperkenalkan sistem bernama Memory Integrity Enforcement (MIE) sebagai salah satu lapisan keamanan terpenting di macOS. Saat diumumkan pada September tahun lalu, perusahaan menyebut teknologi itu sebagai hasil “upaya desain dan rekayasa yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Namun, pertahanan yang dibangun bertahun-tahun itu ternyata bisa ditembus jauh lebih cepat dengan bantuan AI generasi baru.

AI Tidak Bertindak Sendiri

Meski terdengar seperti cerita film futuristik, CEO Calif Tai Duong menegaskan bahwa Claude Mythos belum menjadi “peretas otomatis” yang mampu bekerja tanpa manusia.

Menurutnya, model AI tersebut tetap membutuhkan arahan dari peneliti keamanan berpengalaman. Claude hanya membantu mempercepat proses analisis, pencarian pola, dan penyusunan teknik eksploitasi yang sebelumnya membutuhkan waktu jauh lebih lama.

Dalam kasus ini, tim Calif menemukan dua bug berbeda di macOS. Bug pertama memungkinkan kerusakan memori perangkat, sementara bug kedua membuka akses ke area sistem yang seharusnya tertutup.

Kedua celah itu kemudian dirangkai menjadi serangan privilege escalation atau peningkatan hak akses. Teknik semacam ini memang tidak langsung memberikan kendali penuh terhadap komputer, tetapi bisa menjadi pintu masuk menuju akses sistem yang lebih dalam.

Yang Menakutkan Bukan AI-nya, Tapi Kecepatannya

Mantan peneliti keamanan Google, Michal Zalewski, yang ikut meninjau laporan tersebut, menilai inti persoalannya bukan pada AI yang menjadi “super hacker”.

Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana AI mampu memangkas waktu pengembangan eksploitasi secara drastis.

Sebelumnya, proses menemukan dan menyusun eksploitasi keamanan tingkat tinggi bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Kini, AI mulai membuat proses itu berjalan jauh lebih cepat.

Artinya, perlombaan antara pengembang sistem keamanan dan pelaku eksploitasi bisa memasuki fase baru yang jauh lebih agresif.

Claude Mythos Jadi Sorotan

Claude Mythos Preview sendiri merupakan model eksperimental terbaru dari Anthropic yang diperkenalkan pada April 2026. Model ini dirancang khusus untuk kemampuan pemrograman otonom dan tugas keamanan siber tingkat lanjut.

Anthropic menyebutnya sebagai AI paling kuat yang pernah mereka kembangkan. Namun akses ke model tersebut masih sangat terbatas dan belum tersedia untuk publik luas.

Kondisi ini sedikit meredakan kekhawatiran bahwa teknologi serupa bisa langsung digunakan sembarang orang untuk menyerang sistem komputer secara massal.

Meski begitu, banyak pengamat keamanan siber mulai melihat kasus ini sebagai sinyal penting bahwa AI akan memainkan peran besar dalam masa depan perang siber.

Apple Bergerak Cepat

Apple kini disebut sedang mempelajari laporan Calif dan menyiapkan patch untuk menutup celah keamanan tersebut.

Sementara itu, Calif menyatakan mereka belum akan membuka detail teknis eksploitasi sebelum Apple merilis perbaikan resmi. Langkah ini umum dilakukan dalam industri keamanan siber untuk mencegah penyalahgunaan sebelum celah benar-benar ditutup.

Kasus ini memperlihatkan satu hal penting: AI mungkin belum sepenuhnya menggantikan manusia dalam dunia hacking, tetapi kecepatannya sudah mulai mengubah aturan permainan.

Dan bagi perusahaan teknologi besar seperti Apple, tantangan berikutnya bukan hanya membangun sistem keamanan yang kuat, tetapi juga mampu bergerak secepat AI yang terus berkembang.

Tes 33 HP Terbaru Ungkap Fakta Mengejutkan, iPhone Kini Rajanya Fast Charging

CNET menguji 33 smartphone terbaru dan menobatkan iPhone 17 Pro sebagai HP dengan pengisian daya tercepat, sementara Galaxy S26 Ultra unggul di charging kabel.
CNET menguji 33 smartphone terbaru dan menobatkan iPhone 17 Pro sebagai HP dengan pengisian daya tercepat, sementara Galaxy S26 Ultra unggul di charging kabel.

JAKARTA - Kecepatan pengisian daya kini menjadi salah satu faktor utama saat orang memilih smartphone. Kamera memang tetap penting, begitu juga performa dan kualitas layar, tetapi banyak pengguna mulai melihat seberapa cepat ponsel bisa kembali penuh saat baterai hampir habis.

Hal itu terlihat dalam pengujian terbaru yang dilakukan CNET terhadap 33 smartphone modern. 

Hasilnya cukup menarik karena Apple berhasil mendominasi peringkat teratas, sementara Samsung menunjukkan kekuatannya di sektor pengisian kabel super cepat.

iPhone 17 Pro keluar sebagai pemenang utama dalam pengujian tersebut. Keunggulan perangkat ini bukan hanya soal angka, tetapi juga konsistensi dalam dua metode pengisian sekaligus, yakni kabel dan nirkabel.

Apple tampaknya mulai memanfaatkan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak secara lebih efisien. 

Kapasitas baterai iPhone 17 Pro memang tidak sebesar sebagian rival Android, tetapi justru itu yang membuat proses pengisian berlangsung lebih cepat dan stabil.

Dalam pengujian wireless charging, iPhone 17 Pro mampu mencapai 55 persen hanya dalam 30 menit. 

Angka itu membuatnya unggul atas iPhone 17 Pro Max, iPhone 17, hingga Galaxy S26 Ultra.

Dominasi Apple juga terlihat dari daftar lima besar smartphone dengan charging tercepat yang hampir seluruhnya diisi lini iPhone terbaru. Ini menunjukkan strategi Apple mulai berubah. 

Jika sebelumnya perusahaan lebih fokus pada efisiensi daya, kini mereka juga serius mengejar pengalaman pengisian cepat yang praktis untuk pengguna harian.

Namun Samsung belum kehilangan taring.

Galaxy S26 Ultra justru menjadi raja dalam pengisian kabel. Smartphone flagship tersebut mampu mengisi baterai hingga 76 persen hanya dalam waktu setengah jam, angka yang masih sulit disaingi banyak kompetitor.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, kemampuan seperti ini jelas sangat penting. Dalam situasi sibuk, 20 hingga 30 menit charging sering kali menjadi penentu apakah ponsel bisa bertahan seharian atau tidak.

Yang menarik, hasil pengujian ini juga memperlihatkan perbedaan filosofi antara Apple dan Android.

Apple terlihat lebih fokus pada kestabilan dan efisiensi menyeluruh. Sementara beberapa vendor Android, termasuk Samsung dan brand China, cenderung mengejar angka charging setinggi mungkin lewat teknologi daya besar.

Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah Honor Magic 8 Pro. Smartphone ini mampu mencapai 61 persen dalam 30 menit melalui wireless charging 80W. Angka tersebut sebenarnya sangat impresif.

Namun CNET tidak memasukkan Honor ke daftar utama karena teknologi pengisian yang digunakan dianggap tidak sepenuhnya sebanding dengan standar umum perangkat lain. 

Meski begitu, performa tersebut tetap menunjukkan bagaimana vendor China terus mendorong batas teknologi baterai.

Persaingan fast charging saat ini memang semakin ketat. Dulu, fitur ini hanya dianggap pelengkap. 

Sekarang, kecepatan isi daya mulai menjadi nilai jual utama, terutama ketika pengguna semakin bergantung pada smartphone untuk bekerja, hiburan, hingga aktivitas harian.

Pengguna pun kini punya ekspektasi baru. Smartphone premium tidak cukup hanya punya kamera bagus atau chipset kencang. Mereka juga harus bisa mengisi daya dengan cepat, aman, dan konsisten.

Hasil pengujian CNET memperlihatkan bahwa Apple mulai serius menantang dominasi Android di sektor charging cepat. 

Di sisi lain, Samsung masih mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pemain paling agresif dalam teknologi pengisian kabel.

Dengan perkembangan seperti ini, persaingan smartphone flagship ke depan kemungkinan tidak lagi hanya soal kamera AI atau performa gaming. 

Fast charging bisa menjadi arena pertarungan baru yang jauh lebih penting bagi pengguna sehari-hari.

Daftar 7 HP Xiaomi dan Poco yang Mendapat Update HyperOS Terbaru

Xiaomi merilis update HyperOS terbaru untuk Xiaomi 12, Poco F4, dan sejumlah ponsel lama meski masa dukungan resmi perangkat sudah berakhir.
Xiaomi merilis update HyperOS terbaru untuk Xiaomi 12, Poco F4, dan sejumlah ponsel lama meski masa dukungan resmi perangkat sudah berakhir.

JAKARTA - Xiaomi merilis pembaruan HyperOS untuk tujuh smartphone yang sebenarnya sudah masuk kategori perangkat dengan masa dukungan berakhir. 

Update tersebut diumumkan baru-baru ini dan ditujukan untuk pengguna Xiaomi, Redmi, serta Poco di berbagai wilayah.

Langkah ini tergolong tidak biasa karena perusahaan umumnya menghentikan pembaruan sistem setelah periode dukungan resmi selesai. 

Namun kali ini, Xiaomi tetap menghadirkan patch terbaru guna memperbaiki sejumlah masalah penting pada perangkat lawas.

Tujuh perangkat yang mendapat pembaruan HyperOS meliputi Xiaomi 11i, Xiaomi 12, Xiaomi 12 Pro, Redmi K60e, Redmi Note 11 Pro+, Poco F4, dan Poco F4 GT.

Menurut informasi yang dibagikan, pembaruan tersebut tidak membawa perubahan besar pada fitur maupun tampilan sistem. 

Fokus utama update ada pada perbaikan bug kritis dan peningkatan stabilitas perangkat.

Pengguna yang memiliki salah satu perangkat dalam daftar tersebut disarankan segera memeriksa menu pengaturan untuk melihat ketersediaan pembaruan. 

Xiaomi juga merekomendasikan instalasi dilakukan secepat mungkin setelah update tersedia.

Rilis seperti ini biasanya hanya diberikan ketika ditemukan masalah serius yang perlu diperbaiki meski masa dukungan perangkat telah berakhir. 

Karena itu, update dinilai penting untuk menjaga performa dan kestabilan sistem tetap optimal.

Google Diam-Diam Siapkan Googlebook, Laptop AI yang Bisa Ubah Kebiasaan Pengguna

Google memperkenalkan Googlebook sebagai penerus Chromebook dengan OS baru, dukungan aplikasi Android, serta integrasi AI Gemini untuk laptop generasi berikutnya.
Google memperkenalkan Googlebook sebagai penerus Chromebook dengan OS baru, dukungan aplikasi Android, serta integrasi AI Gemini untuk laptop generasi berikutnya.

JAKARTA - Google kembali mencoba mengubah arah industri laptop lewat pengumuman Googlebook, lini perangkat baru yang diposisikan sebagai penerus Chromebook. 

Produk ini memang belum dirilis dan baru dijadwalkan hadir pada musim gugur 2026, tetapi arah yang dibawa Google sudah terlihat jelas: laptop masa depan yang semakin terhubung dengan Android dan dipenuhi fitur kecerdasan buatan.

Selama bertahun-tahun, Chromebook dikenal sebagai perangkat ringan berbasis cloud dengan harga relatif terjangkau. Namun, pasar laptop kini berubah cepat. 

Kehadiran AI generatif membuat perusahaan teknologi berlomba membangun ekosistem perangkat yang lebih pintar, personal, dan saling terhubung. Googlebook tampaknya menjadi jawaban Google untuk persaingan baru tersebut.

Yang paling menarik dari pengumuman ini adalah sistem operasi barunya. Google memang belum mengungkap nama resmi platform tersebut dan hanya menyebut nama internal “Aluminium OS”. 

Namun, satu hal yang sudah dipastikan adalah fondasinya dibangun menggunakan teknologi Android.

Google Diam-Diam Siapkan Googlebook, Laptop AI yang Bisa Ubah Kebiasaan Pengguna
Google memperkenalkan Googlebook sebagai penerus Chromebook dengan OS baru, dukungan aplikasi Android, serta integrasi AI Gemini untuk laptop generasi berikutnya.

Pendekatan ini cukup penting. Selama ini Android mendominasi pasar smartphone global, tetapi belum benar-benar kuat di dunia laptop. 

Dengan Googlebook, Google terlihat ingin menyatukan pengalaman penggunaan ponsel dan komputer dalam satu ekosistem yang lebih mulus.

Pengguna nantinya dapat membuka aplikasi Android langsung di laptop, mengakses file dari smartphone secara instan, hingga menjalankan browser Chrome tanpa batasan seperti Chromebook generasi lama. 

Jika implementasinya berjalan lancar, Googlebook bisa menjadi perangkat yang lebih fleksibel dibanding Chromebook tradisional.

Google juga menempatkan AI Gemini sebagai pusat pengalaman pengguna. Hampir seluruh elemen sistem akan terintegrasi dengan kecerdasan buatan tersebut.

Salah satu fitur yang diperlihatkan adalah Magic Pointer. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan bantuan kontekstual hanya dengan menggoyangkan kursor ke objek tertentu di layar. 

Dalam contoh demonstrasi, AI mampu membaca informasi di email lalu otomatis membuat jadwal pertemuan.

Google juga memperlihatkan kemampuan visual AI untuk membantu menata furnitur di ruangan secara virtual. 

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa Google tidak hanya ingin menghadirkan chatbot di laptop, tetapi mencoba membuat AI benar-benar terintegrasi ke aktivitas harian pengguna.

Selain itu, kehadiran widget AI yang dapat disesuaikan memberi gambaran bahwa Googlebook akan menawarkan pengalaman yang lebih personal. 

Pengguna bisa membuat widget sesuai kebutuhan, mulai dari pengingat acara hingga alat produktivitas sederhana.

Meski demikian, masih banyak pertanyaan besar yang belum dijawab Google. Perusahaan belum mengungkap spesifikasi perangkat keras, jenis prosesor, kapasitas baterai, maupun kisaran harga. 

Padahal, faktor tersebut akan sangat menentukan apakah Googlebook mampu bersaing dengan laptop Windows, MacBook, maupun perangkat berbasis ARM lainnya.

Google tampaknya sengaja menahan detail tersebut karena proyek ini masih berada pada tahap awal pengembangan. 

Namun, keterlibatan Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo memberi sinyal bahwa Google serius membangun ekosistem perangkat dalam skala besar.

Google Diam-Diam Siapkan Googlebook, Laptop AI yang Bisa Ubah Kebiasaan Pengguna
Google memperkenalkan Googlebook sebagai penerus Chromebook dengan OS baru, dukungan aplikasi Android, serta integrasi AI Gemini untuk laptop generasi berikutnya.

Di sisi lain, Google memastikan Chromebook tidak akan dihentikan. Pernyataan ini penting karena Chromebook masih memiliki pasar kuat di sektor pendidikan dan pengguna yang membutuhkan perangkat sederhana dengan harga ekonomis.

Google bahkan menjamin dukungan pembaruan keamanan hingga 10 tahun untuk Chromebook keluaran 2021 ke atas. 

Langkah itu menunjukkan bahwa Google ingin menjaga kepercayaan pengguna lama sambil perlahan memperkenalkan generasi perangkat berikutnya.

Kehadiran Googlebook juga menunjukkan perubahan strategi Google yang semakin fokus pada integrasi AI lintas perangkat. 

Setelah AI menjadi fitur utama di Android dan layanan pencarian, kini laptop menjadi tahap berikutnya dalam ekspansi tersebut.

Jika berhasil, Googlebook bisa menjadi lebih dari sekadar penerus Chromebook. Perangkat ini berpotensi menjadi pintu masuk baru bagi Google untuk membangun ekosistem laptop AI yang terhubung penuh dengan Android, cloud, dan layanan Gemini.

Namun, keberhasilannya tetap akan ditentukan oleh satu hal penting: apakah pengalaman AI yang dijanjikan benar-benar memudahkan pengguna, atau justru hanya menjadi fitur tambahan yang tidak terlalu dibutuhkan pasar.

Lonjakan Harga Emas Bikin Industri Daur Ulang China Ketiban Durian Runtuh

Industri daur ulang emas di China tumbuh tercepat dalam 10 tahun setelah harga emas melonjak dan permintaan investasi emas meningkat drastis.
Industri daur ulang emas di China tumbuh tercepat dalam 10 tahun setelah harga emas melonjak dan permintaan investasi emas meningkat drastis.

CHINA - Lonjakan harga emas dunia tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memicu ledakan industri daur ulang emas di China. 

Sepanjang 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan tercepat dalam satu dekade, didorong tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset aman.

Data industri menunjukkan registrasi perusahaan baru di bidang daur ulang emas melonjak 78,7 persen. 

Angka itu menjadi sinyal kuat bahwa bisnis pengolahan emas bekas kini berkembang menjadi sektor yang semakin strategis di negara tersebut.

Fenomena ini terjadi seiring kenaikan harga emas global yang terus mencetak rekor. Pada kuartal pertama 2026, konsumsi emas batangan dan koin di China naik 46,4 persen. Harga emas bahkan disebut telah menyentuh level US$5.600 per ounce.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai memanfaatkan emas lama, perhiasan bekas, hingga aset logam mulia yang sebelumnya disimpan untuk dijual atau didaur ulang kembali ke pasar.

Aktivitas industri paling ramai terlihat di kawasan selatan dan timur China. Kota seperti Shenzhen dan Shanghai menjadi pusat utama pertumbuhan bisnis ini karena memiliki jaringan perdagangan emas dan infrastruktur manufaktur yang kuat.

Di Shenzhen, banyak perusahaan memanfaatkan teknologi pemurnian modern untuk mengolah kembali emas dari berbagai sumber, mulai dari perhiasan hingga limbah elektronik. 

Sementara Shanghai berperan sebagai pusat perdagangan dan distribusi emas nasional.

Ledakan industri daur ulang emas juga memperlihatkan perubahan strategi ekonomi China. Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi pasar internasional, Beijing berupaya mempertahankan cadangan emas domestik tanpa terlalu bergantung pada impor.

Dengan memperbesar kapasitas daur ulang, pasokan emas di dalam negeri bisa tetap terjaga. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan menjaga ketahanan finansial jangka panjang.

Tren tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana emas kembali menjadi instrumen investasi favorit saat kondisi ekonomi dunia tidak menentu. 

Ketika pasar saham dan mata uang mengalami tekanan, permintaan terhadap logam mulia cenderung meningkat.

Bagi pelaku industri, momentum ini membuka peluang bisnis baru yang besar. 

Namun di sisi lain, persaingan diperkirakan akan semakin ketat seiring banyaknya pemain baru yang masuk ke sektor daur ulang emas dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami Bukan Mesin,” Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Setelah Dua Red Flag

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Usai Dua Red Flag

JAKARTA - Pembalap KTM, Pedro Acosta, mengkritik keputusan MotoGP melanjutkan balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah dua kali red flag di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu sore waktu setempat. Acosta menilai restart ketiga tidak diperlukan setelah dua insiden besar yang melibatkan beberapa rider.

Balapan MotoGP Catalunya sempat dihentikan pertama kali pada lap ke-12 dari total 24 putaran. Motor KTM milik Acosta mengalami masalah kelistrikan saat keluar dari Tikungan 9 menuju trek lurus belakang, yang membuat pembalap Alex Marquez menabraknya dari belakang.

Akibat kecelakaan tersebut, Alex Marquez mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta tidak mengalami cedera serius.

Tak lama setelah restart pertama dimulai, red flag kedua kembali dikibarkan usai insiden di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Balapan akhirnya dilanjutkan dalam format 12 lap. Fabio Di Giannantonio keluar sebagai pemenang, sementara Acosta justru gagal finis setelah terjatuh pada lap terakhir akibat kontak dengan Ai Ogura.

Acosta Soroti Faktor Keselamatan

Usai balapan, Acosta memilih tidak banyak membahas insidennya dengan Ogura. Ia justru menyoroti keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan setelah dua kecelakaan besar.

“Saya tidak ingin terlalu membahas balapan karena yang paling penting hari ini adalah Alex dan Johann. Setelah semua yang terjadi, syukurnya mereka baik-baik saja,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia menjelaskan motornya tiba-tiba kehilangan tenaga saat memimpin balapan.

“Di trek lurus saya dari posisi full gas tiba-tiba tidak punya throttle sama sekali. Semuanya berjalan sangat buruk hari ini,” ujarnya.

Menurut Acosta, restart ketiga seharusnya tidak dilakukan karena situasi di lintasan sudah terlalu berisiko.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag. Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” kata rider muda Spanyol tersebut.

Jorge Martin Sependapat

Komentar serupa juga datang dari pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai aspek kemanusiaan juga perlu dipertimbangkan setelah sejumlah kecelakaan besar terjadi.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

Meski demikian, Martin mengaku tetap mampu menjaga fokus saat balapan kembali dimulai dan merasa memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan kemenangan. 

MotoGP Catalunya 2026 menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini karena dua kali red flag dan sejumlah kecelakaan serius dalam satu hari.

Perdebatan mengenai keselamatan pembalap diperkirakan kembali menjadi sorotan setelah kritik terbuka dari Acosta dan Martin terhadap keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan.

Setelah Dua Kecelakaan Besar, Acosta Heran MotoGP Tetap Dilanjutkan

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

MotoGP Catalunya 2026 bukan hanya meninggalkan cerita soal kemenangan Fabio Di Giannantonio, tetapi juga memunculkan kembali perdebatan lama mengenai batas antara tontonan dan keselamatan pembalap.

Balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat, berlangsung penuh kekacauan setelah dua kali red flag dikibarkan akibat kecelakaan besar yang melibatkan sejumlah rider papan atas.

Di tengah situasi itu, suara paling keras datang dari pembalap KTM, Pedro Acosta. Rider muda Spanyol tersebut secara terbuka mempertanyakan keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan hingga restart ketiga.

Bukan tanpa alasan.

Insiden pertama terjadi ketika Acosta yang sedang memimpin balapan mengalami masalah kelistrikan pada motornya di trek lurus belakang. Motor KTM miliknya tiba-tiba kehilangan tenaga saat keluar dari Tikungan 9.

Situasi itu membuat Alex Marquez tak sempat menghindar dan menabrak Acosta dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan tersebut berujung serius. Alex Marquez dilaporkan mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta selamat tanpa cedera berarti.

Namun drama belum berhenti.

Saat balapan kembali dimulai, kecelakaan besar kembali terjadi di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Red flag kedua pun kembali dikibarkan.

Dalam kondisi lintasan yang baru saja dipenuhi insiden besar dan ambulans yang keluar masuk area trek, MotoGP akhirnya tetap memutuskan balapan dilanjutkan dalam format 12 lap.

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Keputusan inilah yang kemudian memicu kritik Acosta.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Menurutnya, keselamatan pembalap seharusnya menjadi prioritas utama dibanding mempertahankan jalannya pertunjukan.

“Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” ujarnya.

Pernyataan Acosta langsung menarik perhatian karena jarang ada pembalap yang secara terbuka mengkritik keputusan race direction sesaat setelah balapan berlangsung.

Komentar senada juga disampaikan pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai sisi kemanusiaan juga perlu dipikirkan ketika kecelakaan besar terus terjadi dalam satu balapan.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

MotoGP selama ini dikenal sebagai salah satu ajang balap paling berisiko di dunia. Dalam beberapa musim terakhir, isu keselamatan pembalap terus menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal maupun cedera serius terjadi di berbagai kelas balap.

Karena itu, kritik dari Acosta dan Martin diperkirakan bakal memunculkan diskusi baru mengenai prosedur restart dan batas aman sebuah balapan untuk dilanjutkan.

Di sisi lain, MotoGP Catalunya 2026 akan dikenang bukan hanya karena hasil akhir balapan, tetapi karena momen ketika para pembalap mulai berbicara lebih keras soal keselamatan mereka sendiri di lintasan.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.